Homeforum.majelisrasulullah.orgHUKUM MERAYAKAN VALENTINE arsip 2008

HUKUM MERAYAKAN VALENTINE arsip 2008

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 134 views share

   Haidarbasyaruddin HUKUM MERAYAKAN VALENTINE - 2006/02/14 00:43 HUKUM
                     MERAYAKAN VALENTINE
    
                     Pada suatu pagi Desy mengejutkan teman-temannya dengan
                     setangkai bunga merah yang ia letakkan di atas dadanya,
                     serta merta mereka menyambutnya dengan senyuman sambil
                     bertanya, "Dalam rangka apa ini?" Desy menjawab, "Tidakkah
                     kalian tahu bahwa ini adalah hari kasih-sayang di mana
                     orang-orang sedang merayakan dan saling memberikan ucapan
                     selamat. Ini adalah perayaan untuk mengungkapkan rasa
                     cinta, romantika dan segala ketulusan, ini adalah Hari
                     Valentine...". Tetapi Sari, salah seorang temannya bertanya
                     kepada Desy dengan penuh keheranan, "Apakah arti Valentine?
                     " Desy menjawab, "Artinya adalah cinta dalam bahasa latin
                     ..!" Sari tertawa mendengar jawaban tersebut, "Apakah kamu
                     merayakan sesuatu yang tidak kamu mengerti artinya? Tahukah
                     kamu bahwa Valentine adalah seorang pendeta Nashrani yang
                     hidup pada abad ke 3 M?" Kata Sari bernada prihatin
                     terhadap keadaan sebagian putri muslimah yang mudah
                     mengikuti apa saja yang sampai kepada mereka tanpa berpikir
                     panjang.

                     SEJARAH HARI VALENTINE
                     Sari melanjutkan: "Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga
                     versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah
                     Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di
                     zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270
                     M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah
                     menentang beberapa perintahnya." "Claudius II melihat
                     St.Valentine mengajak manusia kepada agama nashrani lalu
                     dia memerintahkan untuk menangkapnya. Dalam versi kedua,
                     Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam
                     berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak
                     semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan
                     perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine
                     menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di
                     gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui
                     lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan
                     putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia
                     mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya.
                     Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang
                     bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine." Hal itu
                     terjadi setelah anak tersebut memeluk agama nashrani
                     bersama 46 kerabatnya."

                     Lanjut Sari: "Versi ketiga menyebutkan ketika agama
                     nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat
                     sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta.
                     Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap
                     pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis
                     desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap
                     pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan
                     gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang
                     tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan
                     "dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini."

                     Sambung Sari: "Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi
                     ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama
                     tuhan Ibu" dengan kalimat "dengan nama Pendeta Valentine"
                     sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama
                     Nashrani."

                     "Versi lain mengatakan St.Valentine ditanya tentang
                     Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian,
                     dan Jupiter, tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia
                     menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya
                     tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih," papar Sari,
                     "Maha Tinggi Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang
                     yang dzalim tersebut."

                     "Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini
                     dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari
                     gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang
                     sebenarnya merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang
                     Romawi!!!" Demikian Sari mengakhiri nasihatnya.

                     # HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE #
                     Saat ini banyak ABG muslimah yang terkena penyakit
                     ikut-ikutan dan mengekor pada budaya Barat atau nashrani
                     akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk pula
                     dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya
                     adalah mengenang kembali pendeta St.Valentine. Keinginan
                     untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan
                     tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila
                     orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan
                     dan pemikirannya.

                     Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar
                     dan kebiasaan. Padahal Rasul telah melarang untuk mengikuti
                     tata cara peribadatan selain Islam: "Barang siapa meniru
                     suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR.
                     At-Tirmidzi). Bila dalam merayakannya bermaksud untuk
                     mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi
                     bahwa ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud
                     demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang
                     besar. Ibnul Qayyim berkata, "Memberi selamat atas acara
                     ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah
                     disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi
                     selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan
                     mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan semisalnya. Bagi yang
                     mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran,
                     paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia
                     telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyembah
                     salib. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di
                     sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat
                     atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang
                     yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan
                     tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut.

                     Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas
                     perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran maka ia telah
                     menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan
                     Allah." Abu Waqid radhiyallah 'anhu meriwayatkan:
                     Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam saat keluar menuju
                     perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik
                     orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath,
                     biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di
                     pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi
                     wa sallam berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami
                     Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu
                     Anwaath." Maka Rasulullah n bersabda, "Maha Suci Allah, ini
                     seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami
                     tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat
                     yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti
                     kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR.
                     At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).

                     Adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat
                     syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' (loyalitas
                     kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang
                     merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf
                     shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci
                     orang-orang kafir, memusuhi dan menyelisihi mereka. Serta
                     mengetahui bahwa sikap seperti ini di dalamnya terdapat
                     kemaslahatan yang tidak terhingga, sebaliknya gaya hidup
                     yang menyerupai orang kafir justru mengandung kerusakan
                     yang lebih banyak.

                     Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya
                     hidup mereka akan membuat mereka senang, lagi pula,
                     menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan
                     keterikatan hati. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah
                     berfirman, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman,
                     janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani
                     menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah
                     pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara
                     kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya
                     orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah
                     tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
                     (Al-Maidah:51)

                     "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada
                     Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan
                     orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya."
                     (Al-Mujadilah: 22)

                     "Dan janganlah belas kasihan kepada kedua pezina tersebut
                     mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu
                     beriman kepada Allah, dan hari akherat." (An-Nur: 2)

                     Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah; ikut
                     mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah
                     As-Sunnah. Tidak ada suatu bid'ah pun yang dihidupkan
                     kecuali saat itu ada suatu sunnah yang ditinggalkan. Dampak
                     buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti
                     memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama
                     mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at
                     shalatnya membaca, "Tunjukilah kami jalan yang lurus,
                     (yaitu) jalan orang orang yang telah Engkau anugerahkan
                     nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai
                     dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)

                     Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan
                     kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan
                     darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai,
                     namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan
                     sukarela.

