Homeforum.majelisrasulullah.orgKAIDAH-KAIDAH FIQH ( QOWAIDUL

KAIDAH-KAIDAH FIQH ( QOWAIDUL

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 161 views share

siliwangi KAIDAH-KAIDAH FIQH ( QOWAIDUL FIQHIYYAH ) – 2007/07/17 02:13
Assalammu^alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Semoga bau surga sampai kepada Habib Munzir karena keharuman Ilmu
yang Habib fahami untuk menerangi hati-hati kaum muslimin.

Tolong habib apakah ini sudah benar menurut Habib, mohon
koreksinya dari Habib langsung . karena artikel ini sangat panjang
maka saya hanya menampilkan sedikit demi sedikit, saya ingin
langsung belajar dari habib lewat forum ini.

بســــــــم اللــــه الرحمـــــن الرحيــــــــــم

Qowa^idul fiqhiyyah

الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريط له،
وأشهد أن محمدًا عبد الله ورسوله وصفيّه وخليله، نشهد أنَّه بلغ الرسالة
وأدى الأمانة ونصح الأمة وجاهد في الله حق الجهاد، صلّى الله وسلّم
وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن اهتدى بهداهم إلى يوم
الدين.
أمَّا بعد

Setelah tahmid dan salam ( diatas pent. ) dalam kesempatan ini ana
akan berusaha sedikit-demi sedikit ( insya allah ) menukilkan ”
qaidah syariyyah dari qaidah fiqhiyyah muyassaroh / qaidah-qaidah
fiqih yang mudah ” yang telah digoreskan oleh ulama^ dari generasi
salafus sholeh terdahulu ataupun sekarang, sehingga kita semakin
mengenal akan qaidah-qaidah syar^iiyah yang di atasnya di bangun
agama ini serta dalam istimbat hukum, dan mempermudah bagi kita
untuk memahami agama ini ( isnya ALLAH ), & kitapun beragama
dengan qaidah dan ilmu karena makna ilmu mengetahui kebenaran
dengan dalilnya
لِأَنَّ اَلْعِلْمَ: مَعْرِفَةُ اَلْحَقِّ بِدَلِيلِهِ
bukan hanya sekedar akal-akalan & memperturutkan hawa nafsu
sebagaimana kata imam ali RA tatkala mensikapi perintah rasulullah
untuk mengusap sepatu bagian atas bukan bagian bawahya bagi orang
yang berwudhu memakai sepatu jika musafir (ataupun lainya misal
musin dingin pent ) belaiau berkata :
لو الدين براء لمســـح اصفــل خفين أفضال من اعلاها
Seandainya agama ini dengan akal-akalan sungguh mengusap 2 sepatu
bagian bawahnya ( tatakala berwudhu) lebih utama dibanding bagian
atasnya.( bisa di lihat di kutaib ta^dimus sunnah )
bagi siapun pembaca yang ingin berpartisipasi dalam tread ini fal
yatafadhal ( kami persilahkan ) , namun ana harapkan untuk tidak
memperpanjang dalam berdiskusi masalah-masalah lainya karena tread
ini sengaja ana kemukakan disini untuk mengemukakan qoidah fiqih
yang mudah kita cerna bukan memperdebatkanya namun untuk menambah
perbendaharaan ilmu syar^iiyah sekalian muraja^ah bagi ana
khususnya terhadap ilmu yang telah ana pelajari dahulu kala di
ma^had baik secara hapalan ataupun tulisan tatkala di indonesia
hingga saat ini di saudi arabia, dan ini ana nukilkan dari
beberapa kitab karangan ulama diantaranya :

قواعد القواعد لشيـــخ صالح بن عبد العزيز آل الشيخ
منظومة القواعد الفقهية للعلامة عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله
رسالة لطيفة في أصول الفقه للعلامة عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه
الله
ملخص القواعد الفقهية إعداد أبو حميد عبد الله بن حميد الفلاسي
مذكرة أصول الفقه على روضة الناظر للعلامة ابن قدامة رحمه الله تأليف
الشيخ محمد الأمين بن المختار الشنقيطي رحمه الله صاحب أضواء البيان
منظومة القواعد لشيخ صالح العثيمن

