Homeforum.majelisrasulullah.orgKetentuan Allah – 2007/09/20

Ketentuan Allah – 2007/09/20

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 38 views share

asadi Ketentuan Allah – 2007/09/20 23:03 Assalamualaikum wr wb

semoga Allah Swt melimpahkan kasih sayangnya kepada habib dan
keluarga

Bib ane mo tanya lagi nih, manusia itu kan ditentukan segala
sesuatunya pada saat ruhnya ditiupkan kedalam rahim ibunya seperti
rizkinya,umurnya,serta dia termasuk ahli neraka atau ahli syurga.
Yang jadi pertanyaan ane yaitu apakah ketentuan itu mutlak dan
tidak bisa berubah? Bagaimana kalau ada orang yg rajin ibadah
tetapi ketentuannya ia ahli neraka, atau sebaliknya ? apakah
ketentuan itu mutlak atau bisa berubah.
Mohon penjelasannya Bib.

Jazakumullah khoiron katsiro

wassalamual^aikum wr wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Ketentuan Allah – 2007/09/22 12:59 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

semoga kemuliaan ramadhan, keagungan shiyaam, kesucian Qiyaam,
keberkahan Alqur;an, dan cahaya Lailatul Qadr selalu terlimpah dan
menghiasi hari hari anda dan keluarga.

Saudaraku yg kumuliakan,
manusia melewati kehidupan dan ketentuan Allah swt namun ketentuan
Allah bisa berubah, sebagaimana kita memahami bahwa Qadha
(ketentuan Allah) ada yg Mubram (tak bisa berubah) dan ada yg
Mu^allaq (bisa berubah), sabda Rasul saw : “Doa dapat merubah
Qadha” (Mustadrak ala shahihain hadits no.6038).

kita berbuat dan beramal, dan memasrahkan segalanya kepada Allah,
kita mepunyai keinginan dan berusaha, namun bila kehendak Allah
berbeda maka kita tenang dan tak risih, ridho dengan kehendak Nya
swt.

manusia berbuat, namun sesekali ia bukanlah Maha Pengatur, ia
berbuat namun tak bisa memaksakan kehendak Allah agar Allah
menuruti kemauannya, ia selayaknya menerima keputusan Sang Pemilik
Nya swt, sebagaimana anak yg patuh akan menerima kemauan ibunya
walau bertentangan dengan keinginannya, ia jatuhkan kemauannya dan
ia bersabar atas kemauan ibunya,

lebih lebih lagi atas kemauan kekasih tunggalnya yaitu Allah swt,
yg menciptakan ibu dan ayahnya, kita mempunyai kehendak, namun
ketika kita sadar ternyata kehendak Nya berbeda dengan kemauan
kita dalam suatu hal, maka kita tenang dan bersabar atas kemauan
Nya swt, dan inilah hakikat hamba, mustahil hamba mengangkat
dirinya atas tuhannya hingga memaksa agar tuhannya mesti patuh
pada keinginannya.

tawakkal yg benar adalah tawakkal yg diserrtai usaha, yaitu
berusaha namun memasrahkan hasil kerjanya pada Allah, bila
berhasil maka ia bersyukur karena ALlah sesuai dan setuju dg usaha
dan kemauannya, dan bila tak berhasil ia bersabar karena ternyata
kehendak Allah swt tak sesuai dg keinginannya, inilah yg disebut
tawakkal.

Jabariyah adalah pemahaman yg mengatakan bahwa amal shalih
bukanlha sebab masuknya kita ke sorgadala segala hal, dan
sebaliknya adalah Qadariyah, yg meyakini bahwa sorga adalah
bayaran dari amal kita secara mulak.

dan kedua faham ini batil, bahwa kita beramal dan Allah swt
menentukan diterimanya amal itu atau tidak.

tentunya kita tak berpangku tangan, tidak pula mengandalkan amal
untuk memastikan masuk sorga dan bebas dari neraka. (Fathul Baari
Almasyhur juz 11 hal 296).
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dalam semua cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

NURYADIN Re:Ketentuan Allah – 2007/09/27 03:28 Sesungguhnya usaha kamu
memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di
jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang
terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan
yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya
cukup (merasa tidak membutuhkan Allah), serta mendustakan pahala
yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang
sukar. (QS. Al-Lail: 4-10)

Maka beramallah kita, karena seseorang itu dipermudah kepada
ketetapan akhirnya. Ketika kita digerakkan Allah untuk berbuat
baik, maka berharaplah mudah2an itu adalah tanda bahwa Allah
hendak memasukkan kita ke dalam surga. Ketika kita dibiarkan Allah
untuk berbuat dosa, maka takutlah, jangan2 itu adalah amal penutup
kita. Oleh sebab itu, ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan
baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapus perbuatan buruk.

Beramal dan berikhtiarlah, tetapi ingat, bahwa amal kita tidak
akan mendatangkan apa pun bagi kita, maka jangan andalkan amal
kita itu. Hanya Allah yang mendatangkan segala sesuatu bagi kita.
Maka bertawakkal kita kepada Allah. Jadikanlah amal kita sebagai
alamat atau pertanda. Dan ingat juga, bahwa pertanda yang satu
bisa menghapus pertanda yang lain. Semoga amal terakhir kita
adalah amal yang baik. Ingat, kita tidak tahu, kapan ajal
menjemput.

Beramal baik, tetapi tidak mengandalkan amal, inilah yang dimaksud
dengan ^tajrid^ oleh Ibnu Athoillah. Memang kesembuhan datang dari
Allah, bukan dari obat, tetapi Rasul tetap saja menganjurkan agar
kita berobat jika sakit.

Taqdir Allah adalah untuk diyaqini dan diimani. Sedangkan segala
amal shalih kita adalah ciptaan Allah yang tentunya tidak lepas
dari Qudroh dan Irodah Allah. Makanlah, tetapi yaqinlah bahwa
kekuatan dan kesehatan itu datangnya dari Allah. Berobatlah,
tetapi yaqin bahwa kesembuhan itu dari Allah. Jadikan segala
ikhtiar kita itu sebagai ibadah, karena memilih yang halal adalah
ibadah. Dan ibadah adalah doa agar Allah menjadi ridho, agar Allah
memberi hajat kita berupa kekuatan, kesehatan, dan keselamatan
dunia akhirat. Dan mengenai doa… seandainya ada yang dapat
mengubah taqdir, maka itulah doa.

Kita hidup di dunia ini adalah untuk berikhtiar, untuk memilih.
Rizki yang sudah ditaqdirkan untuk kita tentu datang kepada kita.
Tinggal kita memilih, dengan jalan apa rizki itu datang kepada
kita. Dengan jalan halalkah, atau haram? Dengan jalan yang Allah
senangi, atau yang Allah benci? Allah senang melihat hamba-Nya
yang pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, lalu membawanya ke
pasar untuk dijual dengan cara yang sah. Allah senang melihat
hamba-Nya yang memilih rizki yang halal. ^Memilih^ adalah suatu
kata aktif yang disandarkan kepada kita. Sedangkan ^Menentukan^
adalah haq Allah.

Wallahu a^lam.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Ketentuan Allah – 2007/09/27 12:01 Hayyakumullah.. semoga Allah
menyambut anda dengan segala anugerah Nya swt..

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=7489

© http://carauntuk.com/ketentuan-allah-20070920

Sponsor 2

Leave a Reply