Homeforum.majelisrasulullah.orgJika kita mempunyai nazar untuk berpuasa, bolehkan kita melakukan puasa tersebut digabung dengan niat puasa sunah?

Jika kita mempunyai nazar untuk berpuasa, bolehkan kita melakukan puasa tersebut digabung dengan niat puasa sunah?

forum.majelisrasulullah.org 23 2 likes 7.1K views share

 

Puasa – 2008/03/02 04:50Assalammualaikum Wr.Wb

Habib munzir yang saya hormati, saya ingin menanyakan :

Jika kita mempunyai nazar untuk berpuasa, bolehkan kita melakukan puasa tsb digabung dengan niat puasa sunah seperti senin kamis. 

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.

Wassalammualaikum Wr.Wb.

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Puasa – 2008/03/03 01:08Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kebahagiaan dan Cahaya Kelembutan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dan keluarga,

Saudaraku yg kumuliakan,
puasa Nadzar hukumnya wajib, namun boleh digabung dg puasa sunnah, yg tidak sah adalah menggabung puasa wajib dg puasa wajib pula.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu, 

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Puasa – 2008/03/03 20:57Assalammu'alaikum Wr Wb,

Maaf saya ikut nimbrung masalah puasa ini, habib bagaimana kalau puasa wajib ( hutang ramadhan ) saya gabung dengan puasa sunnah ? Apakah boleh ?

Mohon diinformasikan.

Terima kasih.
Wassalammu'alaikum Wr Wb

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Puasa – 2008/03/04 02:49Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Keindahan Anugerah Nya swt semoga selalu terlimpah pada hari hari anda dan keluarga,

Saudariku yg kumuliakan,
hal itu diperbolehkan dalam syariah, 
yg menjadi ikhtilaf ulama adalah jika puasa dibulan ramadhan yg mau digabung dg puasa syukur, atau puasa hajat, maka sebagian mengatakan tidak sah, sebagian mengatakan sah.

namun jika puasa Qadha yaitu diluar ramadhan maka dalam Madzhab Syafii hal itu diperbolehkan.

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu, 

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Puasa – 2008/03/05 00:01Assalammu'alaikum Wr Wb,

Terima kasih habib atas jawabannya, tapi ada satu lagi yang saya akan mau tanya, begini setelah ramadhan kita di sunnahkan untuk puasa syawal, pelaksanaannya saat puasa sunnah syawal kita harus qadha dulu puasa wajibnya atau sunnah sayawalnya kita dahulukan , karena waktu syawal sangat pendek, belum lagi wanita akan terbentur dengan masa haidnya, sedangkan Qadha puasa ramadhan kan waktunya juga masih panjang.

Bagaimana menurut habib ? Mohon penjelasannya.

Terima kasih
Wassalammu'alaikum Wr Wb

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Puasa – 2008/03/05 05:17Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Saudaraku yang kumuliakan dan di muliakan Allah SWT, berikut jawaban Habibana yang sudah ada di forum mengenai pertanyaan anda :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya Keberkahan Lailatul Qadr semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

Saudariku yg kumuliakan,
1. tentunta Qadha adalah wajib, dan puasa syawal adalah sunnah, namun saran saya saudari menyatukannya saja, puasa Qadha, gabung dengan puasa syawal, kedua niat itu digabungkan dan hal itu diperbolehkan.

Berikut linknya :
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=8911&lang=id#8911

Wassalam 
AdminII

sumber

© http://carauntuk.com/jika-kita-mempunyai-nazar-untuk-berpuasa-bolehkan-kita-melakukan-puasa-tersebut-digabung-dengan-niat-puasa-sunah

Sponsor 2

23 Comments

insan suykil

Assalamualaikum ustaz,

saya ada bernazar jika Allah perkenankan permintaan saya maka saya niat akan berpuasa selama seminggu pada tahun ini. Alhadulillah setelah Allah perkenankan permintaan saya kini saya tunaikan seperti yang saya janjikan.

persoalannya, bolehkan saya berpuasa secara asing dimana saya puasa minggu ini satu hari,minggu depan satu hari sehingga cukup seminggu….atau saya perlu berpuasa seminggu terus…dlm niat saya pun tak nyatakan saya akan berpuasa seminggu berturut2 tetapi akan berpuasa selama seminggu pada tahun ini sahaja.

saya risau jika saya memungkiri janji pada Allah dan lebih risau Allah tidak terima puasa saya sekiranya saya telah melakukan puasa tersebut dengan ikut cara saya sendiri.

