Homeforum.majelisrasulullah.orgcinta pada ahlul bait Nabi saw yg sebaik baiknya adalah cinta yg hakiki, yaitu tak perlu memperlhatkan kecintaan dan pengagungan yg berlebihan padanya

cinta pada ahlul bait Nabi saw yg sebaik baiknya adalah cinta yg hakiki, yaitu tak perlu memperlhatkan kecintaan dan pengagungan yg berlebihan padanya

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 28 views share

baan kekhususan untuk ahli bait – 2008/04/13 06:43 Assalamu^alaikum
warahmatullahi wabarakaatuh

wahai Guru kami,
Hatiku sedang diliputi kegundahan. maka izinkanlah aku untuk
bertanya kepadamu. semoga dengan jawabanmu hatiku tak lagi sedih
dan gundah. Amiin yaa Rabbal ^alamiin

7 bulan yang lalu aku dan teman – teman berkunjung ke salah satu
pondok pesantren tertua di Cirebon, tepatnya di daerah lemah
abang. disana rencananya kami ingin bersilaturrahim&tak lupa kami
pun meminta di doakan agar diberi ketenangan dlm urusan dunia dan
kebahagiaan Akhirat.

sebelum pulang kami sempat berbincang sedikit. di tengah
perbincangan beliau ( Tuan rumah ) menyampaikan surat Al – Ahzab
ayat 33. beliau memaparkan ” semua keturunan Nabi ( Ahlul bait/
habaib) akan masuk syurga karena Allah mensucikan mereka,
bagaimanapun keadaan mereka. Aku kaget dan berkata ” kang (
panggilan kebiasaan untuk guru di pesantren ) di daerah Bogor saya
pernah menjumpai habib ( usia remaja )yang prilakunya jauh dari
sikap saleh bahkan ia berbuat dosa. apa dia juga akan masuk syurga
dengan begitu saja dengan alasan Allah mensucikan mereka ?” Lalu
Beliau menjawab ” Oh..iya. Pasti karena Allah berfirman demikian
dalam Al – Qur^an ” aku tambah kaget ” kalau demikian ini tidak
adil Kang..dia berbuat kesalahan akan masuk syurga begitu saja
sedang kami akan di hisab terlebih dahulu. apa karena kami bukan
Ahli Bait ? “. dengan enteng Beliau melambaikan tangan sebagai
isyarat mengusir sambil berkata ” Kamu ngaji dulu sana, nanti
kalau sudah, baru bertanya lagi ”

Akhirnya kami berpamitan pulang dengan segunung kekesalan dalam
hatiku karena pertanyaan ku tidak di jawab dan justru di suruh
mencari jawabannya di luar sana.

13 April. hari ini Aku bertemu orang yang begiku kapasitas
keilmuannya tinggi karena ketika berbicara ia selalu menyebutkan
referensi dari kitab. Aku menanyakan hal yang sama kepadanya.
belakangan baru aku tahu bahwa ia pun masih memiliki garis
keturunan sang Nabi. usianya sekitar 25 th. Beliau berkata ” kalau
Ente berfikir ini tidak adil, teruskan sajalah. itu hak ente. ane
ga mau jawab karena Kiyai yang Ente temui saja berkata demikian,
apalagi Ane. Ane ga mau jawab pertanyaan Ente karena takut terjadi
kecemburuan”. Saya bilang “bukankah kita harus menanyakan sesuatu
kepada Ahlinya, saya hanya butuh jawaban atas pertanyaan saya, itu
saja. kalau memang jawaban Anda tidak mampu Saya cerna dengan
Logika maka saya akan menggunakan hati sebagai dermaga terakhir”
Beliau berkata ” Saya tidak akan menjawab. silahkan Ente tetap
pada pendirian Ente karena itu hak Ente. ( sambil Beliau memuji,
bagi saya itu bukan pujian tetapi singgungan yang terasa perih
sekali di hati ) Ente kan Orang yang paling taqwa, Ente orang yang
paling baik.

