Homeforum.majelisrasulullah.orgketerbatasan pengetahuan para sahabat terhadap kemodernisasian memang kita akui, namun kebenaran hadits hadits riwayat mereka tak bisa kita gubris jika telah dishahihkan apalagi oleh Imam Bukhari,

keterbatasan pengetahuan para sahabat terhadap kemodernisasian memang kita akui, namun kebenaran hadits hadits riwayat mereka tak bisa kita gubris jika telah dishahihkan apalagi oleh Imam Bukhari,

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 88 views share

aboued matan hadist vs tafsir – 2008/05/03 18:57 salam alaika yaa habib

habib munzir yg sy cintai

sperti posting reply sy d re:jama taqdim

sy pernah jg seblumnya bertemu orang yg mempertentangkan matan
hadist dengan tafsir alquran

orang itu beranggapan bahwa shahih perawi belum tentu shahih
matan…tidak lebih berhak sahabat zaman sesudah rasul dan
khulafaur rasyidin dari manusia zaman sekarang dalam hal
mempertimbangkan matan hadist
tidak lebih paham sahabat zaman sesudah rasul dan khulafaur
rasyidin dari manusia zaman sekarang tt hal-hal yg terjadi pada
masa sebelum adanya syariat Muhammad SAW…

dalam hal ini bila yg d bandingkan adalah

mereka: orang-orang muslim yg dipercaya kejujurannya yg meneruskan
perkataan-perkataan rasul dengan mereka: orang-orang muslim yg
zaman sekarang ini mendedikasi kan ilmu dan hidupnya untuk
mengkaji kitab2 Allah…Al-Quran, Injil Perjanjian Lama dan
Perjanjian Baru, Manuscript tua lainnya yg mereka temui dan mereka
pelajari…dgn tetap Al-Quran sbg faktor koreksi…krn memang
wahyu Allah bahwa saat Al-Quran d wahyukan, kitab yg ada sudah
terdistorsi

namun bukan Al-Hadist untuk pengkoreksi berita zaman
terdahulu…Al-hadist untuk panduan syariah dan penggangan
bagaimana ibadah zaman rasul d jalankan sehingga rasul menyuruh
umat untuk berpegang pada Al-Quran dan Hadist untuk hidup d jalan
yg lurus

tentu tidak perlu hadist u tauhid…
dan tidak ada petunjuk tt hal-hal yg baru yg mungkin d temui d
kemudian hari (karena faktor ilmu pengetahuan dan teknologi) dalam
hadist…kecuali dalam Al-quran yg memang universal hingga akhir
zaman

sy yg sekarang, sy yg meyakini keluasan ilmu habib…
mohon pendapat habib tt ini

bisa kah hadist itu atau benarkah ada kemungkinan hadist itu pun
terdistorsi sesuai pemahaman ilmu perawih soal hal-hal yg d luar
akal mereka…bukan tt hal kesaksian bagaimana rasul beribadah…
namun dalam hal yg rasul mendapat wahyu berupa cerita, kisah nabi
sebelumnya…dan saat rasul menyampaikan pada sahabat 1 dan
sahabat 1 pada sahabata 2 dan seterusnya dgn tidak ada kesaksian
atas perbuatan, melainkan cuma kisah-kisah yg disampaikan sambung
menyambung…yg sangat rentan dgn tingkat pemahaman ilmu yg d luar
akal mereka; seperti kejadian d masa lampau dan masa depan

intinya bahwa teman sy mempertentangkan hadist shahihnya (bukhari
kalo ga salah) tt turunnya Isa Al-masih di akhir zaman…

bahwa teman sy yg mempelajari literatur2 dan hasil temuan artifak
kuno…bahwa Isa as sempat d siksa d tiang salib, namun tidak
meninggal d tiang salib, selain d serupakan bagi mereka Q.s 4:157
bukan d gantikan dgn orang lain…bahkan dalam buku teman sy itu,
dia menulis bahwa Departemen Agama telah salah menafsirkan ayat
tersebut dengan menerjemahkan “…mereka tidak menyalibnya, tetapi
digantikan bagi mereka…

yaa habib bila posting ini tidak berkenan bagi majelis ini, tidak
apa tidak d publish
sy senang membaca sirah, dan sirah isa as ini yg banyak
versinya…sy ingat entah d VCD atw d Monas, habib menceritakan
soal Isa as yg akan turun d hari akhir, sy ingin mendapat berita
tt hal ini dari habib…

sy teruskan

temen sy berpendapat bahwa hadist tt turunnya nabi isa as ini,
adalah hadist yg d rawih oleh muallaf yg sebelumnya pengikut
nasrani, yg jelas-jelas zaman itu kitab injil sudah
terdistorsi…kitab injil yg ada saat itu berisikan tidak adanya
pengakuan pada kelahiran rasul yg d janjikan yg seharusnya adalah
berita yg dibawa semua nabi sejak adam as bahwa akan lahir
rasulullah untuk umat akhir zaman…bernama ahmad

kitab injil y ada saat itu, memutar, memanipulasi wahyu Allah
untuk Isa as dgn Isa yg akan turun lagi pada Akhir zaman…

jadi kronologisnya adalah

temen sy menemukan laporan manuscript injil-injil yg membawa
berita tt kembalinya Isa as…dan membuat dia meragukan hadist yg
menceritakan perihal turunnya Isa as

