Homeforum.majelisrasulullah.orgDIBALIK PENOLAKAN RUU APP

DIBALIK PENOLAKAN RUU APP

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 332 views share

NURYADIN DIBALIK PENOLAKAN RUU APP – 2006/05/19 20:50 DIBALIK PENOLAKAN RUU
APP

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan
Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. [QS.
Al-Maidah: 45]
Kesombongan adalah menganggap diri lebih baik, merendahkan orang
lain, dan menolak kebenaran (Al-Haqq). Kesombongan adalah
kezhaliman yang besar. Maka barangsiapa, yang dengan lisan dan
perbuatannya, telah menolak hukum yang Allah turunkan, dia telah
melakukan tindakan paling anarkis. Apa yang lebih anarkis dari
menolak kebenaran yang datang dari Tuhan?

KEMUNAFIKAN

Dengan adanya demonstrasi untuk menolak RUU APP kita bisa melihat
siapa-siapa saja yang lisannya mengucap syahadah akan tetapi
perbuatannya jelas-jelas menentang syariat yang dibawa Muhammad
Rasulullah saaw. Bahkan kita dapat melihat siapa saja yang telah
menghina Allah dan membela thaghut. Kita dapat melihat siapa saja
yang menentang Al-Qur`an dan membela sekulerisme. Mereka mengaku
bahwa mereka sedang membela Pancasila dan UUD 45. Padahal kalau
difikir kembali, sila pertama dari Pancasila adalah Ketuhanan Yang
Mahaesa. Tidakkah mereka berfikir?

DEHUMANISASI

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan
dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak
dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka
mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat
(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).
Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat
lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. [QS. Al-A?raf: 179]
Ayat yang senada dengan ayat di atas adalah QS. Al-Furqan: 44.
Dalam ayat di atas telah jelas, bahwa barangsiapa yang tidak bisa
memahami ayat-ayat Allah dan tidak mau mendengarkan
perintah-perintah Allah, maka mereka itu lebih sesat dari
binatang. Penolakan terhadap RUU APP jelas merupakan tindakan
dehumanisasi. Suatu usaha untuk membuat manusia gagal menjadi
manusia seutuhnya, dan ini jelas tidak sesuai dengan apa yang
mereka sebut dengan jiwa Pancasila. Sebab menurut mereka,
Pancasila itu ada untuk membentuk manusia seutuhnya (insan kamil).
Bahkan sila yang kedua berbunyi: Kemanusiaan yang adil dan
beradab. Sedangkan phornografi dan phornoaksi jelas suatu tindakan
yang tidak menunjukkan kemanusiaan yang beradab. Jadi penolakan
terhadap RUU APP adalah sangat bertentangan dengan kebenaran
menurut Allah dan juga bertentangan dengan kebenaran menurut
Pancasila. Penolakan terhadap RUU APP adalah tindakan
inkonstitusional. Pelakunya boleh dianggap sebagai pemberontak.
Bertindak keras terhadap pemberontak tidak bisa dianggap anarkis.
Mengusir pemberontak adalah salah satu bentuk bela negara.
Kami tidak sedang memprovokasi Anda untuk bertindak anarkis.
Tetapi kami ingin meluruskan bahwa apa yang dilakukan
saudara-saudara kita terhadap para tokoh penolakan RUU APP
tidaklah bisa disebut dehumanisasi, inkonstitusional, atau pun
munafik. Justeru sebaliknya, para tokoh penolakan RUU APP itulah
yang telah melakukan tindakan dehumanisasi, inkonstitusional, dan
munafik.

KEBEBASAN BERAGAMA

RUU APP sama sekali tidak menghalang-halangi kebebasan beragama.
Agama resmi di Indonesia adalah Islam, Katholik, Protestan, Budha,
dan Hindu. Lihat pakaian mereka! Islam, batasan aurat laki-laki
dan aurat perempuan telah jelas. Katholik dan Protestan, para
biarawati juga hanya memperlihatkan wajah dan telapak tangan
(hingga ke pergelangan tangan). Budha dan Hindu, para biksuni juga
hanya memperlihatkan kepala dan telapak tangan (hingga ke
pergelangan tangan). Begitu juga di dalam kepercayaan Kong Hu Chu.
Jadi, tidak benar jika dikatakan bahwa RUU APP ini telah ?
menabrak? kebebasan beragama. Agama yang mana? Mungkin yang mereka
maksudkan adalah agama Iblis. Agama yang tokoh agama wanitanya
boleh memperlihatkan bagian-bagian yang merangsang syahwat pria
normal. Mungkinkah para wanita yang menjadi tokoh penolakan RUU
APP itu adalah pemimpin agama Iblis itu? Mungkinkah mereka adalah
wakil-wakil Iblis? Mungkinkah mereka itu wali-wali Iblis? Agama
apa yang sedang mereka bicarakan? Agama yang mana? Atau mungkin
mereka ini hanyalah alat dari para pria hidung belang saja?
Wallahu a?lam.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=673

© http://carauntuk.com/dibalik-penolakan-ruu-app

Leave a Reply