Homeforum.majelisrasulullah.orghukum-hukum dalam pernikahan –

hukum-hukum dalam pernikahan –

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 276 views share

kartoraharjo hukum-hukum dalam pernikahan – 2007/06/22 06:24 Assalamu^alaikum
wr. wb.
Habib Munzir yang di rahmati Allah

minta maaf sebelumnya,

begini Habib, apasajakah hukum-hukum yang terjadi dalam berumah
tangga, yang bisa mengakibatkan suami istri dilaranng “berjumpa”
dalam sekian waktu. misalnya dalam waktu sekian lama karena
melakukan hal demikian suami istri dilarang “berjumpa”. saya
apakah ada peristiwa-peristiwa yang bisa mengakibatkan hal
demikian? ke mudian apa itu nuyzus, dihar,? apakah ada istilah
istilah lagi dalam berumah tangga selain dua istilah tersebut?

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:hukum-hukum dalam pernikahan – 2007/06/23 03:42 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Inayah dan kelembutan Nya swt semoga selalu tercurah pada hari
hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
tak ada suatu hal yg bisa menyebabkan suami istri tak boleh jumpa,
kecuali talak 3 (cerai) atau perbuatan Li^an.

Nusyuz adalah istri yg berbuat jahat pada suami, istri yg jahat
ini dinamai Nasyizah, atau Nusyuz, yaitu istri yg durhaka pada
suami,
Istri Nasyizah ini dalam syariah tak wajib bagi suami
menafkahinya, dan bila wafat maka suami tak wajib membiayai
penguburannya, walaupun ia masih mendapat warisan bila suaminya
wafat.

Dhihar adalah ucapan talak dari suami dg kata kata kiasan,
misalnya : engkau bagai ibuku!, atau : Engkau bagai adik
kandungku!, ucapan ini menjadi talak bila diniatkan, dan bila tak
diniatkan maka tidak jadi talak.

namun di negara arab dan dalam bahasa arab, ucapan ini sudah
bermakna talak,

mengenai istilah istilah lain seperti Watha^ syubhah, Li^an, talak
satu, dll.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

kartoraharjo Re:hukum-hukum dalam pernikahan – 2007/06/23 18:59 Inayah dan
kelembutan Nya swt semoga selalu tercurah pada Rasulullah
keluarga dan sahabatnya.

minta maaf Habib,
bolehkah saya mengetahui arti istilah-istilah itu dan beserta
contoh-contoh kasus mengenainya.
minta maaf untuk nuyzus itu, sampai bagaimanakah kedurhakaanya?
bolehbagi contohnya juga?
terimakasih

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

zaenal Re:hukum-hukum dalam pernikahan – 2007/06/24 06:58
assalamu^alaikum

Bib, apakah kalau bercanda atau tidak sengaja mengucapkan kata
yang bermakna talak, apakah jatuh/syah talaknya? banyak pendapat
simpang siur mengenai hal ini. mohon penjelasannya, afwan wa
syukron.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:hukum-hukum dalam pernikahan – 2007/06/25 01:20 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Inayah dan kelembutan Nya swt semoga selalu tercurah pada hari
hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Talak satu, adalah seorang suami menalak istrinya, bila terjadi
demikian tiga kali maka talak tiga adalah cerai.

Talak satu adalah sepertiga cerai, bila seorang istri di talak
satu maka ia mesti pisah rumah dg suami, dan nafkahnya ditanggung
suami, dan nanti suami boleh merujuknya, suami berdamai lagi dan
menerima istri kembali, maka mereka kembali dalam suami istri yg
sah, namun jika sampai 3X suci dari haidh (sekitar 3 bulan 10
hari) suami istri ini belum rujuk / damai, maka tak bisa lagi
keduanya berkumpul sebagai suami istri kecuali dg nikah lagi/ akad
nikah baru, maka mereka kembali dalam keluarga rumah tangga yg
sah.

Namun bila talak sudah berulang berturut2 sampai 3X maka jatuh
talak cerai, maka suami istri tak bisa kembali bersama kecuali
istri sudah nikah dg lelaki lain, lalu bercerai lalu kembali pada
suaminya dan akad nikah lagi, maka mereka bisa kumpul kembali.

Namun sengaja ngaja berbuat ini haram hukumnya, misalnya Budi dan
sari suami istri yg bercerai dg talak tiga, lalu Budi ingin
kembali pada istrinya, ia tak punya cara karena harus menunggu
istrinya nikah lagi dg lelaki lain, lalu bercerai, lalu melewati
masa Iddah, lalu baru boleh menikah lagi dg Budi.

