jump to navigation

Keluhuran merah putih indonesia!!!
June 22, 2012

Posted by cu.admin in : curhat , trackback

Saya tertarik dengan hadits berikut ini, dimana hadits ini menurut pendapat saya menceritakan "indonesia" negara kita tercinta.

Hadits shohih yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan Jilid X, halaman 340 dari Hamisy Qastalani. Di situ tertulis, Imam Muslim berkata: “Zuhair bin Harb bercerita kepadaku, demikian juga Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna din Ibnu Bagyar. Ishaq bercerita kepada kami. Orang-orang lain berkata: Mu’aelz bin Hisyam bercerita kepada kami, ayah saya bercerita kepadaku, dad Oatadah dari Abu Qalabah, dari Abu Asma’ Ar-Rahabiy, Dari Tsauban radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَإِنَّ رَبِّي قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لَا يُرَدُّ وَإِنِّي أَعْطَيْتُكَ لِأُمَّتِكَ أَنْ لَا أُهْلِكَهُمْ بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ يَسْتَبِيحُ بَيْضَتَهُمْ وَلَوْ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مَنْ بِأَقْطَارِهَا أَوْ قَالَ مَنْ بَيْنَ أَقْطَارِهَا حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا وَيَسْبِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا


“Sesungguhnya Allah menggulung bumi untukku sehingga aku bisa melihat timur dan baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang telah dinampakkan untukku. Aku diberi dua harta simpanan: Merah dan putih. Dan sesungguhnya aku meminta Rabbku untuk ummatku agar Dia tidak membinasakan mereka dengan kekeringan menyeluruh, agar Dia tidak memberi kuasa musuh untuk menguasai mereka selain diri mereka sendiri sehingga menyerang perkumpulan mereka. Dan sesungguhnya Rabbku berfirman, “Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menentukan takdir tidak bisa dirubah, sesungguhnya Aku memberikan untuk umatmu agar mereka tidak dibinasakan oleh kekeringan menyeluruh dan Aku tidak akan memberi kuasa musuh untuk menyerang mereka selain diri mereka sendiri lalu mereka menyerang perkumpulan mereka, walaupun musuh mengeepung mereka dari segala penjurunya, hingga akhirnya sebagian dari mereka (umatmu) membinasakan sebagaian lainnya dan saling menawan satu sama lain.”
 (HR. Muslim no. 2889)

 
ada 2 sejarah untuk merah putih (karena saya muslim jadi saya milih sejarah yang islami tapi tidak meragukan/menghargai pendapat/sejarah lain dari merah putih jadi saya cantumkan disini) :
 
Ada sejarah panjang mengenai Merah Putih, warna bendera nasional Indonesia. Ada yang meyakini jika kedua warna tersebut berasal dari warna bendera Rasulullah SAW,  namun ada juga yang menyatakan sejarahnya lebih tua lagi. Kedua asumsi tersebut memang benar adanya. Sejak abad pertama masehi, di pesisir utara Jawa Barat terdapat Krajan Salakanagara yang menganut keyakinan lokal sama sekali bukan Hindu atau Budha. Krajan (Kerajaan) yang telah berdiri enam abad sebelum .’ kedatangan Islam di Jazirah Arab ini diyakini merupakan kerajaan pertama di Nusantara. Jauh sebelum era Salakanagara, para penduduk di Nusantara dan juga pulau-pulau di sekitarnya yang berasal dari orang-orang Austronesia, yang datang sekitar 6.000 tahun silam, dipercaya telah memiliki kepercayaan religi terhadap alam semesta. Salah satu ritualnya adalah penghormatan terhadap Matahari dan Bulan. Dalam bahasa sanskrit yang merupakan salah satu bahasa tertua di kepulauan ini, Matahari (Atlittga) dilambangkan dengan warna merah, sedangkan Bulan (Chandra) dilambangkan berwarna putih. Keyakinan ini dipegang oleh orang-orang yang berdiam di Kepulauan Austronesia yang berada di Samudera Hindia dan juga Pasific. Orang-orang Austronesia kemudian berasimilasi dengan para pendatang baru yang datang dari utara, Asia Tenggara, sekira 2.000 tahun setelahnya. Keturunan merekalah yang kini menjadi suku ash Nusantara yang kits kenal. Nenek moyang kita ini hidup bersama alam. Mereka percaya jika kehidupan ini berasal dad dua zat utama yang ada di dalam diri manusia-hewan dan jugs tanaman: getih dan getab. Geld) adalah darah, benvarna merah, dan Getah adalah `darah’ tanaman, berwarna putih. Saat Islam menyinari Nusantara di awal abad ke-7 M, simbolisasi merah dan putih dalam bentuk benders mulai dikenal masyarakat

