Homeforum.majelisrasulullah.orgMakna Aku/Kami dekat? –

Makna Aku/Kami dekat? –

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 128 views share

AbuAfidita Makna Aku/Kami dekat? – 2007/05/30 06:25 Assalamu^alaikum.w.w.

Semoga Habib dan jamaah selalu diberi kesehatan dan iman dari
Allah SWT.

Saya ingin bertanya tentang makna ayat: Jika ditanya tentang aku,
katakan “Aku ini dekat”. Atau ayat lain “Kami lebih dekat dengan
urat leher”.
1. Apakah benar menurut ulama Salaf maksud Aku/Kami di sini bukan
Allah, tetapi Pengabulan Doa dan Malaikat.
2. Apakah boleh kita mensifati Allah itu Dekat dengan ayat
tersebut?

Terima kasih.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Makna Aku/Kami dekat? – 2007/05/31 15:36 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh

Cahaya kebahagiaan semoga selalu tercurah pada hari hari anda,

Saudaraku nyg kumuliakan,
1. Mengenai ayat pertama, bahwa maknanya adalah kedekatan Allah,
diriwayatkan ketika para sahabat bertanya pada nabi saw :
dimanakah Tuhan kita? , maka turunlah ayat : Bila hamba Ku
bertanya tentang aku katakanlah aku dekat..dst (Tafsir Imam
Attabari Juz 2 hal 158, Tafsir Imam Ibn Katsir Juz 1 hal 219),

mengenai ayat Allah lebih dekat dari urat leher bahwa Allah swt
itu membatasi setiap celah dalam diri kita, antara leher dan
jantung terdapat pembatas, antara hati dan tubuh terdapat
pembatas, antara hati dan ruh terdapat pembatas, dan Allah
menguasai setiap batasan batasan itu, hingga bisa saja yg
dikehendaki hati tidak mampu dilaksanakan akal, atau yg
dikehendaki akal tak mampu dilaksanakan tubuh, atau yg diinginkan
hati tak mampu dilakukan ruh, karena kekuasan Allah ada diantara
batas batas itu, Allah mampu menghalangi atau merubahnya dg takdir
Nya swt, saat hati berniat jahat bisa saja Allah memurnikan akal
tuk menolaknya, saat akal berniat jahat bisa saja Allah
melumpuhkan tubuh tuk melakukannya, demikian pula firman Nya swt :
Allah membatasi antara manusia dan hatinya . (Tafsir Imam Attabari
Juz 9 ha 217)

Bila kaum salafi menafsirkan kalimat Aku menjadi malaikat dan
pengabulan doa?, maka mereka mendapat sumber darimanakah?

2. Allah dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak, Allah tak bisa
dikiaskan bagaikan manusia, bila jauh jaraknya maka jauh pula
wujudnya, bila dekat maka dekat pula wujudnya, Allah berbeda
dengan makhluk yg terikat dengan jarak dan tempat, Allah tak
terikat dg jarak dan tempat, Allah menguasai seluruh Hamba Nya swt
dan menguasai seluruh Alam semesta tanpa membutuhkan jarak dan
tempat.

Zaman dahulu, orang yg jaraknya 500km dari kita akan merasa sangat
sulit jumpa dg anda, mungkin ia akan sedih dan menangis bila
teringat temannya, namun masa kini saat A rindu dg B, maka B masuk
kamar mandi dan saat ia selesai mandi temannya yg jaraknya 500km
darinya sudah didepannya, ini bisa terjadi masa kini, karena
pesawat udara masa kini hanya butuh 30 menit tuk mencapai jarak
500km.

A menjerit menangis dalam kesusahan, ia butuh dana 10 juta untuk
membayar kontrak rumahnya pada B, maka zaman dulu ia harus
kalangkabut berhari hari mencari teman yg bisa menolongnya, masa
kini ia cukup sms C lewat hp nya, maka C mentransfer uang lewat
Layanan Banking di hp nya, 3 detik saja maka A sudah punya uang 10
juta, lalu ditransfer ke rek B lewat hp nya pula, maka Cuma 6
detik uang 10 juta sampai ke C.

Demikian cepatnya uang bisa didapat, demikian cepatnya dapat
jumpa, dan sekarang A ingin namanya dikenal di seluruh dunia, maka
A cukup ke warnet, ia masukkan namanya di salah satu web manasaja
: Namaku si A. cukup dg uang 1000 rupiah atau kurang, dalam
sekejap namanya sudah tersebar keseluruh dunia, lalu adakah jarak
yg masih membatasi kita dengan penduduk di seluruh dunia?, seakan
akan tak ada jarak lagi .