Budi tak sabar menanti, maka Budi menghubungi temannya atau siapa
saja, agar menikahi istrinya lalu agar dicerai, supaya budi bisa
nikah lagi dg istrinya, hal ini sah dalam pernikahan namun dosa
besar, dikatakan dosanya lebih besar dari zina.

Istilah lainnya adalah Li an,
Li an adalah suami menuduh istrinya berzina dg pria lain, namun
suami tak punya saksi, maka suami bersumpah didepan hakim sebanyak
4X sumpah dg nama Allah bahwa ia tidak berdusta, dan bersumpah
lagi yg kelima bahwa bila ia dusta maka ia berhak mendapat laknat
Allah.

Lalu istri pun ditanya, bila istri mengaku maka cerai dan selesai,
namun bila istri tak mengaku maka istri disumpah pula 4X dengan
Nama Allah bahwa ia tidak berzina, dan Istri bersumpah yg kelima
bahwa bila ia dusta maka baginya laknat Allah dan kemurkaannya.

Bila ini terjadi maka suami istri itu bercerai dan tak akan pernah
bisa bersatu lagi selamanya, ini disebut Li an.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, masih banyak lagi istilah2
lainnya,

Contoh Nusyuz misalnya istrinya pemabuk, penjudi, dilarang oleh
suami namun ia terus berbuat seperti itu, atau istrinya bergaul
bebas dg lelaki lain,berpelukan, berciuman selain zina, maka ini
disebut Nusyuz.

saudaraku, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:hukum-hukum dalam pernikahan – 2007/06/25 01:27 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Inayah dan kelembutan Nya swt semoga selalu tercurah pada hari
hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
canda dalam mengucapkan talak ini berbahaya, namun berbeda
pendapat para fuqaha, yg mu^tamad bahwa terjaid talak walau dg
canda, namun ada pendapat yg mengatakan bila di wilayah mereka yg
asing dari ulama yg menjelaskan masalah ini maka talak nya tidak
terjadi .

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

kartoraharjo Re:hukum-hukum dalam pernikahan – 2007/06/25 22:53
Assalamu^alaikum wr. wb.
Bagaimana dengan Watha^ syubhah? apakah itu?
minta maaf Habib, sebelum menjalani pernikahan kita kan perlu
tau hukum-hukum mengenai nya? maka saya minta tolong penjelasan
mengenainya.
saya pernah dengar, kalau dhihar itu adlah mengatakan salah satu
bagian tubuh istri sama dengan kepunyaan Ibu. maka di hukum tak
boleh jumpa istri selama 3 bulan atau di ganti dengan sedekah
sekian banyak. jika tidak, maka jika melakukan hubungan dlam
masa itu maka dihukumi zina.
apakah demikian hukumnya?
saya takut jika tak faham dalam bab-bab ini salah-salah kita tak
sadar melakukan dosa, sepaerti tidak sadar jika telah dhihar
kemudian kita jumpa istri dan akahirnya kena hukum zina. minta
maaf.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:hukum-hukum dalam pernikahan – 2007/06/27 03:44 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya kebahagiaan semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Watha^ berarti Jimak (bersetubuh), syubhat adalah tidak jelas
halal dan haramnya.

salah satu contoh misalnya pernikahan setelah sah dan bersetubuh,
lalu kemudian diketahui bahwa ternyata lelaki dan wanita itu
saudara kandung, padahal sebelumnya tidak diketahui, maka
pernikahannya Batal, dan hukum persetubuhan sebelumnya itu tak
disebut Zina, tidak pula disebut pernikahan sah, namun disebut
Watha; Syubhat.

singkatnya maksud dari Watha^ syuhbat adalah persetubuhan yg bukan
perniklahan yg sah, yaitu berupa zina namun tidak dihukumi zina.

atau lelaki yg menikahi ibu susunya tanpa ia ketahui, tentunya
pernikahannya tak sah dan batal, namun bila ia telah
menyetubuhinya maka hukumnya watha^ syubhat, tidak berdosa zina,
namun pernikahannya dibatalkan.

dhihar digunakan oleh bangsa arab untuk mentalak istrinya, bila
suami berkata padqa istrinya misalnya : pundakmu seperti pundak
ibuku, atau tanganmu seperti tangan kakak kandungku,

maka ini jatuh talak bila disertai niat talak, bila tidak maka
tidak.

he..he,,he,, semoga segera menikah saudaraku..,

Demikian saudaraku yg kumuliakan,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=4928

© http://carauntuk.com/hukum-hukum-dalam-pernikahan-2

Leave a Reply