Pendapat saya ber-asumsi merah putih dari Rasulullah Saw pertama karena hadits diatas dan ada beberapa keunikan pada diri Rasulullah Saw beliau mengikat merah dan putih sebagai lambang negara dan perjuangan dimana warna putih digunakan sebagai benderanya Rasulullah Saw sedangkan warna merah cenderung digunakan saat berperang dan beberapa sahabat mengunakan sarung pedang berwarna merah dan lain – lain anda bisa baca sendiri pada sumber dibawah untuk lebih jelasnya.

tau gak sih maksud dari ulama dulu atau kata lain dari orang dulu coba simak bagian ini :

Simbolisasi merah-putih ini oleh para ulama terdahulu dilebur ke dalam tradisi lokal dalam berbagai upacara dan peristiwa penning, di antaranya alam setiap pembangunan rumah atau bangunan besar, bendera merah-putih dikibarkan di bagian paling atas proyek, dengan harapan proyek tersebut mendapatkan “syafaat” dari Rasulullah SAWBubur merah dan putih dibuat dan dibagikan ke para tetangga sekitar di.scat pemberian nama jabang bayi. Ini melambangkan jika saat dilahirkan, bayi diiringi darah sang bunda yang berwarna merah (QS. 96:2), dan selama di dalam rahim, 9 bulan 10 hari, bayi bisa hidup dengan asupan gizi dari darah merah sang .ibu. Setelah lahir pun, sang bayi selama lebih kurang 20 bulan 20 hari (atau sekarang dianjurkan selama 24 bulan penuh) memerlukan darah merah sang ibu dalam rupa ASI. Jadi, seorang jabang bayi membutuhkan darah ibu yang berwarna Merah dan Putih selanaa 30 bulan (QS 46: 15).Bubur merah dan putih juga biasa dibuat untuk memperingati Tahun Baru Hijriyah.Salah satu tradisi masyarakat Sunda adalah dengan mengungkapkan rasa syukur dengan bahasa simbol Kagunturan Madu — Karagragan Menyan (Diberi madu dan kejatuhan menyan putih). Madu adalah lambang merah dan menyan putih adalah berbau harum.Juga merupakan sebuah kebiasaan jika para ulama terdahulu di dalam menuliskan Al-Qur’an, menulis asma Allah dan asma Pengganti-Nya dengan tinta merah di atas kertas yang putih.

sedangkan menurut para ulama makna merah putih tersebut adalah sebagai berikut :

 Ahli hadits. Al Mubarakfuri, dalam kitab Tuhfatul Ahwazi bi Syarh Sunan Abi Dawud, menjelaskan: “Harta merah dan putih di sini merujuk pada 2 hal yang disebutkan sebelumnya (timur dan barat), harta merah artinya emas, harta putih artinya perak. At Turbasyti berkata: Maksudnya adalah harta kerajaan Kisra (timur) dan Romawi (barat). Karena secara umum alat transaksi Kisra adalah dinar (emas) dan Romawi dirham (perak)”

Imam An Nawawi juga menjelaskan di kitab Syarh Shahih Muslim: “Para ulama berkata: yang dimaksud harta merah dan harta putih adalah emas dan perak, yaitu harta dari Kisra dan Romawi”

sedangkan menurut pendapat pribadi saya, merah putih ini menunjuk ke indonesia? koq bisa? iya bisa kan ini pendapat saya jika tidak sependapat tidak masalah koq sah – sah saja yang penting damai cooy 😀

berikut alasan saya , dengan mencoba tafsirkan hadits diatas dengan ilmu saya yang dangkal untuk membangkitkan rasa Nasionalime dan Syahadat yang saya miliki:

…..