Ataupun kitab-kitab yang lainya insya allah

Adapun untuk kitab yang pertama ( qowaid al qowaid ) ana cuman
menukilkan makna & arti qowaid/qaidah karena kitab ini banyak
membahas qaidah secara umum terutama dalam masalah manhaj ( dan
munkin juga ana nukilkan disini insya allah ) adapun jika ada yang
salah baik terjemahan & tulisan sebagai manusia biasa ana mohon
maaf yang tiada terkira & mohon di koreksi, sebagaimana dikatakan
dalam sebuah hadist
الانســـان محــل الخطاء و النسيان و خير الخطاء التوبــون
Sesunggunya manusia itu tempatnya salah dan lupa sebaik-baiknya
kesalahan adalah dengan bertaubat kepada ALLAH.
jika ada benarnya itu datangnya dari ALLAH semata sebagiamana
firmaNya :
الحق من ربــك فلا تكونن من الممترين
Sesungguhnya kebenaran itu datang dari ALLAH maka janganlah engkau
bimbang & ragu
Sebelumnya sedikit kita nukilkan penjelasan makna qowaidul
fiqhiyyah secara ringkas..

Makna al qowai^d
لغـــة
القواعد عرَّفها أهل العلم بأنها جمع قاعدة، والقاعدة ما يُبنى عليها
غيرها، قاعدة الشيء ما يبنى عليها غيرها. بمعنى : (و زيادة مني )
الاساس مثلا قاعدة العمارة أو القانون أو المبداء مثلا : قاعدة
البلاد أو الحكومـــة

Secara bahasa :
Kata :”qawa^id” sebagaimana dijelaskan oleh ahlul ilmi ” dia
adalah jama dari kata”qaidah ” dan maknanya adalah : apa-apa yang
dibangun diatasnya sesuatu yang lain ( lihat qowaidul qowaid hal :
4 ) adapun tambahan dari saya sendiri: artinya pondasi / dasar
misal jika dikatakan قاعدة العمارة / qoidatul imaroh artinya
pondasi bagunan, bisa juga bermakna : prinsip dan asas ( metode/
peraturan) , misal قاعدة البلاد أو الحكومــة / qoidatul bilad au
hukumah artinya prinsip /peraturan negara atau pemerintah.

اصطلاحا
ولهذا قالوا إنّ تعريف القاعدة عند أهل الاصطلاح: أنها أمر كليّ ترجع
إليه فروع كثيرة.
وقال بعضهم: إنّ القاعدة أمر أغلبيّ ترجع إليه فروع كثيرة.
ونفهم من هذا التعريف أنّ القاعدة عبارةٌ تجمع قلة في الألفاظ لكن يدخل
تحتها صور كثيرة؛ لأنّ القاعدة موضوعة لجمع الفروع المختلفة.

ARTI SECARA ISTILAH :
Untuk itu berkata ahlul ilmi adapun qaidah secara istilah syar^ii
adalah : perkara yang menyeluruh ( universal ) yang di kembalikan
kepadanya cabang-cabang yang banyak.Dan berkata sebagian yang lain
: qoidah adakah perkara yang menyeluruh dikembalikan kepadanya
cabang-cabang yang banyak, maka dari uraian tersebut bahwasanya
makna qaidah adalah : sebuah ungkapan yang terdiri dari beberapa
kata akan tetapi masuk didalamnya pembahasan yang luas, karena
sesunggunya pembahasan inti dari qaidah adalah untuk mengumpulkan
cabang-cabang yang berbeda-beda.( ibid 4 )

Makna fiqh

Secara bahasa : dari kata : فَقِهَ يفقه فقها artinya : mengerti,
memahami, pemahaman maka jika dikatakan :
فقِّهَــهُ و أَفـقـــهَهٌ أي ذكَّّره artinya : memahamkannya / mengajarkan
dan mengigatkannya , pegetahuan & pengertian & kepandaian (
الفطنــة ) sebagaiman doa nabi kepada ibnu abbas :
الهــم فقِّهـــهٌ فــي الديــــن
” ya allah pahamkanlah dia kepada ilmu agama ”
maka jika dikatakan : تَفَـــقّه : تعلم الفقـــه tafaqqahu =
mempelajari ilmu fiqh
atau الفقـــه : علــم احــكام الشــرعيـــة fiqh adalah = ilmu
hukum syariat ( istilahnya)

Maka orang yang pinter dan mendalami hukum syariat di sebut :
الفَــقُــهُ و الفـقيـــــه و جمعــه : فُــقــهــاء أي من كان شديـــد
الفهــــم
Al faquh atau al faqih dan jamaknya ; fuqoha^ artinya orang yang
sangat cerdas dalam pemahaman.