Bagaimana dengan Allah.. maha Raja Alam semesta, Yang Maha
menciptakan waktu dan tempat, akankah baginya ada jarak pula yg
membatasi Nya?

Demikian saudaraku yg kumuliakan,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

AbuAfidita Re:Makna Aku/Kami dekat? – 2007/06/01 02:36 Assalamu^alaikum w.w.

Alhamdulillah, terima kasih sekali saya mendapatkan penjelasan
yang gamblang dari Habib. Setelah saya mendapatkan penjelasan dari
Habib saya merasa sangat cocok dan tercerahkakn dalam banyak
masalah yang selama ini saya anggap “kusut”. Apakah Habib berkenan
saya anggap sebagai guru saya? Sungguh merupakan kebahagiaan bila
Habib berkenan.

Adapun menurut mereka mengenai sumber penafsiran “Kami lebih dekat
dengan urat leher” dengan “Malaikat” adalah Tafsir Ibn Katsir. Apa
benar demikian?

Jazakumullah khairan katsira.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Makna Aku/Kami dekat? – 2007/06/01 04:36 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya keridhoan Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
saya ini tak pantas menjadi murid, maka apalagi menjadi guru..

kita bersaudara tuk bersama sama menuju keridhoan Allah swt,

saudaraku, makna kalimat NAHNU yg dijelaskan oleh Imam Ibn Katsir
dalam tafsirnya secara lafadh memang malaikat, namun Imam Ibn
Katsir bukan memaksudkan malaikat sendiri, namun Allah dan
malaikat lebih dekat kepada seseorang dari urat leher mereka
sendiri.

kalimat NAHNU tidak bisa dimaknakan malaikat secara mutlak tanpa
dibarengi Dzat Allah swt, karena NAHNU bermakna KAMI, bila
maknanya malaikat, maka malaikatlah yg berfirman, bukan Firman
Allah swt.

maka ucapan KAMI adalah ucapan malaikat, tentunya bukan demikian
yg dimaksudkan oleh Imam Ibn Katsir, beliau menjelaskan bahwa
Allah dengan Qudrat Nya swt menjadikan malaikat itu lebih dekat
dari seseorang daripada dirinya sendiri, namun sesekali bukan
menafikan Allah swt dari kedekatan pada orang itu.

maka jelaslah maknanya bahwa Qudratullah swt itu lebih dekat
kepada manusia itu daripada malaikat kepada manusia itu, karena
Allah lah yg mengatur kedekatan itu, maka Qudrat Nya swt lebih
dekat kepada manusia itu daripada malaikat.

namun berkata Imam Ibn katsir bahwa Allah swt memakai Dhomir Nahnu
adalah dimaksudkan jangan ada pemahaman perpaduan atau persatuan
tubuh dengan Dzat Allah dalam ayat tersebut.

namun seseekali bukan menafikan kedekatan Allah swt dari manusia
itu, hingga merubah makna KAMI adalah malaikat, hingga yg berkata
itu adalah malaikat, tentunya bukan demikian.

lalu bagaimana dengan hadits Qudsiy : “Aku bersama hamba Ku saat
Hamba Ku mengingat Ku…. ” (shahih Bukhari). bahkan dalam hadits
Qudsi itu dikatakan bila hamba Ku mendekat pada Ku sejengkal aku
mendekat pada Nya sehasta, bila hamba Ku mendekat pada Ku satu
hasta maka Aku mendekat pada Nya satu depa, bila ia mendekat pada
Ku dengan berjalan maka aku mendekat padanya dengan berlari”

bukanlah ini berarti berjarak dekat?, tentunya jarak tidak bisa
dikiaskan pada Dzat Nya swt, lalu apakah Allah berlari mendatangi
kita?, tentunya hal ini bermakna kiasan besarnya penghargaan Allah
kepada Hamba Nya yg berdzikir dan ingin dekat pada Nya swt,
demikian pula ayat diatas, bahwa Allah swt dekat tanpa jarak dan
sentuhan.

namun sesekali bukan menafikan Allah dari dekat pada hamba Nya
dengan merubah makna ayat tentang ucapan Allah menjadi ucapan
malaikat.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=4436

© http://carauntuk.com/makna-akukami-dekat

Sponsor 2

Leave a Reply