sehingga dengan keraguannya, dia merujuk d Al-Quran dan memang
tidak menemukan petunjuk tt turun nya Isa as…tp menemukan bahwa
Q.s 3:55 “…sesungguhnya Aku akan mewafatkan (menyampaikan ajal)
mu dan akan mengangkatmu kepada Ku …”

dan dengan hujjah ini, dia menyampaikan pd sy bahwa Isa as itu
telah wafat (telah selamat dari siksa salib, hidup berjalan
berdakwah berkeliling di bumi, mengunjungi bani israil yg
terpecah-pecah, mencari kelompok2 israil yg tersebar, hingga k
India dan Jepang, menikah dan berketurunan seperti nabi lainnya,
kemudian wafat dan d kubur di bumi…tidak berbeda dgn Rasulullah
SAW)

bila habib tertarik akan sy kirimkan buku “Rekonstruksi Isa
Al-Masih” ke alamat habib

selebihnya sy ingin mendapatkan pandangan habib tt hal ini…

Wallahu alam..sy hanya seorang pemuda yg membaca buku dan bertanya
pada orang yg berilmu…InsyaAllah sy mendapat petunjuk…

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:matan hadist vs tafsir – 2008/05/04 06:39 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Allah swt semoga selalu menerbitkan
kebahagiaan pd hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
hal itu mereka munculkan pertama tama adalah menimbulkan syak pada
hadits, lalu syak pula pada Alqur^an,

saudaraku, jika hadits tak bisa dipercaya penuh karena merupakan
riwayat sahabat, maka Alqur^an..?, bukankah ALqur^anpun riwayat
sahabat?, tahukah mereka bagaimana sejarah Alqur^an itu?,Alqur^an
dijilid oleh para sahabat dan bukan oleh Nabi saw, namun setiap
huruf huruf, susunan kalimatnya dan suratnya adalah aturan Nabi
saw, namun diriwayatkan oleh sahabat,

jika melihat pada shahih bukhari, shahih muslim dll kita akan
melihat ayat ayat Aqur^an terpecah pecah dalam riwayat, misalnya :
dari fulan, dari fulan, dari fulan, yg mendengar sabda Nabi saw
ketika kejadian ditempat anu, maka turunlah firman Nya swt
yaitu…dst..dst…

nah.. inilah asal muasal Alqur^an, diriwayatkan oleh sahabat, dan
Allah berjanji menjaga kebenaran Alqur;an sebagaimana firman Allah
swt :”sungguh kamilah yg menurunkan peringatan dan kamilah yg
menjaganya” (Alhijr-9).

maka ayat ini telah menafikan segala keraguan akan Alqur^an hingga
akhir zaman, tiada muncul Alqur^an palsu maka akan segera ketahuan
dan terbongkar kepalsuannya, dan inilah kehendak dari Yang Maha
Menerbitkan matahari dan Bulan sepanjang zaman, manusia bisa saja
lupa, lengah, dan silap, sahabat bukanlah hamba yg ma^shum, namun
Allah swt Maha Benar menjamin kebenaran Alqur^an.

mereka itumencari celah agar kita ragu pada Alqur^an, sungguh
Alqur^an berbeda dengan injil dll, karena kitab kitab itu bisa
dipalsukan, maka Allah memperbaharuinya dengan kitab selanjutnya,
dan Alqur^an tak adalagi kitab yg akan memperbaharuinya
menunjukkan kitab ini berlaku hingga akhir zaman,

keterbatasan pengetahuan para sahabat terhadap kemodernisasian
memang kita akui, namun kebenaran hadits hadits riwayat mereka tak
bisa kita gubris jika telah dishahihkan apalagi oleh Imam Bukhari,

dimasa itu terdapat ribuan para pakar hadits, Imam Ibn Hajar
mengklasifikasikan mereka dengan berbagai derajat, diantaranya
adalah Alhafidh, yaitu orang yg telah hafal 100.000 hadits berikut
sanad dan hukum matannya.

jika hadits itu panjangnya satu baris misalnya, maka bisajadi dua
halaman jika berikut sanad dan hukum matannya, yaitu hadits ini
diriwayatkan oleh si fulan, dari fulan, dari fulan dari fulan,
dari Rasul saw, nah.. semua nama pada rantai periwayat itu disebut
sanad, dan masing masing mesti orang yg dikenal, tahun berapa
lahirnya, dipastikan ia seorang jujur, dipastikan bahwa ia tidak
pernah menipu, dipastikan bahwa ia bukan pelupa, dipastikan bahwa
ia tak pernah sakit jiwa, dipastikan bahwa ia bukan orang yg tak
pernah dusta, dipastikan ia mempunyai guru dan hubungan dengan
para ahli hadits lainnya, dipastikan ia belum pernah ingkar
sumpah, dipastikan bahwa ia bukan orang yg suka mengkhayal,

dan banyak lagi persyaratan ketat yg sangat pelik dan rumit
barulah haditsnya diterima, lalu nama itu akan diperiksa lagi oleh
ratusan ahli hadits sesudahnya, jika terkena celah satu saja
sanadnya, misalnya ada 5 rantai periwayat kepada Imam Muslim, dari
5 periwayat ini kebetulan yg satu diantaranya ditemukan bahwa ia
itu lemah hafalannya, maka langsung hadits itu menjadi dhoif…

jatuh derajatnya dari shahih menjadi dhoif..

