Homeforum.majelisrasulullah.orgMajlis wahabi – 2008/05/29

Majlis wahabi – 2008/05/29

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 17 views share

slegya Majlis wahabi – 2008/05/29 17:13 Assalamualaikum wr wb

Shalawat dan salam pada junjungan kita nabi Muhammad SAW, semoga
kita semua dalm cahaya hidayah ilahi, semoga habib dan keluarga
selalu dalam keadan sehat walafiah.

Hamba mohon tanggapan habib daln persoalan kita ahlisunnah yang
mau menghadiri majlisnya wahabi niat dasar menjaga ukhuah.
Begini bib penjelasannya, kami disini ada semacam perkumpulan
arisan orang orang indonesia , tak pandang bulu dan
bangsa…selama orang muslim indo ya bisa mikut. Tapi mungkin
sekitar katakanlah 60% mereka itu wahabi, trus lain kesempatan
bukan pas arisannya di luar itu mereka juga buat kumpulan
pengajian wanita yang di dalam nya diisi ceramah oleh ustat atau
ustadzah mereka aliran wahabi, nah yang jadi problem jamaah
ahlisunnah yang cuman 30% ini turut di undang bahkan mereka
mengadakan pengajian bergilir dari rumah ke rumah pas di tempat
ahlisunnah ya mereka pake pengajian wahabi pula.
Hamba pernah menghadiri cuman dua kali karna itu pas di
undang…..dan setelah hamba dengar sendiri ustadznya berani
berkata orang tua Rasulullah adalah meninggal kafir dan rasul tak
boleh mengirim doa pada keduanya…karna gak bakal sampai, sejak
itu tak lagi hamba hadir dalam pengajian itu…serasa sakit hati
mendengar itu…mereka itu wahabi sesat.
Yang jadi problem orang kumpulan pengajian hamba masih juga hadir
pada pengajian mereka , kalau di tanya kenapa? jawabnya ya pokonya
kalau ada ilmu yang gak sesuai dengan kita gak mereka
tangkap…yang baib baik aja diambil dan juga karna menjaga
persaudaran sesama…karna komuniti kita disini kecil jangan
sampai terpecah belah.

Kalau menurut hamba masalah ukhuwah islamiah dan silaturrahmi
tetep kita jalin…ya tetep berkunjung dan temen baik , tapi
aqidah jalan kita jangan di campur aduk. kita thariqah baalawi
ndak cocok 100% sama wahabi.
Rasul sakit hati bila rumah jalan kita di isi ceramah wahabi yang
berani bilang orang tua rosul kafir.
Tak taulah habib, berapa kali kita bicara ini tapi mereka tetap
seperti itu dan membuka rumah mereka untuk pengajian wahabi.
Apa yang harus dilakukan ? Hamba mohon nasehat? Yang hamba
hawatirkan jangn sampai mereka terpengaruh aliran itu, tapi mereka
bilang mereka tau mana yang baik dan buruk.
Wallahua^lam…kami mohon tanggapan habib, apa yang harus saya
utarakan pada mereka?
Terimakasih sebelumnya

Wassalamualaikum wr wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Majlis wahabi – 2008/05/29 22:46 alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan Anugerah Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda
dengan kebahagiaan

saudariku yg kumuliakan,
mengenai hal itu tentunya hal yg pertama kita lakukan adalah
pendekatan sedekat dekatnya pada personil personil teman kita tsb,
agar mereka lebih percaya pada kita dan pada mereka, anda jalinlah
satu dengan mereka, setelah itu nanti jika berhasil merekrut satu
dari teman, maka sdri telah menjadi dua orang, berjuang bersama
tuk mengajak 1 yg lainnya lagi, jadilah 3 orang, tentunya tetap
berakhak baik pada semua mereka itu, dan justru jika mungkin anda
lebih baik dan ramah dari mereka,

mengenai ilmu boleh ambil dimana saja, sungguh hal ini tidak
benar, kita mesti mengambil ilmu dari jalan yg benar, karena jika
tidak maka kita terancam kesesatan dalam hidup kita, sebagaimana
rizki pun demikian, tak bisa hanya dilihat dari manfaatnya saja,
namun walau bermanfaat tapi tidak halal maka tentu kita tak
diperkenankan memakannya,

