atthoyar ISTRI TIDAK SEPERTI YANG KUDAMBAKAN – 2007/08/18 18:04 Istriku
Tidak Seperti yang Ku Dambakan

Untuk para pemuda yang akan menikah, untuk para suami yang telah
mendapatkan pasangan hidupnya. Kisah ini layak dan perlu untuk
ditelaah. Mungkin kau telah membayangkan dengan berbagai juta
pesona yang akan kau dapati dari calon pendampingmu.Terukir indah
dalam mimpimu setiap malam, dan ketika kau terjaga tampaklah
senyum merekah dari bibirmu, betapa tak sabar hatimu ingin
meraihnya. Namun, setelah kau bersamanya dan ia ada disisimu
begitu dekat dengan dirimu. Matamu, jiwamu dan hatimu selalu
bersamanya setiap waktu tiba-tiba kau merasa kecewa, kau temui ia
tidak seperti yang kau dambakan, tidak seperti yang kau inginkan.
Ibarat menelan pil pahit ingin segera kau muntahkan dari mulutmu
tapi rasa pahit itu terlanjur menyerang di kerongkonganmu.Sulit
untuk kau hilangkan dari lidahmu. Wahai para suami apa yang ingin
kau lakukan??

Jika terbetik dalam hatimu untuk berpisah darinya maka tunggu dulu
hingga kau membaca kisah ini, semoga kau bisa mengambil manfaat
darinya dan semoga hatimu sedikit luruh melunak karenanya. Inilah
kisahnya saudaraku, simaklah dengan baik-baik :

Ibnu Al-Jauzy mengatakan: Ada satu riwayat yang dinisbahkan
kepada Usman ibn Al-Nisabury: Pekerjaan apa yang ditangguhkan
untukmu? Dia mengatakan ; Saya dalam memberikan kasih sayang,
hingga keluargaku berupaya untuk menikahkanku, tapi aku tidak mau.
Kemudian seorang wanita datang kepadaku lalu mengatakan : Wahai
Abu Usman aku mencintaimu, demi Tuhan! Aku mohon padamu untuk
menikahi aku. Kemudian aku menghadirkan bapaknya-orang yang tak
punya- dan menikahkannya denganku, dengan demikian dia merasa
girang dan gembira.

Ketika wanita itu masuk menghadapku, ternyata matanya buta
sebelah, memiliki cacat, tidak cantik. Karena cintanya padaku ia
melarangku untuk keluar, lalu aku duduk demi menjaga kegusarannya,
dan aku tidak menampakkan kebencian sama sekali, seolah-olah aku
menyingkirkan segala ketidak sukaan. Aku lakukan itu selama 15
tahun hingga ia wafat. Aku tidak memiliki apapun dari pekerjaanku
kecuali aku menangguhkannya, demi untuk memelihara kegusaran
hatinya. (Saidul khatir, 635-636)

Ibnu Qayyim mengatakan : Dikatakan: Ada seseorang menikahi
seorang wanita. Ketika masuk ia mendapati pada anggota tubuhnya
cacar. Dia mengatakan: Aku menutupi kedua mataku, lalu aku katakan
: Aku buta, setelah 20 tahun wanita itu wafat dan dia tidak
mengetahui bahwa aku tidak buta. Kemudian dia ditanya mengapa
demikian: Dia menjawab aku tidak ingin pandanganku menyedihkannya
karena ada aib yang dimilikinya yaitu cacar (Madarijus Salikin 2/
326)

Kemudian simaklah kisah lainnya berikut ini:

Syaikh Dr. Muhammad ibn Luthfy as-Shabbagh mengatakan: Seorang
kawan berbicara padaku bahwa gurunya menyimpan rahasia dengan
suatu kenyataan yang terjadi dalam kehidupannya, dia mengatakan:
Sesungguhnya aku telah menikahi istriku ini selama 40 tahun. Aku
tidak pernah melihat satu halpun yang menggembirakan. Sejak hari
pertama mempergaulinya, aku tahu dia cocok denganku dalam suatu
hal, tapi dia adalah putri pamanku, dan aku yakin tidak ada
seorangpun yang mau menanggungnya, aku tetap bersabar dengan penuh
perhitungan. Allah subhanahu wata ala mengaruniakanku beberapa
putra yang baik dan shalih, dan memberiku pertolongan padanya
untuk menjauhinya dengan menulis berbagai karangan. Dari
karangan-karangan itulah aku berharap sumbangsih dalam ilmu
pengetahuan dan sedekah jariyah yang mengalir. Dengan demikian,
hubunganku yang kurang baik dengan istriku dapat menciptakan
hubungan sosial yang produktif dan membangun. Keadaan ini mungkin
tidak akan pernah terwujud seandainya aku menikah lagi dengan
wanita lainnya.

Beliau mengatakan lagi: Seorang kawan yang lain mengajak aku
ngobrol, dia mengatakan: Sejak hari-hari pertama aku menikah
dengan istriku, aku benar-benar tidak punya keinginan dan tidak
ada rasa cinta sama sekali, tetapi aku telah berjanji kepada Allah
untuk bersabar atas masalah ini, tidak menyakitinya, dan aku rela
dengan pemberian-Nya ini. Selama pernikahan ini, aku dianugerahi
harta yang banyak, dikaruniai beberapa putra, kedamaian dan
ketentraman. (nadzarat fil usrah al-muslimah, 196)

Apa pendapatmu setelah membaca kisah diatas?. Segala keputusan ada
ditanganmu, wahai para suami, .Sungguh aku tidak ingin mencampuri
kehidupan rumah tanggamu. Sebagai saudara seiman hanyalah sebuah
nasehat yang ingin ku berikan kepadamu, Renungkanlah firman-Nya:

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu
tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu
tidak menyukai sesuatu, padahal ALlah menjadikan padanya kebaikan
yang banyak” (AN-Nisaa ;19) dan juga hadits berikut ini semoga
hatimu terbuka olehnya:

Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Kalaupun dia
tidak menyukai suatu akhlaknya yang buruk, mungkin di sisi lain
ada akhlaknya yang dia senangi (HR. Muslim no.845). Wallahu alam
bish-shawwab

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=6362

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here