وَالْفِقْهَ: مَعْرِفَةُ اَلْأَحْكَامِ اَلشَّرْعِيَّةِ اَلْفَرْعِيَّةِ بِأَدِلَّتِهَا مِنْ اَلْكِتَابِ، وَالسُّنَّةِ،
وَالْإِجْمَاعِ، وَالْقِيَاسِ اَلصَّحِيحِ ِ ( ) .مقدمة مَنْهَـــجُ اَلسَّالِكِــــينَ

adapun mana fiqh secara istilahi adalah : mengetahui hukum-hukum
syari^at serta cabangya dengan dalil dari kitab dan sunnah dan
ijma^ serta qiyas yang shohih.[/b]

و جاء الإمام العز بن عبد السلام -رحمه الله- المتوفى سنة ست
وستمائة، فألف كتابه: “قواعد الأحكام في مصالح الأنام”، وكان من
أوائل الكتب المؤلفة في القواعد الفقهية، فاحتذى العلماء بعده حذوه،
فألفوا مؤلفات عديدة في هذه القواعد
Dan adalah al imam al izzi bin abdus salam semoga allah
merahmatinya- bwliau wafat thn 606 H dan beliau mengarang kitab ”
qowaidul ahkam fi masolohil anam ” dan kitab ini termasuk salah
satu kitab yang pertama di tulis tentang qowaidul fiqhiyyah, maka
setelah itu para ulama mengikuti jejak beliau dan mulailah mereka
mengarang kutub dalam masalah qiwaidul fiqhiyyah.

Ini adalah sekelumit makna ushul fiqh secara ringkas serta
sejarahnya bagi yang ingin mendalami secara sunguh-sungguh kami
persilahkan untuk menela^ah kutub para ulama diantaranya yang ana
sebutkan diatas. Dalam menuliskan serta menukilkan qoidah
fiqhiyyah ini ana tuliskan teks indonesianya setelah tulisan arab
untuk mempermudah bagi yang ingin menghapalnya namun tidak bisa
membaca arab gundul , dan sebagian juga ana nukilkan suatu qaidah
inti isinya sama namun berbeda redaksi seperti misal bisa lihat
qaidah yang pertama, marilah kita mulai masuk kepada usul & kaidah
fiqhiyyah kita mulai ;

Kaidah petama :

النية شرط لسائر العمل بها الصلاح والفساد للعمل
An niyatu sartun lisairil ^amal biha sholaku wal fasadu lil^amal

Artinya : niat itu adalah syarat bagi semua amalan dalam ibadah
dengan niat akan diketahui baik & buruknya amalan.

وقد عبر بعض العلماء عن هذه القاعدة بعنوان آخر فقالوا: لا ثواب إلا
بنية،
Ada sebagian ulama^ mengemukakan qaidah ini dengan lafad & siya^ (
susunan kata ) yang berbeda : yaitu : la sowaba illa binniyat (
tidak sah suatu amalan kecuali dengan niat )
Atau redaksi yang lain mengatakan ( jumhur ulama^) : الأمور
بمقاصدها، : al umuru bimaqosidiha
Segala sesuatu amalan tergantung niat & tujuannya

Penjelasan secara ringkas :

ذكر المؤلف هنا أن النية شرط لتصحيح العمل، والمراد بالنية القصد-
يقال: نوى كذا بمعنى قصده، ويراد بالنية في الاصطلاح العزم على
الفعل، فمن عزم على فعل من الأفعال قيل بأنه قد نواه، وبعض العلماء
يعرف النية بأنها قصد التقرب لله – عز وجل – وهذا لا يصح؛ لأن النية
على نوعين: نية صحيحة بقصد التقرب لله – عز وجل – ونية التقرب لغيره،
وهذه أيضا من أنواع النيات، ولكل حكمه.
Pengarang ( as syeikh abdur rahman as sa^di ) menyebutkan di sini
: bahwasanya niat merupakan syarat sah tidaknya suatu amalan,
adapun yang di maksud niat adalah : a^ qosdu ( tujuan & keinginan)
jika di katakan : nawa kadha : artinya : madsud & tujuannya)
adapun makna niat secara istilah :” al azmu ^alal fi^il (
berkeinginan kuat untuk mengerjakan suatu amalan ) maka barang
siapa yang memiliki keinginan kuat untuk berbuat suatu amalan maka
sudah di katakan itu dia telah berniat, dan sebagian ulama^
menjelaskan arti niat maknanya : ” berkeinginan & bertujuan
mendekatkan diri kepada allah , dan ini kurang tepat , karena
disana ada 2 kemunkinan : niat yang benar untuk mendekatkan diri
kepada allah dan ada pula niat untuk mendekatkan diri kepada
selain allah, dan ini juga termasuk niat , dan semuanya ada hukum
dan perinciannya.