lebih lebih lagi ilmu,. ilmu adalah cahaya penuntun kehidupan
kita, tak bisa kita mengambilnya dari orang orang yg menyesatkan,
karena ilmu adalah menjelaskan yg tidak diketahui, lalu bagaimana
kita tahu mana yg baik mana yg buruk jika kita sendiri tak tahu
apakah pembahasan yg disampaikannya itu benar atau tidak?,

mereka merujuk ayat, hadits, namun maknanya diselewengkan,

saudariku yg kumuliakan, saya tuliskan sekelumit mengenai
pembahasan ayah nabi dikatakan mati musyrik sbgbr :

Dalil dalil yg mereka kemukakan itu sefihak, namun telah muncul
dalam fihak lainnya banyak teriwayatkan hal yg sebaliknya,
sebagaimana dijelaskan bahwa Paman Nabi saw yg jelas jelas menolak
bersyahadat saat wafatnya,
Ketika ditanyakan pada nabi saw :

ما أغنيت عن عمك فإنه كان يحوطك ويغضب لك قال هو في ضحضاح من نار
ولولا أنا لكان في الدرك الأسفل من النار

Apa yg kau perbuat untuk pamanmu abu thalib?, dahulu ia
melindungimu, dan marah demi membelamu.., maka Rasul saw bersabda
: Dia di pantai api neraka, kalau bukan karena aku, niscaya ia di
dasar neraka yg terdalam
(Shahih Bukhari hadits no.3670, 5855, Shahih Muslim hadits no.209)

وقال البيهقي في البعث صحة الرواية في شأن أبي طالب فلا معنى للإنكار
من حيث صحة الرواية ووجهه عندي ان الشفاعة في الكفار انما امتنعت
لوجود الخبر الصادق في أنه لا يشفع فيهم أحد وهو عام في حق كل كافر
فيجوز أن يخص منه من ثبت الخبر بتخصيصه قال وحمله بعض أهل النظر على
أن جزاء الكافر من العذاب يقع على كفره وعلى معاصيه فيجوز أن الله
يضع عن بعض الكفار بعض جزاء معاصيه تطييبا لقلب الشافع لا ثوابا
للكافر لان
حسناته
صارت بموته على الكفر هباء

Berkat Al Hafidh Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalaniy : Berkata Imam
Baihaqi didalam penjelasan riwayat masalah Abu Talib : tiada makna
pengingkaran karena telah shahih nya riwayat ini, dan bentuknya
menurutku bahwa syafaat pada kafir terhalang sebagaimana sampainya
kabar yg jelas dan benar, bahwa tiada yg bisa memberi syafaaat
pada kafir seorangpun, namun ini adalah makna umum bagi semua
kafir, dan boleh saja ada kekhususan darinya bagi siapa yg telah
dikuatkan kekhususan baginya (Rasul saw),
Berkata sebagian mereka yg berpendapat bahwa balasan orang kafir
daripada siksa adalah atas kekufurannya dan maksiatnya, maka boleh
saja Allah mengurangkan sebagian dari siksa orang kafir, demi
menenangkan hati sang nabi saw pemberi syafaat, bukan karena
pahala bagi orang kafir, karena pahalanya telah hapus karena
kematiannya. (Fathul Baari Al masyhur Juz 11 hal 431).
perhatikan ucapan Imam : demi menenangkan hati sang nabi saw
pemberi syafaat , lalu bagaimana dengan ayah bunda Nabi saw ???,

Bahkan Juga diriwayatkan bahwa Abbas bin Abdulmuttalib melihat Abu
Lahab dalam mimpinya, dan Abbas bertanya padanya : bagaimana
keadaanmu? , abu lahab menjawab : di neraka, Cuma diringankan
siksaku setiap senin karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah
karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw (Shahih Bukhari hadits
no.4813, Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.13701, syi bul iman
no.281, fathul baari Almasyhur juz 11 hal 431).