Guruku..jelaskanlah pertanyaan ku dan jelaskan juga mengapa mereka
bersikap demikian kepada ku?

Aku bertanya bukan karena Engkau pun memiliki darah sang Nabi
tetapi karena Engkau Guruku yang selalu ku jumpai setiap malam
selasa di majelis Rasulullah.

Beribu kata maaf ku haturkan kepadamu. Tugas dakwah yang kau
jalani siang dan malam pasti membuatmu lelah. maaf aku justeru
menambahnya dengan pertanyaanku..Aku hanya ingin komunikasi dengan
leluasa kepadamu, aku pikir media seperti inilah yang dapat
mewujudkan keinginanku.

Do^akan aku agar selalu diberi kemudahan hidup di dunia ini hingga
kebahaggiaan akhirat akan aku jelang nanti.
begitupun Aku berdo^a semoga Engkau selalu di beri kesehatan untuk
membelai Kami dengan ajaran sang Nabi. Amiin…

Wassalamu^alaikum warahmatullah wabarakatuh
dariku, Muhammad Zaky Yamani.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:kekhususan untuk ahli bait – 2008/04/13 22:36 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya anugerah Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dan
keluarga,

Saudaraku yg kumuliakan,
kenapa sampai mempersulit anda kesana kemari, saudaraku ucapan itu
benar, karena firman Allah itu jelas dan benar.

namun tentunya bukan hanya ahlulbait saja yg pasti masuk sorga,
tapi seluruh muslimin. karena Allah swt pula telah berfirman :
“Barangsiapa yg beramal buruk maka ia akan dibalas dengan
keburukan itu” (QS Annisa 123)

ayat itu, AL Imam Bukhari dalam kitabnya yg termasyhur yaitu
Shahih Bukhari, menukil bahwa ayat itu turun merupakan kabar
gembira bagi ummat ini, dg menukil beberapa hadits shahih bahwa
banyak dari dosa muslimin akan ALlah swt hapuskan dan sucikan
dalam kehidupan dunia sebelum akhirat (Shahih Bukhari Bab Mardha).

demikian pula dijelaskan oleh Imam Ibn Hajar pada Fathul Baari
bisyarah shahih Bukhari Bab Mardha.

maka jelaslah sudah bahwa semua muslimin akan masuk sorga,
tentunya termasuk ahlulbait jika mereka wafat dalam islam.

dan tak ada penjelasan bahwa Ahlulbait tak masuk neraka,mereka
sama dengan muslimin dalam hal ini, bisa dibersihkan dg musibah di
dunia, penyakit dll, bisa di siksa kubur, bisa di siksa hisab,
bisa di api neraka, inilah yg terakhir, dan kemudian akan menuju
sorga yg abadi.

dan Rasul saw telah bersabda bahwa “Syafaatku akan kuberikan pada
ummatku yg berdosa besar” (Mustadrak Ala shahihain.Musnad Ahmad,
Sunan Abi Dawud, Tirmidziy, Sunan Al Baihaqiy Alkubra, dll).

juga sabda Nabi saw : “Baramgsiapa yg wafatnya mengucap Laa ilaaha
illallah maka ia akan masuk sorga” (Shahih Bukhari), tentunya yg
dimaksud bukan tak menyentuh neraka, bisa saja ia disiksa kubur
dan kemudian masuk neraka, namun ia pasti masuk sorga.

maka ucapan itu logis saja, kesimpulannya bahwa ahlulbait dan
muslimin tak akan kekal di neraka.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

syd Re:kekhususan untuk ahli bait – 2008/04/22 18:39 Assalmu^alaikum
Warohmatulloh Wabarokatuh

Maha Suci Allah yang telah memberikan kasih sayang-NYA kepada
seluruh hamba-hamba-NYA
Salam selalu tercurah bagi Sang Kekasih Tercinta Muhammad yang
telah diutus oleh Allah sebagai Nabi Terakhir, dan juga atas
keluarganya orang-orang yg suci dan para sahabatnya orang-orang yg
mulia, dan seluruh pengikutnya yg mengikuti dengan hati yang
terang sampai hari kiamat.