ALhafidh adalah orang yg hafal 100.000 hadits berikut sanad dan
hukum matannya.

diatas itu adalagi tingkatan Al Hujjah, mereka adalah yg hafal
300.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya.

dan jumlah mereka ratusan dimasa itu, yaitu abad ke dua dan ketiga
Hijriyah,

dari ratusan para pakar hadits terdapat 7 periwayat hadits
terbesar dan tershahih dari lainnya, pengklasifikasian ini muncul
sesudah masa mereka, dari ratusan muhaddits itu ada yg pada hadits
hadits riwayat mereka itu ditemukan banyak celah dhoif padahal
mereka sudah katakan shahih, maka inilah celah dan kealpaan
mereka.

misalnya Imam fulan mengatakan hadits ini shahih, periwayatnya
semua lulus, namun ada ternyata kemudian ditemukan sedikit celah
bahwa ada diantara perawinya punya kelemahan, maka haditsnya yg
Imam itu katakan shahih berubah menjadi dhoif,

maka di klasifikasikanlah mana Imam Imam yg paling sedikit celah
pada hadits riwayat mereka, dikenal 7 Imam besar dari puluhan
lainnya.

yaitu Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Nasai, Imam Tirmidzi, Imam Ibn
Majah, Imam Abu Dawud, Imam Muslim dan Imam Bukhari.

dari 7 Imam besar ini hadits riwayat mereka lebih kuat jika
berbenturan dengan hadits riwayat Imam selain mereka.

dari 7 Imam itu diklasifikasikan lagi mana yg terbaik, maka dari 7
itu jatuhlah Imam Ahmad bin Hanbal menjadi peringkat terakhir
dikalahkan oleh 6 yg lainnya, dan Imam Ahmad bin Hanbal ini hafal
1 juta hadits berikut sanad dan hukum matannya,

diriwayatkan pada Tanbihul Mughtarrin oleh Imam Sya^raniy bahwa
ketika seorang murid ingin menjadi murid beliau maka Imam Ahmad
memberinya catatan 10 ribu hadits, seraya berkata : “ini hafalkan
dulu, jika sudah hafal maka baru kau kuterima jadi muridku”, maka
murid yg mampu menghafalnya akan kembali pada Imam Ahmad dan yg
tak mampu maka tak diterimanya.

maka datanglah seorang diantara mereka dan ia telah hafal 10 ribu
hadits itu, maka Imam Ahmad berkata : “semua hadits yg kau hafal
itu adalah hadits palsu, kau belum hafal satu hadits shahih
pun..!, dan sengaja kuberi hadits palsu karena untuk latihan
hafalanmu saja, karena jika kau kuberi hadits shahih, lalu kau
salah salah menghafalnya maka kau akan menipu ummat hingga akhir
zaman, maka kuberi hadits palsu, jika salahpun kau tak berdosa!”,

lalu Imam Ahmad berkata lagi, menginaplah diruang tamuku, aku
belum menentukan engkau lulus atau tidak, besok baru kuputuskan..

malam itu Imam Ahmad sebelum subuh menjenguk calon muridnya itu,
apakah ia bangun qiyamullail..?, ternyata calon muridnya itu baru
bangun setelah adzan subuh, maka selesai shalat subuh Imam Ahmad
berkata : “engkau tidak lulus, aku tidak terima murid yg tidak
qiyamullail walau ia memiliki hafalan yg kuat!”.

inilah kehebatan mereka menjaga hadits Rasul saw, mesti kuat
hafalan dan kesucian jiwanya, ini baru calon murid murid Imam
Ahmad bin Hanbal, bagaimana dengan keadaan murid Imam Ahmad yg
sudah diterima?, maka bagaimana dengan para Imam itu sendiri?,
bagaimana dengan sahabat Nabi saw..??,

ini Imam Ahmad bin hanbal, diatas beliau masih ada 6 Imam besar yg
lebih kuat riwayatnya, dan derajat tertinggi dari mereka adalah
Abu Abdillah, Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari,
berikut sekilas sejarah beliau :

Al Hafidh Al Muhaddits, Hujjatul Islam wa Barakatul Anam Al Imam
Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhari rahimahullah
Beliau lahir pada hari jumat selepas shalat jumat 13 Syawal 194 H
dan beliau wafat pada malam jumat yg sekaligus malam idul fitri th
256 H
Berkata Imam Muhammad bin Yusuf Al Farbariy, aku mendengar dari
Najm bin Fudhail berkata : aku bermimpi Rasulullah saw dan kulihat
Imam Bukhari dibelakang beliau saw, setiap beliau saw melangkah
sebuah langkah, dan Imam Bukhari melangkah pula dan menaruhkan
kakinya tepat dibekas pijakan Nabi saw.

Ketika dikatakan kepada Imam Bukhari bahwa ada disuatu wilayah yg
barangsiapa orang asing yg datang ke wilayah mereka maka saat
setelah shalat maka penduduk setempat akan mencobanya dg hadits
hadits tentang shalat, maka Imam Bukhari berkata : Bila aku
diperlakukan seperti itu akan kukeluarkan 10 ribu hadits shahih
mengenai shalat dihadapan mereka agar mereka bertobat dan tidak
lagi mengulangi perbuatan buruk itu .

Imam Bukhari telah menulis shahih nya sebanyak sekitar 7000 hadits
saat beliau belum berusia 17 tahun, dan ia telah hafal 100 ribu
hadits shahih dan 200 ribu shahih di usia tersebut.