Semoga Allah permudahkan urusan saya.

terima kasih.

Arie Ibrahim

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

@insan suykil saya mohon beribu maaf karena saya bukan ustad saya tidak berani menjawab pertanyaan anda, dan pada situs MR pun saya tidak menemukan pertanyaan yang sama mohon sekiranya anda bertanya dengan Ulama di lingkungan tempat tinggal anda untuk memastiknya.

Noer Boriel Musthofa (@nur_bibble)

Assalammualaikum Wr.Wb

Habib yang saya hormati, saya ingin menanyakan :

apakah puasa nadzar bisa digabung dengan puasa (hutang ramadhan) ??

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.

Wassalammualaikum Wr.Wb.

Arie Ibrahim

Assalamualaikum wr wb @Noer saya hanya salah satu fans dari Al Maghfurlah Al Habib Munzir Bin Fuad Al Musawwa dan mohon maaf sekeder info habib sudah lama wafat

berkaitan dengan pertanyan anda ini jawaban dari  Al Maghfurlah Al Habib Munzir Bin Fuad Al Musawwa yang saya dapati, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita :

merangkap puasa yg wajib dg puasa yg sunnah dibolehkan, demikian dalam madzhab syafii dan lainnya, namun yg dilarang adlah merngkap puasa wajib dg puasa wajib pula, misal qadha ramadhan dipadu dg puasa nadzar, maka hal itu tidak diperbolehkan.

imam bukhari didalam shahihnya tidak terdapat hadits larangan akan hal itu, dan tidak ada pembahasan akan hal itu, pembahasan akan hal itu ada pada kitab fiqih yg mendalam, ada di Majmu\’ Hujjatul Islam Imam Nawawi, ada di Syarh Baijuri, dll, jarang masa kini menelaah kitab kitab fiqih yg mendalam spt itu

 

widi

Assalamualaikum wr.wb
apakah juga boleh melaksanakan nazar digabung dengan nazar yang di jado satu.

Arie Ibrahim

Assalamualaikum wr wb @widi sesuai dengan penejlasan diatas

karena puasa Nadzar hukumnya wajib, maka tidak sah menggabung puasa wajib dg puasa wajib pula. karena hukum dari puasa Nadzar adalah wajib bukan sunnah

Ahmad

Assalamu’alaikum wr.wb saya ingin menanyakan.. bolehkah puasa nadzar dilakukan ketika bulan ramadhan ??

Arie Ibrahim

waalaikumsalam @ahmad jika menurut saya pribadi jika niat saja tidak boleh maka puasanya juga tidak boleh 🙂

wan luthfia nur zuhri

ass..
habib saya ingin bertanya bolehkan puasa ganti ramadhan(utangpuasa) saya gabung dengan puasa nazar?
maksudnya saya berpuasa dgn niat mengganti puasa ramdhan dengan puasa nazar dalam 1 waktu?

Arie Ibrahim

waalaikumsalam @wan luthfia nur zuhri
tidak diperbolehkan karena 2 puasa utang ramadhan dan nazar adalah wajib

# admin carauntuk.com bukan ustad, habib atau ulama, hanya jamaah

Sea sonia

Assalamualaikum. Brarti disaat bulan puasa tidak boleh melakukan puasa nazar dong?

CU-ADMIN

@Sea sonia,

waalaikumsalam, benar tidak boleh dilakukan puasanya berbarengan di bulan ramadhan

Erwin

Apa kita perlu sahur ketika melakukan puasa nazar?