Saya sering mendengar hal-hal ttg ahl bayt Nabi saw. Ttg
keutamaan2 mereka dan kekhususan2 mereka.

Sebelumnya saya ingin meminta maaf kpd Habib Munzir karena setelah
ini saya ingin mempertanyakan buaanyak hal kepada Habib, mengingat
Habib sudah saya anggap sebagai guru saya sendiri walaupun jarak
kita terpisah jauh. Sekali lagi maafkan saya yg tidak tau diri dan
kurang beradab ini.

Pertanyaan :
1. Apakah seorang keturunan Nabi saw jika berbuat dosa maka
digandakan , dan jika melakukan kebaikan juga digandakan ?
2. Apakah seorang keturunan Nabi saw akan lebih mudah bertaqwa
dibanding yg bukan termasuk keturunan Nabi saw ?
3. Apakah merupakan kewajiban untuk menghormati keturunan Nabi saw
?
4. Apakah keturunan Nabi saw akan lebih mudah jika ingin “bertemu”
Nabi saw ?
5. Apakah di setiap keturunan Nabi saw terkandung sirr tertentu yg
tidak dimiliki oleh orang lain ? Jika ada, bagaimana cara
menemukan sirr tsb ?

Dan yg terakhir sebelum bertanya saya ingin bercerita terlebih
dahulu. Saya mendengar cerita yg baru terjadi sekitar 1 – 2 bulan
yg lalu dari orang yg InsyaAllah bisa dipercaya bahwa ada seorang
sayyid di suatu daerah tertentu di P.Jawa ini meninggal dengan
buruk, 3 hr baru diketemukan jenazahnya, dikerumuni oleh semacam
belatung, tidak ada yg mau bersedia memandikan, berang
diangkatnya, kuburannya mengeluarkan air, setelah
dikubur..kuburannya ambles.
semasa hidupnya dia jarang sholat hari-hari & jumat, dan ketika
meninggal, malamnya dia memenangkan judi Rp. 300 rb dan uang tsb
msh utuh sewaktu dia meninggal.
(saya tidak melihat dgn mata kepala sendiri akan tetapi yg
menyampaikan cerita ini adalah org yg bisa dipercaya dan mendapat
berita dr org yg dpt dipercaya pula)

pertanyaannya adalah : apakah memungkinkan untuk seorang keturunan
Rasul saw mengalami hal tersebut ?

Demikian pertanyaan2 saya, mohon maaf kpd Habib. Mohon
kemaklumannya.

Wassalamu^alaikum

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:kekhususan untuk ahli bait – 2008/04/23 13:42 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Allah swt semoga selalu menerbitkan
kebahagiaan pd hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
1. hal itu tak teriwayatkan dalam hadits shahih.

2. hal itu relatif, bisa demikian teringat pada Doa Nabi Ibrahim
as untuk keturunannya diantaranya : “Wahai ALlah jadikanlah aku
orang yg menegakkan shalat, dan keturunanku , wahai tuhan kami
Engkau mengabulkan doa doa” (QS Ibrahim 40), dan ayat ini turun
pada Nabi Muhammad saw dan beliau saw pula membacanya, dan
teriwayatkan pula hadits hadits beliau saw mendoakan keturunan
beliau saw, maka tidak mustahil Allah menjawab doa Rasul saw
dengan mempermudahkan ketaqwaan keturuan beliau saw.

3. betul, sebagaimana firman Allah swt : “Katakanlah (wahai
Muhammad) aku tidak minta pada kalian penghargaan atas risalah
ini, kecuali kecintaan kalian pada keluargaku” (QS Assyuura 23).