Berkata Imam Al Hafidh Muhammad bin Salam rahimahullah : kalau
datang si bocah ini maka aku terbata bata dan tak nyaman membaca
hadits , dan ia berkata kepada seorang tamunya yg datang setelah
Imam Bukhari pergi : kalau kau datang lebih cepat sedikit kau
akan berjumpa dg bocah yg hafal lebih dari 70 ribu hadits.. , maka
tamunya segera bergegas menyusul Imam Bukhari, dan Imam Bukhari
berkata : sungguh aku hafal lebih dari itu, dan akan kujelaskan
padamu semua masing masing sanad periwayat hadits nya, dimana
lahirnya, tahun kelahiran dan wafatnya, sifat dan sejarah
periwayat sanad2 nya dari semua hadits itu .

Ketika salah seorang perawi hadits bertanya kepada Imam Bukhari
mengenai nama nama periwayat, gelar, bentuk kesalahan sanad hadits
dll maka Imam Bukhari menjawabnya bagaikan membaca surat Al
Ikhlas.

Berkata Imam Bukhari : aku berharap menghadap Allah tanpa ada
hisab bahwa aku pernah menggunjing aib orang lain .

Suatu hari Imam Bukhari mengimami shalat dhuhur disebuah kebun
korma, dan didalam bajunya terdapat seekor Zanbur (kumbang hitam)
yg menggigit dan menyengatnya hingga 16 sengatan, selepas shalat
Imam Bukhari berkata dengan tenang : coba kalian lihat ada apakah
didalam baju lenganku ini , maka ditemukanlah 16 luka sengatan
kumbang di tubuhnya.

Suatu ketika Imam Bukhari membacakan sanad hadits dan saat ia
melirik dilihatnya ada orang yg terkesima dg ucapannya, dan Imam
Bukhari tertawa dalam hati, keesokan harinya Imam Bukhari mencari
orang itu dan meminta maaf dan ridho karena telah menertawakannya,
padahal ia hanya menertawakan didalam hati.

Diriwayatkan ketika Imam Bukhari sedang mengajari hadits kepada
salah seorang muridnya dan ia tampak bosan, maka Imam Bukhari
berkata : para pedagang sibuk dg perdagangannya, para pegawai
sibuk dengan pekerjaannya, dan engkau bersama Nabi Muhammad saw .

Imam Bukhari menulis shahih nya (Shahih Bukhari) di Raudhah, yaitu
antara Mimbar dan Makam Rasulullah saw di Masjid Nabawiy Madinah
Almunawwarah, dan ia mandi dan berwudhu lalu shalat 2 rakaat baru
menulis satu hadits, lalu kembali mandi, berwudhu dan shalat 2
rakaat, lalu menulis 1 hadits lagi, demikian hingga selesai di
hadits no.7124. maka selesailah 7000 hadits itu ditulis di kitab
beliau, dengan bertabarruk dg Makam Rasulullah saw dan Mimbar
Rasul saw.

Berkata Imam Muslim dihadapan Imam Bukhari : Izinkan aku mencium
kedua kakimu wahai Pemimpin para Muhadditsin, Raja dari semua guru
hadits .

Dikatakan kepada Imam Bukhari, mengapa tak kau balas orang yg
memfitnahmu dan mencacimu?, ia menjawab : aku teringat ucapan
Rasul saw : akan muncul kelak ikhitilaf dan perpecahan, maka
bersabarlah hingga kalian menjumpai aku di telaga haudh .

Imam Bukhari mempunyai akal yg jenius, dan ia hafal bila mendengar
1X saja. Atau membaca 1X saja. Hingga ketika suatu ketika Imam
Bukhari dicoba dan diajukan padanya 100 hadits yg dikacaukan dan
dibolak balik sanadnya, maka Imam Bukhari berkata : tidak tahu
tidak tahu , hingga hadits yg ke seratus, lalu Imam Bukhari
berpidato, mengulang hadits yg pertama yg disebut si penanya :
Kau tadi sebut hadits dg sanad seperti ini, dan yg benar adalah
begini , demikian hadits kedua.. ketiga hingga 100 hadits.

Ketika telah wafatnya Imam Bukhari, terjadi kekeringan yg
berkepanjangan, maka par Ulama, Huffadh dan Muhadditsin dari
wilayah samraqand berduyun duyun ke Makam Imam Bukhari, lalu
mereka bertawassul pada Imam Bukhari, maka hujanpun turun dengan
derasnya hingga 7 malam mereka tertahan dan tak bisa pulang ke
samraqand karena derasnya hujan. (sumber : Tadzkiratul Huffadh dan
Siyar A^lamunnubala).

Rasul saw bersabda : Demi Allah yang jiwaku ditanganNya.
Sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun
ditengah-tengah kamu. Dia akan menjadi Hakim yang adil, dan
menghancurkan salib, membunuh Babi, dan mewajibkan orang kafir
mengeluarkan Jizyah (semacam zakat), dan membagi bagikan harta
hingga tak lagi ada yg menerimanya (Shahih Muslim, Shahih Bukhari
dll). Jadi yg akan menghancurkan semua gereja dan salib dimuka
bumi adalah Isa bin Maryam as.

