sub gratis!

sub gratis!

hosting mantap!

NURYADIN LUBANG HITAM – 2007/10/01 22:57 Abad ke-20 menyaksikan banyak
sekali penemuan baru tentang peristiwa alam di ruang angkasa.
Salah satunya, yang belum lama ditemukan, adalah Black Hole
[Lubang Hitam]. Ini terbentuk ketika sebuah bintang yang telah
menghabiskan seluruh bahan bakarnya ambruk hancur ke dalam dirinya
sendiri, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan
kerapatan tak hingga dan volume nol serta medan magnet yang amat
kuat. Kita tidak mampu melihat lubang hitam dengan teropong
terkuat sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang hitam tersebut
sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu melepaskan diri
darinya. Namun, bintang yang runtuh seperti itu dapat diketahui
dari dampak yang ditimbulkannya di wilayah sekelilingnya. Di surat
Al Waaqi ah, Allah mengarahkan perhatian pada masalah ini
sebagaimana berikut, dengan bersumpah atas letak bintang-bintang:

Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu
mengetahui. (QS. Al Waaqi ah, 56: 75-76)

Istilah lubang hitam pertama kali digunakan tahun 1969 oleh
fisikawan Amerika John Wheeler. Awalnya, kita beranggapan bahwa
kita dapat melihat semua bintang. Akan tetapi, belakangan
diketahui bahwa ada bintang-bintang di ruang angkasa yang
cahayanya tidak dapat kita lihat. Sebab, cahaya bintang-bintang
yang runtuh ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari
sebuah lubang hitam disebabkan lubang ini merupakan massa
berkerapatan tinggi di dalam sebuah ruang yang kecil. Gravitasi
raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel tercepat,
seperti foton [partikel cahaya]. Misalnya, tahap akhir dari sebuah
bintang biasa, yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir
setelah nyala apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai
sebuah lubang hitam bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil)!
Lubang hitam berwarna hitam , yang berarti tertutup dari
pengamatan langsung. Namun demikian, keberadaan lubang hitam ini
diketahui secara tidak langsung, melalui daya hisap raksasa gaya
gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya. Selain gambaran
tentang Hari Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk
pada penemuan ilmiah tentang lubang hitam ini:

Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan (QS. Al Mursalaat,
77:

Selain itu, bintang-bintang bermassa besar juga menyebabkan
terbentuknya lekukan-lekukan yang dapat ditemukan di ruang
angkasa. Namun, lubang hitam tidak hanya menimbulkan
lekukan-lekukan di ruang angkasa tapi juga membuat lubang di
dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuh ini dikenal
sebagai lubang hitam. Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam
ayat tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu bahasan penting
lain yang menunjukkan bahwa Al Qur an adalah firman Allah:

Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq?
(yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)

PULSAR: BINTANG BERDENYUT

Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq?
(yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)

Pulsar adalah sisa-sisa bintang padam yang memancarkan gelombang
radio teramat kuat yang menyerupai denyut, dan yang berputar pada
sumbunya sendiri dengan sangat cepat. Telah dihitung bahwa
terdapat lebih dari 500 pulsar di galaksi Bima Sakti, yang di
dalamnya terdapat Bumi kita.

Kata Thaariq, nama surat ke-86, berasal dari akar kata tharq,
yang makna dasarnya adalah memukul dengan cukup keras untuk
menimbulkan suara, atau menumbuk. Dengan mempertimbangkan arti
yang mungkin dari kata tersebut, yakni berdenyut/berdetak,
memukul keras, perhatian kita mungkin diarahkan oleh ayat ini
pada sebuah kenyataan ilmiah penting. Sebelum menelaah keterangan
ini, marilah kita lihat kata-kata selainnya yang digunakan dalam
ayat ini untuk menggambarkan bintang-bintang ini. Istilah
ath-thaariqi dalam ayat di atas berarti sebuah bintang yang
menembus malam, yang menembus kegelapan, yang muncul di malam
hari, yang menembus dan bergerak, yang berdenyut/berdetak, yang
menumbuk, atau bintang terang. Selain itu, kata wa mengarahkan
perhatian pada benda-benda yang digunakan sebagai sumpah yakni,
langit dan Ath Thaariq.