Dari qaidah ini ada 2 penjelasan yang pertama :
1.Dalil niat merupakan syarat amalan.
2. kedudukan dan fungsi niat.

Dalilnya dari hadist umar ibnu khotob :
وعن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب قال: سمعت رسول الله يقول:
إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى، فمن كانت هجرته إلى
الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو
امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه( متفق عليـــه )
Dari Amirul Mu minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu,
dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam
bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan
sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia
niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan)
Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan
Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang
dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka
hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma il bin
Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al
Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi
dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih
yang pernah dikarang) .

وهذا الحديث حديث عظيم حتى قال طائفة من السلف، ومن علماء الملة:
ينبغي أن يكون هذا الحديث في أول كل كتاب من كتب العلم؛ ولهذا بدأ به
البخاري -رحمه الله- صحيحه، فجعله أول حديث فيه حديث إنما الأعمال
بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى بحسب اللفظ الذي أورده في أوله.
وهذا الحديث أصل من أصول الدين، وقد قال الإمام أحمد: ثلاثة أحاديث
يدور عليها الإسلام:
حديث عمر: إنما الأعمال بالنيات .
وحديث عائشة: من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد .
وحديث النعمان بن بشير: الحلال بين والحرام بين
Hadist ini merupakan hadist yang amat agung sehingga sebagian
ulama^ salaf berkata: ” hendaknya hadist ini diletakkan diawal
kitab dari kitab-kitab ilmu agama, karena itulah imam bukhari
memulai menulis hadist dalam kitab shohihnya dengan hadist ini (
inamal a^malu binniyat ) sesuai lafad yang kami camtumkan diatas.
Dan hadist ini merupakan salah satu usul ( pondasi ) dari sekian
pondasi agama, dan telah berkata imam ahmad : ” tiga hadist yang
berputar & di bangun di atasnya islam yaitu :
1 hadist umar RA ini : inamal a^malu binniyat. ( sesunggunya
amalan tergantung niyatnya )
2yang kedua hadistnya aisyah RA : ” barang siapa mengada-ada (
berbuat bid^ah ) suatu amalan dalam agama kami ( islam ) yang
tidak ada contohnya ( dari rasulullah ) maka amalanya tertolak (
lihat arbai nawawi hadist ke 5 ) .
3. hadistnya nu^man bin basyir : sesunggunya halal telah jelas dan
haram sudah jelas ( lihat arbain nawawi hadist ke 6 )

adapun kedudukan & fungsi niat adalah :
kedudukan niat adalah didalam hati tidak ada tuntunan dari
rasulullah untuk menlafadkan niat & menjaherkannya, kecuali ibadah
haji /umrah

fungsi niat adalah :
1. untuk membedakan amalan itu ibadah ataupun adat dan perbuatan
biasa.
Misal : mandi , mandi ini adalah hal biasa, namun jika dilakukan
dengan niat ibadah , maka mandi ini akan bernilai ibadah, misal
mandi wajib, mandi sebelum ihram, mandi sebelum sholat jum^at,
begitu juga orang berkumur-kumur kemudian mencuci muka dan tangan
dan mengusap kepala serta kaki , kalo dilakukan habis bangun tidur
dengan tujuan biar bersih maka ini adalah hal biasa bukan ibadah,
namun jika di lakukan dengan niat wudhu maka inilah ibadah dsb.
2. untuk membedakan amalan satu dengan yang lainnya.
Misalnya: orang menjamak sholat dhuhur dan asar, keduanya
dilakukan dalam satu waktu & sama-sama 4 raka^at , maka untuk
membedakan ini sholat dhuhur & itu sholat asyar adalah dengan
niat, atau misalnya : kita masuk masjid kemudian kita sholat 2
raka^at , ada kemunkinan kita melakukan sholat tahiyatal masjid
atau sholat sunnah qobliyah ( sunnah rawatib ) untuk membedaknya
adalah dengan niat dsb.
Dan dengan niat akan diketahui benar salahnya amalan itu, karena
syarat ibadah selain niat adalah iklash dan mutaba^ah ( mengikuti
sunnah nabi ) dan ibadah apapun harus memenuhi syarat ini, sedang
iklhas ataupun tidak amalan tersebut juga tergantung niatnya ,
kalo niyatnya iklhas maka ibadahnya benar tapi kalo niatnya riya^
maka ibadahnya salah.