Allah swt berfirman : Wahai Ahlulkitab, jangan membuat tipuan
pada agama kalian, dan jangan berkata kecuali yg benar, sungguh
Isa bin Maryam hanyalah utusan Allah dan penyampai kalimat Nya,
Aku yg menaruhnya pada Maryam dari tiupan kehidupan dari Nya, maka
berimanlah kalian (wahai kristen) kepada Allah dan kepada Rasul
Rasul Nya, dan Jangan sesekali kalian katakana ada trinitas!,
hentikanlah..!, sungguh Allah itu Tuhan Yang Esa, Maha Suci Dia
dari memiliki putra!, (QS Annisa 171), silahkan lihat semua
tafsir.

mengenai bantahan mereka bahwa Isa as itu wafat telah dijelaskan
oleh Allah swt :
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا
صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ
عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا نًا

Ucapan mereka : Sungguh kami telah membunuh Isa bin Maryam utusan
Allah, dan tiadalah mereka membunuhnya dengan yakin, dan mereka
tidak menyalibnya, namun diserupakan orang lain untuk mereka,
sungguh yg berselisih dalam hal ini berada dalam keraguan, mereka
tak memiliki dasar bukti kecuali menyangka nyangka, dan tiadalah
mereka membunuhnya dengan yakin” (QS Annisa 157).

jika mereka menyalahkan terjemahan departemen agama maka silahkan
buka semua tafsir dan terjemah Alqur^an lainnya dari bahasa
indonesia, arab, inggris, perancis dan semua tafsir dan terjemah
Alqur;an, adakah yg sesuai dengan pendapat mereka?,

tidak ada.

kecuali penafsiran potongan mereka saja, dan sungguh Alqur;an ini
tak bisa digunting gunting dan dipotong semaunya, ia adalah ayat
yg terikat satu sama lain, terikat dengan hadits pula saling
menguatkan bagaikan rantai yg jika diguncang satu simpulnya akan
bergerak keseluruhannya hingga ujung simpul lainnya, menunjukkan
keselarasan dan perpaduan yg sempurna.

maka tuduhan mereka atas Alqur^an dan shahih bukhari telah
pupus.., karena manuscript2 dan riwayat riwayat bantahan mereka
tak bisa dibuktikan kebenarannya,

bisakah dipreteli satu persatu periwayatnya?, tanggal lahir dan
wafatnya?, sifat sifatnya?, kebiasaan baik dan buruknya?,
disaksikan puluhan orang lain sezamannya yg menyaksikan kejujuran
mereka, bahwa mereka tak pernah dusta, tak pernah gila, tak pernah
mabuk, tak pernah sumpah palsu, tak pernah berbuat fasiq, kuat
hafalannya, dan ratusan persyaratan yg dibebankan pada para
periwayat hadits kita?

dari semua Muhaddits yg meriwayatkan hadits, yg paling jeli dan
sangat teramat selektif adalah Imam Bukhari, dan ia telah
disaksikan oleh ribuan ALhafidh (anda ingatkan ALhafidh adalah
orang yg hafal 100.000 hadits dg sanad dan hukum matannya) bahwa
tak ada celah kelemahan dalam periwayat hadits Imam Bukhari pada
riwayat dan pada matannya.

adakah kesaksian ini pada riwayat mereka yg dipakai menentang
riwayat shahih Bukhari…?

minta kejelasan sanad pada mereka yg menyampaikan riwayat
penentangan itu, siapa yg mengatakannya, siapa yg meriwayatkannya,
satu persatu dari zaman ke zaman hingga tertulis dalam buku,

mungkin sepuluh periwayat..?, sebutkah satu persatu berikut
biografi mereka semua itu, dan kesaksian ratusan alhafidh, jika
tak ada ALhafidh di kaum nasrani ini maka bolehlah ratusan pastor,
berikut nama nama pastor itu dan biografi mereka pula bahwa
pastor2 yg bersaksi itu tak pernah dusta, yg membenarkan bahwa
riwayat mereka itu bisa dipertanggungjawabkan.

Alhmadulillah yg telah menjadikan kita di agama islam..

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

saya jadi makin salut pada anda saudaraku dan makin rindu.

salam rindu

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

Laxa Re:matan hadist vs tafsir – 2008/05/06 17:38 Assalamu^alaikum Wr
Wb
Maaf bib ada yang mau ana tanyakan, bagaimanakah sebuah hadist
nabi dikatakan itu hadist dhoif? Apakah hadist dhoif bisa
dijadikan pedoman?
Terimakasih atas jawaban habibana
Wassalam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:matan hadist vs tafsir – 2008/05/07 10:57 Hadits Dhoif adalah
hadits yg lemah hukum sanad periwayatnya atau pada hukum matannya,
mengenai beramal dg hadits dhaif merupakan hal yg diperbolehkan
oleh para Ulama Muhadditsin,
Hadits dhoif tak dapat dijadikan Hujjah atau dalil dalam suatu
hukum, namun tak sepantasnya kita menafikan (meniadakan) hadits
dhoif, karena hadits dhoif banyak pembagiannya,

Dan telah sepakat jumhur para ulama untuk menerapkan beberapa
hukum dg berlandaskan dg hadits dhoif, sebagaimana Imam Ahmad bin
Hanbal rahimahullah, menjadikan hukum bahwa bersentuhan kulit
antara pria dan wanita dewasa tidak membatalkan wudhu, dengan
berdalil pada hadits Aisyah ra bersama Rasul saw yg Rasul saw
menyentuhnya dan lalu meneruskan shalat tanpa berwudhu, hadits ini
dhoif, namun Imam Ahmad memakainya sebagai ketentuan hukum
thaharah.