Melalui penelitian oleh Jocelyn Bell Burnell, di Universitas
Cambridge pada tahun 1967, sinyal radio yang terpancar secara
teratur ditemukan. Namun, hingga saat itu belumlah diketahui bahwa
terdapat benda langit yang berkemungkinan menjadi sumber getaran
atau denyut/detak teratur yang agak mirip pada jantung. Akan
tetapi, pada tahun 1967, para pakar astronomi menyatakan bahwa,
ketika materi menjadi semakin rapat di bagian inti karena
perputarannya mengelilingi sumbunya sendiri, medan magnet bintang
tersebut juga menjadi semakin kuat, sehingga memunculkan sebuah
medan magnet pada kutub-kutubnya sebesar 1 triliun kali lebih kuat
daripada yang dimiliki Bumi. Mereka lalu paham bahwa sebuah benda
yang berputar sedemikian cepat dan dengan medan magnet yang
sedemikian kuat memancarkan berkas-berkas sinar yang terdiri dari
gelombang-gelombang radio yang sangat kuat berbentuk kerucut di
setiap putarannya. Tak lama kemudian, diketahui juga bahwa sumber
sinyal-sinyal ini adalah perputaran cepat dari bintang-bintang
neutron. Bintang-bintang neutron yang baru ditemukan ini dikenal
sebagai pulsar. Bintang-bintang ini, yang berubah menjadi pulsar
melalui ledakan supernova, tergolong yang memiliki massa terbesar,
dan termasuk benda-benda yang paling terang dan yang bergerak
paling cepat di ruang angkasa. Sejumlah pulsar berputar 600 kali
per detik.1

Kata pulsar berasal dari kata kerja to pulse . Menurut kamus
American Heritage Dictionary, kata tersebut berarti bergetar,
berdenyut. Kamus Encarta Dictionary mengartikannya sebagai
berdenyut dengan irama teratur, bergerak atau berdebar dengan
irama teratur yang kuat. Lagi menurut Encarta Dictionary, kata
pulsate , yang berasal dari akar yang sama, berarti mengembang
dan menyusut dengan denyut teratur yang kuat.

Menyusul penemuan itu, diketahui kemudian bahwa peristiwa alam
yang digambarkan dalam Al Qur an sebagai thaariq, yang
berdenyut, memiliki kemiripan yang sangat dengan bintang-bintang
neutron yang dikenal sebagai pulsar.

Bintang-bintang neutron terbentuk ketika inti dari bintang-bintang
maharaksasa runtuh. Materi yang sangat termampatkan dan sangat
padat itu, dalam bentuk bulatan yang berputar sangat cepat,
menangkap dan memampatkan hampir seluruh bobot bintang dan medan
magnetnya. Medan magnet amat kuat yang ditimbulkan oleh
bintang-bintang neutron yang berputar sangat cepat ini telah
dibuktikan sebagai penyebab terpancarnya gelombang-gelombang radio
sangat kuat yang teramati di Bumi.

Di ayat ke-3 surat Ath Thaariq istilah an najmu ats tsaaqibu,
yang berarti yang menembus, yang bergerak, atau yang membuat
lubang, mengisyaratkan bahwa Thaariq adalah sebuah bintang terang
yang membuat lubang di kegelapan dan bergerak. Makna istilah
adraaka dalam ungkapan Tahukah kamu apakah Ath Thaariq itu?
merujuk pada pemahaman. Pulsar, yang terbentuk melalui pemampatan
bintang yang besarnya beberapa kali ukuran Matahari, termasuk
benda-benda langit yang sulit untuk dipahami. Pertanyaan pada ayat
tersebut menegaskan betapa sulit memahami bintang berdenyut ini.
(Wallaahu a lam)

Sebagaimana telah dibahas, bintang-bintang yang dijelaskan sebagai
Thaariq dalam Al Qur an memiliki kemiripan dekat dengan pulsar
yang dipaparkan di abad ke-20, dan mungkin mengungkapkan kepada
kita tentang satu lagi keajaiban ilmiah Al Qur an.