                     Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti
                     keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara
                     khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada
                     orang-orang yang memperingatinya. Ini adalah suatu
                     kelalaian, padahal sekali lagi perayaan ini adalah dari
                     ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan
                     cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan
                     pesta-pesta kristiani dan tradisi-tradisi Barat, akan
                     mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
                     Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang
                     sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai
                     Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan
                     antara pria dan wanita sehingga kita lihat struktur sosial
                     mereka menjadi porak-poranda.

                     Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih
                     baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan
                     menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan
                     kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa
                     mempersembahkan itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian
                     pula untuk ayah, saudara, suami .dst, tapi hal itu tidak
                     kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh
                     orang-orang kafir.

                     Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan
                     kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi
                     jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas
                     Langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang
                     bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam
                     golongan orang-orang yang disebutkan: "Kecintaan-Ku adalah
                     bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling
                     mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena
                     Aku." (Al-Hadits).

                     # FATWA ULAMA:#
                     Pertanyaan: Pada akhir-akhir ini ini telah tersebar dan
                     membudaya perayaan hari Valentine -terutama di kalangan
                     pelajar putri, padahal ia merupakan salah satu dari sekian
                     macam hari raya kaum Nasrani. Biasanya pakaian yang
                     dikenakan berwarna merah lengkap dengan sepatu, dan mereka
                     saling tukar mawar merah. Bagaimana hukum merayakan hari
                     Valentine ini, dan apa pula saran dan anjuran anda kepada
                     kaum muslimin. Semoga Allah selalu memelihara dan
                     melindungi anda.

                     Jawab: Assalamu 'alaikum wr. wb.Merayakan hari valentine
                     itu tidak boleh, karena:

                     Pertama: ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar
                     hukumnya di dalam syari'at Islam.

                     Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara
                     perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan
                     dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) - semoga
                     Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual
                     hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum,
                     berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya
                     setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi
                     orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan.

                     Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah
                     (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan
                     semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.

                     HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

                     Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam
                     terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak
                     dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan
                     hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di
                     dalam masalah 'Valentine Day'.

                     1. PRINSIP / DASAR
                     Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada
                     pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana
                     setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah
                     menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian
                     St. Valentine.

                     2. SUMBER ASASI
                     Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan
                     bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh
                     pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal
                     rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan
                     kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

                     Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :
                     ?Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada
                     kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

                     Katakanlah : ?Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk
                     (yang sebenarnya)?. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti
                     kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka
                     Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu?.

                     3. TUJUAN
                     Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di
                     persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari
                     dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus
                     berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran
                     lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan
                     memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan
                     persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha
                     Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda
                     :?Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia
                     cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri
                     sendiri?.

                     4. OPERASIONAL
                     Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk
                     pesta pora dan huru-hara.
                     Perhatikanlah firman Allah s.w.t.: ?Sesungguhnya
                     pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan
                     syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya?. (Surah
                     Al Isra : 27)

                     Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi :
                     ??walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada
                     di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati
                     mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
                     Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana?.

                     Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima
                     kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan
                     dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori
                     akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana
                     kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di
                     dunia.

                     Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah
                     mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah
                     semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan
                     sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati
                     dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama
                     lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan
                     hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan
                     hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam
                     lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan
                     'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan
                     sistem-sistem lain.

                     Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan
                     yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media
                     massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat
                     hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi.
                     Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang
                     bernyawa.

                     MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)

                     Perhatikanlah Firman Allah :
                     ??dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka
                     setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau
                     begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim?.

                     Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan
                     ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga
                     hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.

                     Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat
                     sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa
                     dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

                     Firman Allah s.w.t.:
                     ?Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia
                     akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan
                     Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin
                     (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman?.

                     Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di
                     dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-
                     "VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St.
                     Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan
                     Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari
                     tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam
                     adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol
                     dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil
                     Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari
                     Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan
                     Islam kita di Sepanyol..

                     * Semoga Kita Semua Dapat Mengetahui Mana yang benar dan
                     mana yang salah. dan semoga kita selalu berada pada jalan
                     Rosulullah Saw.

                               | | ==========

   munzir     Re:HUKUM MERAYAKAN VALENTINE - 2008/02/13 01:54 kesimpulannya,
              bukan berrati muslim yg merayakan valentine itu kafir, namun hal
              itu merupakan dosa dan penghinaan terhadap islam, dan menunjukkan
              lemahnya iman dan ketidak berdayaannya muslim tersebut dalam
              memuliakan agamanya.

              karena didalam islam hari kasih sayang bukan sekali setahun, tapi
              setiap detik kita berkasih sayang pada seluruh makhluk Nya swt,
              dan Nabi kita Muhammad saw adalah Nabi yg berkasih sayang pada
              kita, maka apalah artinya kasih sayang sekejap antara dua orang
              kekasih, sedangkan kasih sayang antara kita dalam islam adalah
              kekal dan abadi, hingga kita menghadap Allah swt kelak

              Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
              groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

              Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
              No rekening Majelis Rasulullah saw:
              Bank Syariah Mandiri
              Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
              No rek : 061-7121-494
              
                                | | ==========

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=11767
© http://carauntuk.com/hukum-merayakan-valentine-arsip-2008

Sponsor 2

Leave a Reply