Hadits dhoif ini banyak pembagiannya, sebagian ulama
mengklasifikasikannya menjadi 81 bagian, adapula yg menjadikannya
49 bagian dan adapula yg memecahnya dalam 42 bagian, namun para
Imam telah menjelaskan kebolehan beramal dengan hadits dhoif bila
untuk amal shalih, penyemangat, atau manaqib, inilah pendapat yg
mu tamad, namun tentunya bukanlah hadits dhoif yg telah
digolongkan kepada hadits palsu.

Sebagian besar hadits dhoif adalah hadits yang lemah sanad
perawinya atau pada matannya, tetapi bukan berarti secara
keseluruhan adalah palsu, karena hadits palsu dinamai hadits
munkar, atau mardud, Batil, maka tidak sepantasnya kita
menggolongkan semua hadits dhaif adalah hadits palsu, dan
menafikan (menghilangkan) hadits dhaif karena sebagian hadits
dhaif masih diakui sebagai ucapan Rasul saw, dan tak satu
muhaddits pun yg berani menafikan keseluruhannya, karena menuduh
seluruh hadist dhoif sebagai hadits yg palsu berarti mendustakan
ucapan Rasul saw dan hukumnya kufur.

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yg sengaja berdusta dengan
ucapanku maka hendaknya ia bersiap siap mengambil tempatnya di
neraka” (Shahih Bukhari hadits no.110),

Sabda beliau SAW pula : “sungguh dusta atasku tidak sama dengan
dusta atas nama seseorang, barangsiapa yg sengaja berdusta atas
namaku maka ia bersiap siap mengambil tempatnya di neraka” (Shahih
Bukhari hadits no.1229),

Cobalah anda bayangkan, mereka yg melarang beramal dengan seluruh
hadits dhoif berarti mereka melarang sebagian ucapan / sunnah
Rasul saw, dan mendustakan ucapan Rasul saw.

Wahai saudaraku ketahuilah, bahwa hukum hadits dan Ilmu hadits itu
tak ada di zaman Rasulullah saw, ilmu hadits itu adalah Bid^ah
hasanah, baru ada sejak Tabi^in, mereka membuat syarat perawi
hadits, mereka membuat kategori periwayat yg hilang dan tak
dikenal, namun mereka sangat berhati hati karena mereka mengerti
hukum, bila mereka salah walau satu huruf saja, mereka bisa
menjebak ummat hingga akhir zaman dalam kekufuran, maka tak
sembarang orang menjadi muhaddits, lain dengan mereka ini yg
dengan ringan saja melecehkan hadits Rasulullah saw.

demikian saudaraku yg kumuliakan..

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

aboued Re:matan hadist vs tafsir – 2008/05/08 06:32 Alhamdulillah yg
telah menjadikan sy tetap dalam islam…

Salam rindu untuk habib, Rahmat dan berkah Allah InsyaAllah terus
berlimpah atas habib munzir

wasslmkm

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:matan hadist vs tafsir – 2008/05/08 16:28 Hayyakumullah..
semoga Allah menyambut anda dengan segala anugerah Nya swt..

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

mtajulaulia Re:matan hadist vs tafsir – 2008/07/14 00:05 Assalamu^alaikum Wr.
Wb

Curahan Rahmat & Kelembutan Allah semoga selalu tercurah untuk
guruku yg mulia al Mukarrom al Alim ak Habib Munzir al Musawa dan
keluarga.

1. Habib saya pernah baca terjemah Kitab Maroqil Ubudiyah sarah
Kitab Bidah Imam Ghazali rha. Disitu tertulis : ALhafidh adalah
orang yg hafal 100.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya.
Al Hakim adalah yg hafal 300.000 dan al Hujjah adalah yang
menguasai sebagian hadits atau bisa dikatakan orang yg menguasai
hadits. Bagimana bib ?

2. Kalau boleh tahu, kantornya majelisrasulullah.org di mana ya ?
saya insya Allah ingin sekali bersilaturrahmi.

3. Kalau saya shalat fardhu jadi MASBUK dengan si A, apakah jika
si imam salam dan kita melanjutkan shalat, salah satu dari kita
harus jadi imam ? atau masing2 saja bib ?

Jazaakumllah khairon katsir. Wassalamu^alaikum Wr.Wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:matan hadist vs tafsir – 2008/07/14 00:31 alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Nya swt semoga selalu membimbing hari hari
anda

saudaraku yg kumuliakan,
1. keterangan Alhujjah dan alhakim hendaknya dibalik saudaraku,
yaitu Alhujjah adalah yg hafal 300.000 hadits dengan sanad dan
matannya, dan Alhakim adalah yg meluas dalam ilmu hadits diatas
Alhujjah.

2. sekertariat kami di Jl Tebet Dalam II rt.09/01 no.24, 12810
Tebet Barat, Tebet, Jakarta selatan, 021 8300912.

namun kami akan pindah pada 20 Juli ini, anda dapat menghubungi ke
Sekertaris umum kami yaitu Ustaz Syukron Makmun di 08176613400

3. mengenai Masbuq, anda boleh membuat jamaah baru setelah selesai
dengan imam yg pertama, boleh meneruskan sendiri, namun pendapat
yg terkuat dalam madzhab kita adalah meneruskan sendiri

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

mtajulaulia Re:matan hadist vs tafsir – 2008/07/14 01:43 Assalamu^alaikum Wr.
Wb

Maaf habib kalau yang al Hafidz dan al Hujjah kan habib pernah
kasih contoh nama ulamnya. Kalau Imam Bukhori dan Imam Ghazali
saja al Hujjah, nah yg al Hakim ini siapa bib ? Ulama Madzhab kah
?