Terimakasih atas perhatiannya assalamualaikum wr.wb

anonim

saya bernadzhar jika keinginan saya dikabulkan oleh ALLAH SWT,saya akan berpuasa senin-kamis.Nah pertanyaan saya bagaimana niat puasanya?apakah saya gunakan niat puasa nadhar atau niat puasa senin-kamis atau niat puasa nadzhar+niat puasa senin kamis.
terimakasih.

CU-ADMIN

@Erwin lebih baik sahur karena dapat pahala sunnah
sahur adalah sunnah hukumnya, sebagaimana sabda beliau saw : “Bersahurlah kalian, karena pada sahur itu terdapat keberkahan” (Shahih Bukhari).

CU-ADMIN

@anonim
puasa nazar boleh di gabung dengan puasa sunnah senin-kamis, insya ALLAH mendapat pahala puasa sunnah senin-kamis dan membayar nazar

unknown

ASSALAMMUALAIKUM Ustadz,
ustadz,saya dahulu pernah berjanji kepada Allah SWT,bahwa saya akan mendapatkan suatu keburukan jika saya melakukan 1 hal(tidak pantas saya sebutkan ustadz).Saya sangat merasakan Allah menimpakan keburukan itu akibat karena kesombongan saya.Sekarang saya sudah tidak melakukan hal tersebut,namun kutukannya masih tetap saya rasakan,bahkan kadangkala saat saya tidak melakukan hal tersebut,saya merasakan keburukannya ustadz.Saya telah berusaha puasa kafarat,namun tetap saja kutukannya masih ada ustadz.
Apa yang harus saya lakukan ustadz?,hal ini sangat menggangu saya,terimakasih

cu.admin

waalaikumsalam @unknown mohon maaf karena cu.admin bukan ustad dan tidak menemukan pertanyaan yang sama, sebaiknya anda melakukan tobat dengan sebenar-benarnya tobat janji untuk tidak melakukan hal itu kembali dan minta dicaput ucapan / niat buruk anda sebelumnya dan sering – sering lah anda ke majelis talim (habaib) luangkan waktu anda juga untuk membaca alquran dan lebih mendekatkan diri pada ALLAH. hati-hati dengan bisikan syetan yang membuat prasangka kita buruk pada ALLAH, wallahualam

spiderman

Assalamualaikum ustadz, saya bernazar puasa senin kamis selama 8 minggu. Namun, ketika saya sedang tidak bisa menunaikannya otomatis saya harus menunggu minggu berikutnya. Apakah nazar bisa diganti jadi puasa hari biasa dengan jumlah yg sama? Supaya lebih cepat menuntaskannya, tidak harus menunggu hari senin lagi atau bisa dilakukan hari apapun.
Tetima kasih.

cu.admin

@Spiderman

Waalaikumussalam Warohmatullah

mengenai pertanyaan saudara diatas lebih baik nya saudara jika ingin beribadah baik itu puasa, pergi haji dan lain sebagainya tidak perlu bernadzar dan lebih baik jangan pernah bernadzar, jika anda ingin ibadah silahkan anda beribadah saja namun jika tetap ingin bernadzar usahakan tidak seperti itu, melainkan jika anda ingin bernadzar usahakan pada saat dan waktu itu juga anda lakukannya. dan untuk nadzar anda bisa diganti saja jika anda tidak sanggup atau bisa mendatangkan mudhorot pada anda maka bisa di ganti dengan anda berpuasa saja tiga hari untuk membatalkan nadzar anda. namun untuk rutinitas puasa sunnah senin kamis anda jangan anda tinggalkan karena itu sudah bagus…

Demikian jawaban yang bisa kami infokam mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan saudara

jawaban diberikan oleh Pengurus Majelis Al Anwaar dengan alamat website http://mtalanwar.blogspot.co.id/ dan fans page facebooknya di https://www.facebook.com/AlanwaarMajelis, anda dapat mengirim donatur seiklhasnya pada bank bri a/n 032901059697505 Ahmad Fathoni.
silakan di like untuk menambah wawasan kita.

cu.admin

@unknown ada tambahan untuk anda.

