Homeforum.majelisrasulullah.orgmembakar gahru saat tahlilan atau pun saat majelis taklim, gunanya dan maksudnya itu untuk apa?

membakar gahru saat tahlilan atau pun saat majelis taklim, gunanya dan maksudnya itu untuk apa?

forum.majelisrasulullah.org Comments Off on membakar gahru saat tahlilan atau pun saat majelis taklim, gunanya dan maksudnya itu untuk apa? 0 likes 396 views share

dhekole pembacaan ratib – 2006/01/25 02:19 Assalamualaikum ya habibana
munzir
semoga Allah selalu memberikan kemuliaanNya kepada habib,
habib doa in ane dan keluarga ya.
1. Bib ane mau tanya, ane sering mengikuti mejelis taklim, dimana
dalam majelis tsb ada pembacaan ratib al-athos, pada pembacaan
ratib, saat pembacaan lauanjalna…… , ane melihat dari salah
seorang jemaah dan juga ada ustd yang membaca ratib tsb, ia
memegang kepalanya dengan tangan kanan, yang ane ingin tanyain apa
maksud / faedahnya memegang kepala saat pembacaan ratib al-athos?.
2. membakar gahru saat tahlilan atau pun saat majelis taklim,
gunanya dan maksudnya itu untuk apa?
Sebelumnye ane ucapin trima kasih
wasalam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:pembacaan ratib – 2006/01/25 16:48 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

semoga cahaya keluhuran selalu melimpah kepada anda dan keluarga,

1. Mengenai membakar gahru itu, hanyalah kebiasaan baik utk
mewangikan ruangan, karena Rasul saw menyukai wewangian (rujuk
Kitab Assyama^il oleh Imam Tirmidziy), dan Kebersihan adalah
sebagian daripada Iman, maka untuk pewangi ruangan digunakanlah
kayu gahru yg dibakar dan itu sangat kuat wanginya, mewangikan
seluruh ruangan termasuk pakaian hadirin,

hal seperti ini merupakan sunnah, sbb sabda Rasul saw : ?
Barangsiapa yg membuat buat suatu kebiasaan yg baik didalam islam,
lalu diikuti oleh orang orang yg sesudahnya, maka baginya
pahalanya dan pahala yg mengamalkannya tanpa dikurangkan
sedikitpun, dan barangsiapa yg membuat suatu kebiasaan buruk, lalu
diamalkan oleh orang orang yg sesudahnya, maka baginya dosanya dan
dosa dosa orang yg mengerjakannya dan tiada dikurangi dari dosa
mereka sedikitpun?
(HR Muslim hadits No.1017, dan Shahih Ibn Khuzaimah hadits
no.2477, dan Shahih Ibn Hibban Juz 8 hal 102, dan Musnad Abu Nu?
aim dalam Kitabnya Mustakhrij alaa shahih Muslim hadits no.2277
dan kitab yg sama hadits no.2279)

maka tidak sebagaimana pemahaman sebagian orang bahwa ini adalah
perbuatan syirik mengundang jin dlsb, ini hanya pewangi ruangan,
boleh boleh saja diganti dengan pewangi ruangan lain, namun
mungkin cukup sulit juga pewangi ruangan yg dapat menyebar
keseluruh hadirin bila jumlah mereka ratusan bahkan diruang
terbuka,
sedangkan sepotong kecil kayu gahru akan mewangikan ruangan atau
suatu perkumpulan ratusan orang bahkan diruang terbuka, terus
terang saja saya jarang menggunakannya saat saya memimpin majelis,
terkecuali bila ada disamping majelis ditempat terbuka, terdapat
sampah yg baunya tak sedap, atau bangkai, atau bau tak sedap
lainnya, maka saya menggunakan gahru atau sejenisnya, maka ratusan
hadirin tak terganggu dengan bau busuk tersebut.

sebagian para dukun dan tukang sihir menggunakan kemenyan untuk
memanggil jin kafir, saya tak tahu apakah benar jin itu suka bau
kemenyan, namun kalau anda mencium bau kemenyan dibakar itu,
memang sangat menakutkan dan tak sedap, wajar saja kalau Jin kafir
mungkin menyukainya, he..he?he?

2. Mengenai menaruh tangan kanan di ubun ubun (kepala bagian atas/
dahi saat membaca ayat ?LAW ANZALNA HADZALQUR?AN ?ALAA JABALIN?
sampai akhir surat? (Al Hasyr 21-24), adalah sunnnah Rasul saw,
sebagaimana ketika ayat ini dibaca dihadapan beliau saw lalu Rasul
saw bersabda : ?Taruhlah tanganmu dikepalamu, sungguh ketika
turunnya ayat ini Jibril berkata kepadaku : taruhlah tanganmu
dikepalamu, karena itu akan menyembuhkan segala penyakit,
terkecuali penyakit yg membawa kematian. (Tafsir Durrul mantsur
oleh Al Imam Alhafidh Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthi, Juz 8 hal
121).

Wallahu a?lam.

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=320

© http://carauntuk.com/membakar-gahru-saat-tahlilan-atau-pun-saat-majelis-taklim-gunanya-dan-maksudnya-itu-untuk-apa