Walaupun kafir terjahat ini dibantai di alam barzakh, namun
tentunya Allah berhak menambah siksanya atau menguranginya menurut
kehendak Allah swt, maka Allah menguranginya setiap hari senin
karena telah gembira dg kelahiran Rasul saw dengan membebaskan
budaknya.
Walaupun mimpi tak dapat dijadikan hujjah untuk memecahkan hukum
syariah, namun mimpi dapat dijadikan hujjah sebagai manakib,
sejarah dan lainnya, misalnya mimpi orang kafir atas kebangkitan
Nabi saw, mimpi Pendeta Buhaira atas kebangkitan Rasul saw, maka
tentunya hal itu dijadikan hujjah atas kebangkitan Nabi saw,
demikian pula mimpi Ibunda Rasul saw yg Allah ilhami untuk memberi
beliau saw nama Muhammad , tentunya mustahil nama Muhammad itu
datang dari bibir musyrik,

maka Imam imam diatas yg meriwayatkan hal itu tentunya menjadi
hujjah bagi kita bahwa hal itu benar adanya, karena diakui oleh
imam imam dan mereka tak mengingkarinya, bahkan berkata Imam Ibn
Hajar dan Imam Assuyuthiy: perlu pertimbangan untuk memungkiri
itu karena telah diriwayatkan dalam Shahih Bukhari ,

Karena memang shahih Bukhari adalah kitab hadits tertinggi dan
terkuat dari semua kitab hadits, dan Imam Bukhari digelari
Sayyidul Muhadditsin (Raja para Ahli Hadits), gelar ini dikatakan
oleh Imam Muslim yg kaget ketika melihat Imam Bukhari dapat
menjawab dengan mudah permasalahan yg tak bisa dipecahkan olehnya,
maka berkata Imam Muslim : Izinkan aku mencium kedua kakimu Wahai
Guru para Guru Ahli hadits, Wahai Raja para ahli hadits, Wahai
Penyembuh hadits dari ilal nya..! .

Dengan kejelasan diatas, bila Abu Thalib yg hidup dimasa nabi
dapat syafaat Rasul saw hingga teringankan siksanya, dan bahkan
Raja semua kafir yaitu Abu lahab bahkan mendapat keringanan
siksanya karena pernah membebaskan budaknya yaitu tsuwaibah karena
gembiranya menyambut kelahiran nabi saw,
Maka bagaimana ayah bunda Rasul saw ?, yg melahirkan Nabi saw..?,
dan mereka tak sempat hidup di masa kebangkitan Risalah nabi saw
dan tak sempat kufur dan menolak ajaran Rasul saw..,

Demikian pendapat sebagian ulama bahwa ayah dan ibu nabi saw bebas
dari kemusyrikan dan neraka, karena wafat sebelum kebangkitan
Risalah, dan tak ada pula nash yg menjelaskan mereka menyembah
berhala, diantara Ulama yg berpendapat bahwa ayah bunda nabi bukan
Musyrik adalah :
Hujjatul Islam Al Imam Syafii dan sebagian besar ulama syafii, Al
Hafidh Al Muhaddits Al Imam Qurtubi, Al Hafidh Al Imam Assakhawiy,
Al hafidh Al Muhaddits Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthi yg
mengarang sebuah buku khusus tentang keselamatan ayah bunda nabi
saw, Al hafidh Al Imam Ibn Syaahin, Al Hafidh Al Imam Abubakar Al
baghdadiy, Al hafidh Al Imam Attabari, Al hafidh Al Imam
Addaruquthniy, dan masih banyak lagi yg lainnya,

Satu hal yg buruk pada jiwa para wahabi, adalah mengumpat Nabi saw
dg pembahasan ini, naudzubillah dari jiwa busuk yg mengumpat
Rasulullah saw, menuduh bunda Nabi Kafir musyrik, lalu bagaimana
bila hal ini tak benar?, sungguh kekufuran akan balik pada mereka.