4. tentunya ayah akan lebih mudah ditemui oleh anaknya daripada yg
lainnya.

5. tentunya darah mereka adalah darah daging Rasul saw. dan
seluruh sel tubuh sang Nabi saw adalah sel sel mulia, sehingga
keringat beliau saw wangi lebih dari minyak wangi termahal di
bumi, walau hal itu tak terjadi pada keturunan beliau saw, karena
hal itu adalah kekhususan beliau saw, namun tentunya darah beliau
saw lebih mulia dari darah manusia lainnya, karena selalu dialiri
aura dzikir,

maka setiap keturuan beliau saw menyimpan rahasia kemuliaan dzikir
dari Rasul saw, namun perlu mujahadah dan perjuangan yg serius
untuk menumbuhkannya kembali,

tidak mustahil mereka yg bukan keturunan mendapatkan kemuliaan
dzikir tsb melalui doa dan perjuangan, karena hal itu bukan
dikhususkan utk keturunan beliau saw saja.

saudaraku, ahlulbait dan keturunan Rasul saw tidak makshum, bisa
fasiq, bisa dholim, bahkan yg non muslimpun ada.

maka dalam hal ini bisa saja orsng itu memang ahlulbait, namun
bisa saja ia bukan ahlulbait, karena pernah terjadi seorang yg
sudah tahu betul dirinya adalah keturunan Rasul saw, lalu ia
sombong dan banyak menyakiti perasaan orang, lalu tiba tiba ia
jumpa dengan seorang tua dikampungnya, orang tua itu marah melihat
kesombongan pemuda ini, maka ia berkata : “wahai anak muda
ketahuilah bahwa kau bukan ahlulbait!, nenekmu diperkosa oleh
tentara belanda, lalu hamil dan lahirlah ayahmu!”.

namun pun jika terjadi ahlulbait Nabi saw yg anda riwayatkan itu,
maka hal itu bukan mustahil.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

slegya Re:kekhususan untuk ahli bait – 2008/04/23 16:12 Assalamualikum wr
wb

Habibana munzir yang kami hormati,

Berbicara masalah ahlul bait, katanya kalau ada dari turunan ahlul
bait yang fasiq dan memang salah jalan karna pengaruh pergaulan
zaman sekarang…insyaAllah lebih cepet sadar…dan bakal kembali
lagi ke jalan Allah sebelum dia meninggal(tobat sebelum ajal
datang),..tetapi kalau ada yang sampai mati dalam keadaan
fasig…..katanya bisa diragukan nasab keturunannya (maksudnya
bukan ahlulbait tapi ngaku ahlulbait / hilang nasab).Wallahu
a^Alam bishowab.Betulkah Habib?

Karna kalau kita lihat, memang turunan ahlul bait orang biasa yang
bisa salah…bisa terpengaruh bisikan syaithan dan lain….hamba
manusia biasa, tetapi ahlul bait memiliki keistimewaan..dari
Allah, bukan karna dirinya tetapi karna dalam darah ahlul bait ada
darah Rasul yang mulya, darah daging Rasul ada pada
keturunannya…sedangkan segala apa yang ada pada rasul itu
istimewa dan khusus…otomatis…keturunan Beliau punya
keistimewaan yang Allah beri (sekali lagi bukan karna kita karna
Rasulullah).
Keturunan ahlul bait…kadang punya sikap agak sombong……itu
bukan salah ahlul bait …..itu salah pribadi orang masing
masing…sekali lagi orang yang bersangkutan itu yang memiliki
hati yang kurang bersih atau bahkan awam ( karna dari kecil dia
dibilang ..kau ini turunan rasul dan lainnya..tetapi tak di sertai
jalan didikan yang betul sehingga timbul sifat yang gak
sepantasnya..inilah sifat manusia biasa)
Kalau kita lihat para auliya kita….mereka Ahlulbait….Taat PAda
Allaah dan rasulnya…bersih hati dan jiwanya…..tak sedikitpun
dalm hati mereka di kotori oleh sifat keji…dan lainnya…bahkan
tawadhu^ (rendah diri).
YAng kita lihat walisongo pun berani mengganti nama mereka untuk
bisa diterima dikalangan orang awam dalam syiar isalam (bukan
menutupi nasab turunan…cuman ganti nama biar lebih
memasyarakat). itu lah mereka yang di pandang mulya di sisi Allah
dan rasulnya, mulya pula akhlak mereka pada sesama. Banyak pula
dari para habaib yang berbicara masalah keistimewan Alhul
bait…kadang dalam hadist gak disebutkan tetapi awallahu Alam
mungkin mereka dapat ilham atau kesimpulan dari suartu riwayat
atau semacamnya..aku kurang faham.(contohnya masalh
dilipatgandakan pahala dan dilipatgandakan masal dosa, dan darah
daging keturunan rasul tak terjamah oleh api neraka). Wallahu
a^lam bishoab..