Maka dari sini ada 4 kemungkinan dalam ibadah :
1. iklash yang sesui dengan syariat خالص ولموافق
2. iklash namun tidak sesui syar^iat خالص غير موافق
3. sesui syariat tetapi tidak iklash موافق غير خالص
4. tidak iklash dan tidak sesui dengan syariat غير خالص و غير
موافق

dan dari 4 kemunkinan ini hanya yang iklas & sesuai syariatlah
ibadahnya yang di benar .

sebagian Ayat dan hadist yang berhubungan dengan niat :
Allah telah berfirman :
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ
وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ( سورة البينة :5)
Dan tidaklah mereka disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan
lurus ( al bayyinah : 5 )
{ مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ
جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا (18) وَمَنْ أَرَادَ الْآَخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ
مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا (19) سورة الإسراء آية : 18-19 7:
17:18. Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka
Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi
orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka
Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
17:19. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan
berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah
mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas
dengan baik. ( al isra^: 18-19 )
{ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (سورة
النساء آية : 114)
Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan
Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.( an
nisa: 114 )

Rasulullah telah bersabda :
حديث معاذ – رضي الله عنه – أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: ”
من غزا يريد عقالا، فإنما له ما نوى ”
Hadistnya mua^d RA sesunguhnya rasulullah telah bersabda : ”
barang siapa yang berperang karena ghonimah maka baginya niat
tersebut ( artinnya: dia tidak mendapat pahala karena niatnya
untuk mendapat harta rampasan perang pent.)
وجاء في المسند أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: ” رب قتيل بين
الصفين الله أعلم بنيته ”
حكم الحافظ -رحمه الله- بأن الحديث ممن وثق رجاله، قال: رجاله
موثقون،
Dan dalam musnad sesunggunya rasulullah SAW bersabda :
sesungguhnya antara 2 kelompok yang berperang ( saling membunuh )
allah lah yang tahu niat dalam hatinya (al hafidh ibnu hajar
menghukumi bahwasannya hadist ini rawinya terpercaya sebagaiamana
beliau berkata : rijaluhu mausuqun.

وجاء في الحديث الآخر أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: ” ثم
يبعث الله الناس على نياتهم
Dalam hadist lain dikatakan : “kemudian Allah membangkitkan
manusia sesui dengan niatnya ”

NB : nanti Kaidah keduanya menyusul …

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:KAIDAH-KAIDAH FIQH ( QOWAIDUL FIQHIYYAH ) – 2007/07/18 02:26
saudaraku.. saya mohon cukupka saja, sebab artikel ini tak bisa
diajarkan kecuali temu muka dalam suatu majelis, bila tidak maka
butuh syarah dalam setiap penjelasannya,

maaf bukan edit, namun butuh syarah penjelasan panjang lebar atas
setiap poin poinnya,

duh.. saya sibuk sekali, insya Allah lain waktu afwan.. afwan..

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

siliwangi Re:KAIDAH-KAIDAH FIQH ( QOWAIDUL FIQHIYYAH ) – 2007/07/18 18:52
Assalammu^alaikum wr.wb.

Semoga Ilmu dapat meninggikan derajat habib di surga nanti. tidak
apa-apa saya juga memakluminya tentang posisi habib saat ini. maka
saya akan sudahi 🙂

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:KAIDAH-KAIDAH FIQH ( QOWAIDUL FIQHIYYAH ) – 2007/07/19 10:46
Hayyakumullah.. semoga Allah menyambut anda dan keluarga dengan
segala anugerah Nya swt..

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=5596

© http://carauntuk.com/kaidah-kaidah-fiqh-qowaidul

Leave a Reply