Saudaraku, beribu maaf, bila Amir tak jelas apakah ayah ibunya
muslim atau kafir, lalu Zeyd menukil 100 cara untuk menjelaskan
pada orang banyak bahwa ayah dan ibunya Amir adalah musyrik dan
kafir, bukankah berarti Zeyd memusuhi Amir?, bukankah ini umpatan
terburuk?, bukankah jelas jelas Zeyd mengumpat Amir?, bukankah
berarti ia musuh besar Amir?

mereka berkata : Kami Taqlid pada para Mujtahid, ketahuilah Taqlid
pada para mujtahid membutuhkan sanad, bukan taqlid pada buku.

dan pendapat yg shahih dalam madzhab Syafii bahwa ayah bunda Nabi
saw selamat karena tergolong ahlul fatrah, karena tak ada bukti
bahwa mereka menyembah berhala.

mengenai hadits : Ayahku dan ayahmu di Neraka (HR Shahih Muslim)

Kalimat Abiy dalam ucapan Nabi saw diatas tak bisa diterjemahkan
mutlak sebagai ayah kandung, sebagaimana firman Allah swt :
Berkata Ya kub ketika akan wafat kepada putra putranya : apa yg
akan kalian sembah setelah wafatku nanti? , mereka menjawab :
Kami menyembah Tuhanmu, dan Tuhan ayah ayah mu yaitu Ibrahim, dan
Ismail dan Ishaq .dst (QS Al Baqarah 133).
Jelas sudah bahwa ayah dari Ya qub hanyalah Ishaq, sedangkan
ibrahim adalah kakeknya dan Ismail adalah paman ya qub, namun
mereka mengatakan : ayah ayah mu namun bermakna : ayahmu,
kakekmu, dan pamanmu , Karena dalam kaidah arabiyyah sering
terjadi ucapan ayah, adalah untuk paman,
bila siksa, keringanan dan ampunan adalah urusan Allah, dan Allah
meringankan Abu lahab, dan meringankan Abu Thalib yg jelas jelas
menolak bersyahadat, maka lebih lebih ayah Bunda Nabi saw.

Berkata Al hafidh Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthi dalam
kitabnya Masalikul hunafaa fi abaway mustofa, bahwa Riwayat
hadits shahih muslim itu diriwayatkan oleh hammad, dan ia adalah
Muttaham (tertuduh), dan Imam Muslim tidak meriwayatkan hadits
lain darinya hanya ini, dan riwayat hadits itu (ayahku dan ayahmu
di neraka) adalah hadits riwayat Hammad sendiri, dan hammad
diingkari sebagai orang yg lemah hafalannya, dan ia terkelompok
dalam hadits hadistnya banyak diingkari, karena lemah hafalannya
dan Imam Bukhari tidak menerima Hammad, dan tak mengeluarkan satu
hadits pun darinya,

Dan Imam Muslim tak punya riwayat lain dari hammad kecuali dari
tsabit ra dari riwayat ini, dan telah berbeda riwayat lain dari
Muammar yg juga dari Tsabit ra dari Anas ra dengan tidak menyebut
lafadh : ayahku dan ayahmu di neraka , tapi dikatakan padanya
bila kau lewat di kubur orang orang kafir fabassyirhu binnaar ,
dan riwayat ini Atsbat (lebih kuat) haytsu riwayat (dari segi
riwayatnya), karena Muammar jauh lebih kuat dari hammad, sungguh
hammad telah dijelaskan bahwa ia lemah dalam hafalannya dan pada
hadits hadits nya banyak yg terkena pengingkaran,

Berkata AL hafidh AL Imam Nawawi : ketika kabar dari aahaad
bertentangan dengan Nash Alqur an atau Ijma, maka wajib
ditinggalkan dhohirnya (Syarh Muhadzab Juz 4 hal 342)