Jadi kesimpulannya janganlah kita merasa gak adil atas semuanya (
kita tak minta tapi kita diberi keistimewaan Karna Rasulullah)
tetap yang dipandang oleh Allah juga ketakwaan kita .
Ahlul bait mendapatkan keistimewaan itu karana Rasulullah, kalau
ada turunannya yang salah jalan…kita adalah manusia biasa,
tetapi insyAllah bakal balik kejalan yang diridhoi Allah.

Maaf habib kok jadinya malah bicara panjang lebar…sekali lagi
bukan maksud hamba menggurui. kalau hamba salah tolong dibetulkan.
wallahua^lam bishowab.

terimakasih banyk
Wassalamualaikum wr wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:kekhususan untuk ahli bait – 2008/04/24 00:19 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Allah swt semoga selalu menerbitkan
kebahagiaan pd hari hari anda,

saudariku yg kumuliakan,
memang betul, dan jika perlu saya tambahkan, cinta pada ahlul bait
Nabi saw yg sebaik baiknya adalah cinta yg hakiki, yaitu tak perlu
memperlhatkan kecintaan dan pengagungan yg berlebihan padanya,
karena hal itu akan merusaknya dan bisa membuatnya congkak, maka
sungguh ini cinta yg semu dan justru tidak membuat Rasul saw
grmbira,

kalau kita lihat bagaimana perlakuan pada ahlulbait Nabi saw di
Tarim, Hadramaut, ketika saya disana saya lihat sungguh indah
sekali, tetap semua murid memuliakan gurunya, mencium tangan
gurunya, dan tak ada ahlulbait yg dicium tangannya, kecuali jika
ia guru atau ulama.

mereka duduk disamakan, tak ada perlakuan yg dibedakan sama
sekali, kecuali jika doa, maka merekalah yg didahulukan untuk
berdoa.

ulama yg bukan ahlulbayt duduk sejajar dengan yg ahlulbait, bahkan
Khotib Jumat yg tetap pun di Masjid Agung disana bukan ahlulbait,
dan puluhan ulama ahlulbait menjadi makmum, hal itu berjalan
begitu saja, namun tentunya diketahui mana yg ahlulbait dan mana
yg bukan,

namun beda dengan di Indonesia,ahlulbait terlalu dimanjakan
berlebih2an, maka banyak yg menjadi rusak akhlaknya dan sombong
karena mereka ahlulbait, beda di Tarim justru ahlulbait malu jika
mereka bukan ulama atau tidak mengerti ilmu, mereka duduk sembunyi
di shaf shaf belakang tanpa berani memperlihatkan diri apalagi
sengaja menunjukkan dirinya ahlulbait,

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=13491

© http://carauntuk.com/cinta-pada-ahlul-bait-nabi-saw-yg-sebaik-baiknya-adalah-cinta-yg-hakiki-yaitu-tak-perlu-memperlhatkan-kecintaan-dan-pengagungan-yg-berlebihan-padanya

Leave a Reply