Aku diberi dua harta simpanan (kenapa disebut simpanan karena Belum ada negara dengan nama indonesia karena itu disebut simpanan berbeda dengan cina yang langsung Rasul sebutkan pada zamannya dihadits lain karena ALLAH masih merahasikan indonesia): Merah dan putih (indonesia). Dan sesungguhnya aku meminta Rabbku untuk ummatku agar Dia tidak membinasakan mereka (bagian ini kembali ke makna sebelumnya yaitu merah putih = indonesia dan sepertinnya ini DOA khusus untuk indonesia) dengan kekeringan menyeluruh, agar Dia tidak memberi kuasa musuh untuk menguasai mereka selain diri mereka sendiri sehingga menyerang perkumpulan mereka (mudah – mudah indonesia tidak kembali terjajah amin). (DAN ALLAH MENGABULKANYA..)

Dan sesungguhnya Rabbku berfirman, “Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menentukan takdir tidak bisa dirubah, sesungguhnya Aku memberikan untuk umatmu agar mereka tidak dibinasakan oleh kekeringan menyeluruh dan Aku tidak akan memberi kuasa musuh untuk menyerang mereka selain diri mereka sendiri lalu mereka menyerang perkumpulan mereka, walaupun musuh mengeepung mereka dari segala penjurunya (indoensia adalah negara yang luas dengan harta yang luar bias banyak dan dikelilingi perairan yang dapat kapan saja dengan mudah dikepung dari segala penjuru mata angin), hingga akhirnya sebagian dari mereka umatmu membinasakan sebagaian lainnya (Manusia yang lahir setelah Diutusnya Rasul maka disebut umat rasul dan ini disebut oknum yang membinasakan sodara setanah air tidak ada bangsa yang jajah kita tapi kita di grogotin dari dalam : KORUPTORRRR ) dan saling menawan satu sama lain.” (HR. Muslim no. 2889)

inti dari pemikirn saya adalah :

1. Jika benar itu untuk indonesia Rasulullah Saw mendoakan kita agar terhindar dari kekeringan (pemanasan global) jadi santai saja dan jangan sampai isu pemanasan global menjadi huru-hara dinegara kita tercinta ini dan kita saling menjaga/memelihara indonesia dengan cara tindak tegas bagi perusak lingkungan dimanapun berada di wilayah indonesia.

2. Jika benar itu untuk indonesia dikhususkan bagi negara kita tercinta maka kita sudah diberikan perlindungan agar tidak terjajah kembali.

3. Ada rahasia dibalik rahasia dari ALLAH kenapa merah putih disimpan sebagai harta.. kelak harta tersebut akan digunakan jika waktu yang dibutuhkan telah tiba

* Pendapat ini tidak boleh digunakan untuk adu argument jika tidak sependapat maka tidak perlu ribut, ingat hadits diatas sebagain kita membinasakan sebagian yang lain jadi damai itu indah untuk indonesia tercinta..

 

Selesai 

wallahualam bissawab

 

La ilaha illallah Muhammad Rasulullah

Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh

Stop KORUPSI di Indonesia

Stop kafirkan sesama muslim

Sumber: 
http://forum.kompas.com/nasional/34758-asal-usul-merah-putih.html? 
http://zonahitamdunia.blogspot.com/2012/05/benarkah-bendera-merah-putih-adalah.html?m=0#ixzz1yaao6MJu

© http://carauntuk.com/keluhuran-merah-putih-indonesia

Sponsor 2