Berkata Al Hafidh Al Imam Ibn hajar Al Atsqalaniy yg menyampaikan
ucapan Al Kirmaniy bahwa yg menjadi ketentuannya adalah Kabar
Aaahaad adalah hanya pada amal perbuatan, bukan pada I;tiqadiyyah
(Fathul baari Almasyhur Juz 13 hal 231)

berkata Al hafidh Al Imam Assuyuthiy bahwa hadits shahih bila
diajukan pada hadits lain yg lebih kuat maka wajib penakwilannya
dan dimajukanlah darinya dalil yg lebih kuat sebagaimana hal itu
merupakan ketetapan dalam Ushul (Masaalikul Hunafa fii abaway
Mustofa hal 66),
berkata Imam Al Hafidh Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy bahwa
hadits riwayat Muslim abii wa abaaka finnaar (ayahku dan ayahmu di
neraka), dan tidak diizinkannya nabi saw untuk beristighfar bagi
ibunya telah MANSUKH dg firman Allah swt : Dan kami tak akan
menyiksa suatu kaum sebelum kami membangkitkan Rasul (QS Al Isra
15), rujuk (Masaalikul Hunafa fii abaway Mustofa hal 68) dan
(Addarajul Muniifah fii abaai Musthifa hal 5 yg juga oleh beliau).

Dikeluarkan oleh Ibn Majah dari ibrahim bin sa ad dari zuhri dari
salim dari ayahnya yg berkata :datanglah seorang dusun kepada nabi
saw (ya rasulullah inna abi kaana yasilul rraha wa kaana wa
kaana..fa aina huwa?, qaala finnaar qaala :fa kaannahu wajada
mindzalik faqaala: ya rasulullah fa aina abuuk?, faqaala saw
haistu mararta fi qabr kafir fa bassyirhu binnaar, fa aslama a
rabiy ba d faqaala law qad kallafani rasulullah saw taba an, ma
marartu bi qabr kafir illa bassyartuhu binnar)
Maka jelaslah bahwa Imam Muslim dan Imam Nawawi mengambil riwayat
ini bukan bermaksud menuduh ayah kandung nabi saw kafir, namun
sebagai penjelas bahwa paman paman nabi saw ada banyak yg dalam
kekufuran, karena menolak risalah Nabi saw, termasuk Abu Lahab.
Bahkan Abu Thalib pun riwayat shahih Bukhari bahwa ia di Neraka,

TAMBAHAN
Berkata Al Hafidh Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy :
Dikatakan oleh Al Qadhiy Abubakar Al A raabiy bahwa orang yg
mengatakan ayah bunda nabi di neraka, mereka di Laknat Allah swt,
karena Allah swt telah berfirman : Sungguh mereka yg menyakiti
dan mengganggu Allah dan Nabi Nya mereka dliaknat Allah di dunia
dan akhirat, dan dijanjikan mereka azab yg menghinakan (QS Al
Ahzab 57) maka berkata Qadhiy Abubakar tiadalah hal yg lebih
menyakiti Nabi saw ketika dikatakan ayahnya di neraka, dan sungguh
telah bersabda Nabi saw : Janganlah kalian menyakiti yg hidup
karena sebab yg telah wafat .(Masalikul hunafa hal 75 li imam
suyuti)

adakah satu ucapan Imam Nawawi yg mengatakan bahwa Abdullah bin
Abdul Muttalib dan Aminah adalah musyrik penyembah berhala?

tidak ada.

bahkan Nabi saw sendiri menjelaskan bahwa bahwa ayah ayahnya
adalah suci, sebagaimana sabda beliau saw :

أنا محمد بن عبد الله بن عبد المطلب بن هاشم بن عبد مناف بن قصي بن
كلاب بن مرة بن كعب بن لؤي بن غالب بن فهر بن مالك بن النضر بن كنانة
بن خزيمة بن مدركة بن إلياس بن مضر بن نزار وما افترق الناس فرقتين
إلا جعلني الله في خيرهما فأخرجت من بين أبوي فلم يصبني شيء من سنن
الجاهلية وخرجت من نكاح ولم أخرج من سفاح من لدن آدم حتى انتهيت إلى
أبي وأمي ا فأنا خيركم نسبا وخيركم أب أخرجه البيهقي في دلائل النبوة
والحاكم عن أنس رضي الله عنه

aku Muhammad bin Abdillah bin Abdulmuttalib, bin Hasyim, bin
Abdumanaf, bin Qushay, bin Kilaab, bin Murrah, bin Ka^b bin Lu^ay
bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nadhar bin Kinaanah bin
Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudharr bin Nizaar, tiadalah
terpisah manusia menjadi dua kelompok (nasab) kecuali aku berada
diantara yg terbaik dari keduanya, maka aku lahir dari ayah ibuku
dan tidaklah aku terkenai oleh ajaran jahiliyah, dan aku
terlahirkan dari nikah (yg sah), tidaklah aku dilahirkan dari
orang jahat sejak Adam sampai berakhir pada ayah dan ibuku, maka
aku adalah pemilik nasab yg terbaik diantara kalian, dan sebaik
baik ayah nasab”.
(dikeluarkan oleh Imam Baihaqi dalam dalail Nubuwwah dan Imam
Hakim dari Anas ra).