Terima kasih
Wassalamu^alaikum Wr.Wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:matan hadist vs tafsir – 2008/07/14 02:18 saudaraku,

dalam peringkat para imam dan ahli hadits ini mereka lebih sering
digelari Hujjatul Islam, bukan Alhakim walau derajatnya sudah
melampaui Alhakim,

Imam Ahmad bin Hambal hafal 1 juta hadits berikut sanad dan hukum
matannya, Imam Bukhari hafal 600.000 hadits saat usianya 20 tahun,
demikian pula Imam Imam Madzhab.

Imam Ahmad bin Hanbal adalah murid Imam Syafii, dan Imam Syafii
adalah murid Imam Malik, dan Imam Malik hidup sezaman dengan Imam
Abu Hanifah (Imam Hanafi).

jika Imam Bukhari sudah sedemikian dahsyatnya padahal Imam Syafii
sudah menjadi Imam dan Hujjatul Islam sebelum Imam Bukhari lahir

subhanallah..

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

abu2ray tanya dan pinta – 2010/10/05 17:33 Assalamualaikum guruku,
Semoga keberkahan senantiasa menaungi hari-harimu bersama keluarga
dan keluarga besar MR, meski terlambat kiranya tak salah kami
haturkan permohonan maaf kami atas segala kesalahan yang selalu
habibana balas dengan kesabaran dan ketulusan habibana, khususnya
saat kami bertanya dan mengganggu istirahat habibana. Sungguh
kebahagiaan atas nikmat dapat berinteraksi kembali dengan guru
mulia merupakan anugrah, dan Alloh SWT menyempurnakannya bagi kami
mendapati engkau guruku dalam keadaan sehat walafiat dan semoga Ia
tidak menyisakan satupun penyakit untukmu habibi..
Ijinkan kami bertanya habibi :
1. Ya habibi, sebelum lebaran kami mendengar ceramah dari seorang
Kyai tentang pentingnya mendahulukan fardu daripada sunnah hingga
kami menyadari betapa dahulu bulan-bulan atau bahkan tahun-tahun
kebelakang kami sungguh melupakan kewajiban kami, misalnya shalat.
Menurut Kyai tersebut (kami lupa namanya) sebaiknya kita melakukan
qodho atas shalat fardhu yang telah ditinggalkan tersebut. Maka
kami bertanya kepada beberapa ustadz yang kami kenal dan
menyarankan kami untuk mengikuti shalat fardu dengan shalat fardu
(qodho), adakah habibana berkenan menjelaskan kepada kami
bagaimana hal itu dilakukan? (tata cara dan niat) apakah dalam
shubuh disertakan juga qunut? Sungguh yaa habibi, kami ingin
belajar untuk memperbaiki diri kami dan mohon do anya ya habibi.
2. Berkali-kali dalam hati ini ingin kiranya membagi pengetahuan,
khususnya dalam agama yang luhur ini dan saya sangat tertarik
dengan siroh nabawi atau hadits arbain (imam AnNawawi) untuk
dibawakan dalam forum remaja mesjid atau tausyiah remaja. Namun
kami menyadari betapa kotornya hati, lemahnya iman, dangkal ilmu
dan pemahaman juga akhlaq yang masih perlu kami tata dan perbaiki
apatah lagi ibadah bahkan dosa terus bertumpuk. Hal itu selalu
mengurungkan kami untuk maju dan berbagi dengan teman atau
saudara di kampung. Apakah diam saya itu baik ya habibi? Dorongan
untuk menyampaikan ini sangat besar tetapi saya malah khawatir
dengan akhlaq, ilmu dan amal, juga hafalan yang lemah sudilah
habibi memberikan nasihat sebaiknya apa yang kami perbuat dan jika
habibana ijinkan sudilah memberi do a dan restu agar hamba ini
mendapat kekuatan dan istiqomah dalam langkah syi ar ini hingga
akhirnya?
3. Ya habibi, saya memaklumi diri terlalu banyak bicara, apa saja
yg saya baca/dengar/dapat dari artikel, rekaman tausyah dlsb, saya
bicarakan/bahas dg teman/rekan di rumah, tempat kerja, dll. Kadang
saya ingin diam saja tak bicara karena khawatir sebagaimana dlm
Mukhtaralhadits Syarif tartib Hb. Umar bin Hafidh semoga Alloh
senantiasa memelihara dan mensucikan Beliau (hadits no. 42),
Cukuplah seseorang disebut sebagai pembohong apabila selalu
menceritakan setiap apa yg didengarnya ya habibi, sungguh hamba
takut bahkan dalam hadits arbain anNawawi (No.29)baginda nabi SAW
menyampaikan bahwa kunci dari seluruh kebaikan adalah Hifdul
Lisan adakah hamba terhindar dari peringatan habibuna sayyidina
Muhammad SAW tersebut? Mohon penjelasan dan bagaimana cara
menghindarinya mengenai hadits2 tersebut juga mohon do anya yaa
habibi .
Afwan ya habibi, kami sungguh lancang meminta-minta dan mengganggu
istirahat serta merepotkan habibana (pdhl habibi baru aja sembuh).
Ketamakan kami untuk selalu bertanya kepada habibi semoga menjadi
wasilah agar kami senantiasa berada di tangga istiqomah menuju
keridhoanNya dan semoga habibi ridho pd hamba dan bersabar atas
kejahilan hamba.
Oh, satu lagi ya habibi . (duh, kami sungguh2 merepotkan habibana,
sekali lagi ampun ya habibi ) Sertakan kami dalam doa dan
munajatmu, doakan kami semua agar berkesempatan jumpa dengan
Rasululloh SAW di telaga Haudh dan dapat menikmati air kautsar
secara langsung dari tangan beliau SAW yang amat mulia. Amin yaa
robbal alamin.
Semoga habibana senantiasa sehat wal afiat, dalam lindungan kasih
sayangNya dan cinta nabiNya Muhammad SAW, Amin.
Jazakallohu khairan,
Salam cinta dan rinduku untukmu, guru muliaku.
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:tanya dan pinta – 2010/10/06 15:46 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari
doa, Rasul saw bersabda : Tiadalah seorang muslim berdoa untuk
saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu
seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)