BINTANG SIRIUS (SYI RA)

Bintang Sirius [Syi ra] muncul di Surat An Najm (yang berarti
bintang ). Bintang ganda yang membentuk bintang Sirius ini saling
mendekat dengan sumbu kedua bintang itu yang berbentuk busur
setiap 49,9 tahun sekali. Peristiwa alam tentang bintang ini
diisyaratkan dalam ayat ke-49 dan ke-9 dari Surat An Najm.

Ketika pengertian-pengertian tertentu yang disebutkan dalam Al Qur
an dikaji berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah abad ke-21, kita
akan mendapati diri kita tercerahkan dengan lebih banyak keajaiban
Al Qur an. Salah satunya adalah bintang Sirius (Syi ra), yang
disebut dalam surat An Najm ayat ke-49:

dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi ra (QS.
An Najm, 53: 49)

Kenyataan bahwa kata Arab syi raa, yang merupakan padan kata
bintang Sirius, muncul hanya di Surat An Najm (yang hanya berarti
bintang ) ayat ke-49 secara khusus sangatlah menarik. Sebab,
dengan mempertimbangkan ketidakteraturan dalam pergerakan bintang
Sirius, yakni bintang paling terang di langit malam hari, sebagai
titik awal, para ilmuwan menemukan bahwa ini adalah sebuah bintang
ganda. Sirius sesungguhnya adalah sepasang dua bintang, yang
dikenal sebagai Sirius A dan Sirius B. Yang lebih besar adalah
Sirius A, yang juga lebih dekat ke Bumi dan bintang paling terang
yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Tapi Sirus B tidak dapat
dilihat tanpa teropong.

Bintang ganda Sirius beredar dengan lintasan berbentuk bulat telur
mengelilingi satu sama lain. Masa edar Sirius A dan B mengelilingi
titik pusat gravitasi mereka yang sama adalah 49,9 tahun. Angka
ilmiah ini kini diterima secara bulat oleh jurusan astronomi di
universitas Harvard, Ottawa dan Leicester.2 Keterangan ini
dilaporkan dalam berbagai sumber sebagai berikut:

Sirius, bintang yang paling terang, sebenarnya adalah bintang
kembar Peredarannya berlangsung selama 49,9 tahun. 3

Sebagaimana diketahui, bintang Sirius-A dan Sirius-B beredar
mengelilingi satu sama lain melintasi sebuah busur ganda setiap
49,9 tahun. 4

Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah garis edar ganda
berbentuk busur dari dua bintang tersebut yang mengitari satu sama
lain.

Namun, kenyataan ilmiah ini, yang ketelitiannya hanya dapat
diketahui di akhir abad ke-20, secara menakjubkan telah
diisyaratkan dalam Al Qur an 1.400 tahun lalu. Ketika ayat ke-49
dan ke-9 dari surat An Najm dibaca secara bersama, keajaiban ini
menjadi nyata:

dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi ra (QS. An
Najm, 53: 49)

maka jadilah dia dekat dua ujung busur panah atau lebih dekat
(lagi). (QS. An Najm, 53: 9)

Penjelasan dalam Surat An Najm ayat ke-9 tersebut mungkin pula
menggambarkan bagaimana kedua bintang ini saling mendekat dalam
peredaran mereka. (Wallaahu a lam). Fakta ilmiah ini, yang tak
seorang pun dapat memahami di masa pewahyuan Al Qur an, sekali
lagi membuktikan bahwa Al Qur an adalah firman Allah Yang
Mahakuasa.

Daftar pustaka:
1. Double Pulsar Found, January 9, 2004; www.atnf.csiro.au/news/
press/double_pulsar/
2. Leicester edu dept of Physics & astronomy; www.star.le.ac.uk/
astrosoc/whatsup/stars.html; University of Ottowa;
www.site.uottawa.ca:4321/astronomy/index.html#Sirius;
Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics;
http://cfa-www.harvard.edu/~hrs/ay45/Fall2002/ChapterIVPart2.pdf
3. Exposes Astronomiques, La troisième loi de KEPLER; http://
www.astrosurf.com/eratosthene/HTML/exposetheoastro.htm
4. http://www.dharma.com.tr/dkm/article.php?sid=87

(pesanharunyahya.com)

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=8028

© http://carauntuk.com/lubang-hitam-20071001

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here