hadits ini diriwayatkan pula oleh Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya
Juz 2 hal 404.
hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Attabari dalam tafsirnya
Juz 11 hal 76.

juga sabda Nabi saw : “Aku Nabi yg tak berdusta, aku adalah putra
Abdul Muttalib” (Shahih Bukhari hadits no.2709, 2719, 2772, Shahih
Muslim hadits no. 1776)
bahkan hadits ini dirwayatkan pula oleh Imam Nawawi dalam syarh
shahih muslim,

bila Abdulmuttalib kafir, maka adakah nabi akan membanggakan
kakeknya yg kafir dalam peperangan..?,
dan anda lihat pula dalam hadits ini ayah bermakna kakek.

tentunya mengenai hal ini telah jelas, bahkan Paman nabi saw pun
disyafaati oleh rasul saw, demikian pula Abu Lahab sebagaimana
riwayat Shahih Bukhari.

dan makna ayah dalam hadits itu adalah paman,

demikian pula ucapan Nabi saw kepada Sa ad bin Abi Waqqash ra di
peperangan Uhud ketika Nabi saw melihat seorang kafir membakar
seorang muslim, maka Rasul saw berkata pada Sa ad : Panah dia,
jaminan keselamatanmu adalah ayah dan ibuku! maka Sa ad bin Abi
Waqqash ra berkata dengan gembira : Rasul saw mengumpulkan aku dg
nama ayah ibunya ..! (Shahih Bukhari hadits no.3442 Bab Manaqib
Zubair bin Awam)
riwayat yg sama pada Shahih Bukhari hadits no. 3446 Bab Manaqib Sa
ad bin Abi Waqqash)
riwayat yg sama pada Shahih Bukhari hadits no. 3750 Bab Maghaziy
riwayat yg sama pada Shahih Bukhari hadits no. 3751 Bab Maghaziy

jelas sudah, mustahil Rasul saw menjadikan dua orang musyrik untuk
disatukan dengan Sa ad bin Abi Waqqash ra, dan mustahil pula sa ad
ra berbangga bangga namanya digandengkan dg dua orang musyrik.

demikian
kita lihat bagaimana saat saat kelahiran Nabi saw.. :
Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yg menjadi
pembantunya Aminah bunda Nabi saw, ketika Bunda Nabi saw mulai
saat saat melahirkan, ia (ibu utsman) melihat bintang bintang
mendekat hingga ia takut berjatuhan diatas kepalanya, lalu ia
melihat cahaya terang benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga
membuat terang benderangnya kamar dan rumah (Fathul Bari Almasyhur
juz 6 hal 583)

Riwayat shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw
saat melahirkan Nabi saw melihat cahaya yg terang benderang hingga
pandangannya menembus dan melihat Istana Istana Romawi

inikah wanita Musyrik..?, Kafir ?

sabda Nabi saw : “Bila berkata seseorang kepada saudaranya wahai
kafir, maka akan terkena pada salah satu dari mereka” (Shahih
Bukhari hadits no.5754)

dan pembahasan ini saya tutup bagi yg membantah namun tak bisa
menyebutkan sanadnya kepada para Muhaddits, karena mereka yg tak
memiliki sanad kepada Imam Imam itu maka hujjahnya Maqtu^,
sanadnya terputus, dan fatwanya tidak diakui dalam syariah islam,
maka ketika dua pendapat berselisih, yg lebih tsiqah dan Kuat
adalah yg mempunyai sanad kepada Imam imam tersebut.
—-
Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=14788

© http://carauntuk.com/majlis-wahabi-20080529

Leave a Reply