1. saudaraku tercinta, qadha shalat wajib hukumnya, berlandaskan
hadits shahih riwayat shahih Bukhari bahwa Rasul saw bersabda :
Barangsiapa yg lup/melupakan shalatnya hendaknya ia meng qadha nya
(Shahih Bukhari), juga sabda Rasul saw : hutang pd Allah swt lebih
berhak ditunaikan daripada hutang pada Allah swt.

maka baiknya kita meng qadha shalat semampunya, jika terlalu
banyak maka sebagian ulama mengatakan asal sudah ada usaha untuk
meng qadhanya, maka jika ia wafat masih membawa hutang shalatnya
maka ia telah dimaafkan Allah swt, dg syarat ia telah ada usaha
untuk meng qadha nya.

namun ada metode yg memudahkan kita, yaitu dg Taqrin Niyah (paduan
niat dlm shalat).

maka misalnya anda shalat subuh, tentunya anda melakukan qabliyah
subuh, maka saat qabliyah subuh anda meniatkan qadha shalat subuh
yg lalu lalu, sekaligus qabliyah subuh, niatnya boleh dg bahasa
indonesia atau dg bhs arab, jika dg bhs arab maka lafadhnya :
Ushalli fardhussubuh qadha^an, ma^a gabliyyatissubuh rak^atain
lillahi ta^ala.

maka semua shalat sunnah anda bisa dipadu dg qadha shalat, asalkan
yg jumlahnya sama.

misalnya qadha subuh, maka mestilah shalat sunnah yg dua rakaat,
bisa dipadu dg tahajjud, qabliyah subuh, dhuha atau lainnya yg
sama rakaatnya,

kecuali shalat magrib, jika ingin dipadu maka hanya bisa dg shalat
witir, lakukan shalat witir sesuai shalat magrib, walau afdhalnya
shalat witir itu dua rakaat lalu salam lalu 1 rakaat, namun boleh
dilakukan dg dua tahiyat satu salam.

maka anda mendapat pahala sunnah dan pahala qadha shalat.

jika dilakukan malam hari maka mengikuti cara waktu pelaksanaan,
misalnya qadha shalat dhuhur tapi dimalam hari, maka dg sedikit
mengeraskan suara, demikian sebaliknya jika qadha shalat isya atau
subuh, tapi dilakukan disiang hari, maka dilakukan dg bacaan yg
tidak dikeraskan.

mengenai subuh tetap dg qunut walaupun qadha subuh.

maka berusahalah mengqadha shalat ygpernah tertingggal semampunya,
memang hutang pd Allah lebih berhak ditunaikan daripada hutang
pada makhluk, namun dilain fihak Allah swt adalah sebaik baik yg
dihutangi, yaitu pemaaf.

juga ada pendapat jika sudah terlalu banyak maka dia tobat, maka
itu sudah melepas kewajibannya meng qadha shalat yglalu lalu.

2. semoga Allah swt menggenggam ruh, sanubari dan jasadmu untuk
selalu menjadi pembawa warisan cahaya tuntunan Sayyidina Muhammad
saw

3 megenai hadits itu, yg dimaksud adalah pembicaraan duniawi yg
berdosa, misalnya mendengar gunjingan lalu menyampaikannya pada
orang lain, atau pembicaraan2 dosa yg ia dengar, tanpa disaring
dan memikirkan dampaknya, ia langsung saja menyampaikannya pada
orang lain.

mengenai membicarakan kebaikan, sungguh Rasul saw bersabda :
Sampaikan dariku walau satu ayat (Shahih Bukhari), dan Imam Ibn
Hajar dalam Fathul Baari menjelaskan yg dimaksud bukan hanya ayat,
tapi semua ajaran alqur^an dan sunnah.

semoga kita selalu dalam bimbingan keluhuran dan kesucian Allah
swt, setiap nafas dan kejap, hingga naas kita berakhir, dan
bertemu kembali bersama Rasul saw di telaga haudjh dan sorga,
amiin

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

salam rindu

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=14096

© http://carauntuk.com/keterbatasan-pengetahuan-para-sahabat-terhadap-kemodernisasian-memang-kita-akui-namun-kebenaran-hadits-hadits-riwayat-mereka-tak-bisa-kita-gubris-jika-telah-dishahihkan-apalagi-oleh-imam-bukhari

Leave a Reply

-->