Segala puji bagi Allah yang maha kuasa lagi maha perkasa, perihal mengenai nadzar sendiri sebenar nya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang karena hanya orang pelit atau bakhil yang mengeluarkan nazar dan nazar berarti tidak dapat menolak sesuatu sama sekali.

oleh karena itu untuk kita semua sebaiknya jika ingin melakukan sesuatu ke baikan jangan dengan mudahnya kita bernadzar, kenapa rasulullah katakan orang yang bernadzar itu adalah orang pelit? sebagai contoh : seandainya saya melamar pekerjaan di perusahaan BUMN dan diterima lamaran saya dan saya masuk menjadi karyawannya, saya akan memberikan sedekah kepada faqir miskin. yang menjadi pokok permasalahan disini adalah kenapa anda tidak memberikan sedekah kepada faqir miskin sebelum anda diterima di perusahaan tersebut, kenapa harus menunggu jika sudah diterima menjadi karyawan. maka hal seperti inilah yang rasulullah katakan orang pelit.

untuk pertanyaan saudara tersebut, kami sarankan saudara untuk selalu perbanyak istighfar dan bershalawat kepada rasulullah, dan selalu husnuzhon kepada allah. sebagaimana allah berfirman dalam hadits qudsi nya : ” ana ‘inda zhonni ‘abdi biy { aku sesuai dengan prasangka hambaku }.

Demikan jawaban yang bisa Al -Faqir jawab mudah2an menjawab pertanyaan saudara

jawaban diberikan oleh Pengurus Majelis Al Anwaar dengan alamat website http://mtalanwar.blogspot.co.id/ dan fans page facebooknya di https://www.facebook.com/AlanwaarMajelis, anda dapat mengirim donatur seiklhasnya pada bank bri a/n 032901059697505 Ahmad Fathoni.
silakan di like untuk menambah wawasan kita.

akh Zaidin

Assalamu’alikum.wr.wb
Sya Punya hajat,seandainya hajat sya terkabulkan sya akn puasa 2 thun berturut2,saat ini hajat saya belum terkabulkan tpi sya sudh melaksakan puasa nadzarnya ya habib dan sekarang sudh dpt 24 hri,tpi sya yakin hajat sya suatu saat nanti terkabulkan makanya sya lebih baik melaksanakn puasa dulu Ya habib,
Bagaimana ya habib
Wassalamu’alaikum.wr.wb

cu.admin

@ akh Zaidin

waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh

untuk perbuatan anda itu bagus silahkan anda kerjakan terus tidak apa2. perihal mengenai nadzar sendiri sebenar nya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang karena hanya orang pelit atau bakhil yang mengeluarkan nazar dan nazar berarti tidak dapat menolak sesuatu sama sekali.

oleh karena itu untuk kita semua sebaiknya jika ingin melakukan sesuatu ke baikan jangan dengan mudahnya kita bernadzar, kenapa rasulullah katakan orang yang bernadzar itu adalah orang pelit? sebagai contoh : seandainya saya melamar pekerjaan di perusahaan BUMN dan diterima lamaran saya dan saya masuk menjadi karyawannya, saya akan memberikan sedekah kepada faqir miskin. yang menjadi pokok permasalahan disini adalah kenapa anda tidak memberikan sedekah kepada faqir miskin sebelum anda diterima di perusahaan tersebut, kenapa harus menunggu jika sudah diterima menjadi karyawan. maka hal seperti inilah yang rasulullah katakan orang pelit.

untuk pertanyaan saudara tersebut, kami sarankan saudara untuk selalu perbanyak istighfar dan bershalawat kepada rasulullah, dan selalu husnuzhon kepada allah. sebagaimana allah berfirman dalam hadits qudsi nya : ” ana ‘inda zhonni ‘abdi biy { aku sesuai dengan prasangka hambaku }.

jawaban diberikan oleh Pengurus Majelis Al Anwaar dengan alamat website http://mtalanwar.blogspot.co.id/ dan fans page facebooknya di https://www.facebook.com/AlanwaarMajelis, anda dapat mengirim donatur seiklhasnya pada bank bri a/n 032901059697505 Ahmad Fathoni.
silakan di like untuk menambah wawasan kita.

Leave a Reply