sub gratis!

sub gratis!

hosting mantap!

   almuhajir  Cara Mengganti Shalat yang dahulu Pernah ditinggal - 2008/02/25
              03:02 Assalammualaikum Wr, Wb,
    
              Semoga Habib Beserta Keluarga dalam keadaan sehat selalu, dan
              dijauhkan dari segala macam penyakit dzohir dan bathin....

              Habib, ane ingin menanyakan :
              1. Bagaimanakah cara kita mengganti shalat2 yang dahulu pernah
              kita tinggalkan? yang dikarenakan iman dan pengetahuan agama ane
              yang sangat minim saat itu (apakah misalnya, shalat shubuh diganti
              di waktu shubuh, ashar diwaktu ashar, dst)
              2. Ane pernah mendengar, waktu yg tepat untuk mengganti shalat yg
              pernah ditinggalkan adalah sehabis Isya', bagaimana menurut habib?
              3.Bib, ane tidak tahu jumlah pasti waktu shalat yang sudah ana
              tinggal, bagaimanakah cara ane melunasinya bib? sehabis shalat ane
              hanya mampu sujud sambil ber ISTIGHFAR kpd Allah SWT membayangkan
              dosa2 ane yag terlanjur menggunung
              4. Apakah dosa ane akibat meninggalkan shalat tersebut akan
              diampuni oleh Allah SWT jika ane telah mengganti shalat yang
              pernah ana tinggal ??

              Ane mengharap Habib sudi menjawab pertanyaan ane yang hina ini,
              dan mendoakan ane agar bisa 'berpindah' dari hamba yg dzolim
              menjadi hamba yang taat kepada perintah Allah SWT dan menjauhi
              segala laranganNya.

              Ane mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan pada kata-kata
              ane diatas...

              Afwan,

                               | | ==========

   adminII    Re:Cara Mengganti Shalat yang dahulu Pernah diting - 2008/02/25
              19:15 Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
    
              Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana ada beberapa
              yang sudah ada di forum, mengenai cara menggantikan shalat Fardhu
              :

              Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

              limpahan kelembutan Nya dan kebahagiaan semoga selalu tercurah
              pada hari hari anda,

              saudaraku yg kumuliakan,
              memang pendapat jumhur adalah Qadha Fauran (segera di Qadha secara
              keseluruhan), namun tentunya bila shalat yg ditinggalkan itu
              banyak akan sangat menyulitkan untuk mengqadha nya secara
              keseluruhan, apalagi bila bertahun tahun misalnya,

              ada Qaul bahwa bila ia bertobat dengan sungguh sungguh, dan tak
              lagi meninggalkan shalatnya maka Allah mengampuni shalat2nya yg
              telah lama ia lewatkan,

              namun pendapat ini lemah, maka jalan tengah antara keduanya adalah
              :

              wajib meng qadha shalat yg kita tinggalkan, namun boleh kapan
              saja, misalnya suatu saat kita ingin shalat sunnah maka boleh
              boleh saja, suatu saat ingin mengqadha shalatnya maka boleh saja
              meninggalkan shalat sunnahnya,

              tak ada larangan untuk tak boleh shalat sunnah, karena larangan
              itu adalah bila kita meninggalkan shalat sedikit, misalnya kita
              tak shalat dhuhur hari ini dengan sengaja, maka wajib mengqadha
              nya saat ini sebelum kita melakukan shalat sunnah, namun bila
              shalat yg ditinggalkan berminggu minggu dan puluhan banyaknya atau
              bahkan ratusan.., maka sungguh Rasul saw tak menyukai kesulitan
              dan pemaksaan diri atas ummatnya saw.

              ketika mengadu seorang sahabat pada beliau seraya berkata : wahai
              Rasulullah saw.., sungguh aku tak sempat mengerjakan aktifitasku
              gara gara imam yg membaca surat panjang dalam shalatnya", maka
              rasul saw murka, hingga diriwayatkan belum pernah Rasul saw
              ceramah dg kemurkaan seperti saat itu, seraya bersabda : "sungguh
              ada diantara kalian ini Munaffirin..!! (orang yg membuat ummat
              meninggalkan dari syariah), bila kalian menjadi imam maka
              ringankanlah, sungguh diantara kalian ada orang tua renta, ada yg
              sakit, ada yg punya hajat..!" (shahih Bukhari).

              demikian Rasul saw menjaga ummatnya agar selalu dalam hal yg asri
              dan mudah, tentunya bukan meremehkan,

              demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

              wallahu a'lam

              Berikut Linknya :
              Itemid=&func=view&catid=8&id=3651&lang=id#3651

              Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

              semoga limpahan anugerah luhur Nya selalu menaungi aktifitas anda
              setiap saat.

              mengenai shalat yg sudah terlewatkan, maka wajib meng qadha nya,
              berapa tahunpun itu, demikian Ijma' seluruh Ulama dan Madzhab,
              tidak ada ikhtilaf dalam hal ini,
              caranya adalah melaksanakan shalat yg terlewatkan, misalnya
              dhuhur, maka ia meng Qadha nya sebagaimana shalat dhuhur, demikian
              selanjutnya.

              namun kembali kepada asal usul turunnya kewajiban bagi setiap
              hamba, bahwa Allah tidak akan memaksa hal yg diluar kemampuan
              kita.

              mengenai shalat orang tua kita yg telah wafat, atau keluarga atau
              teman atau siapapun, maka bolehlah ahli warisnya meng Qadha shalat
              untuk si mayyit.
              ini merupakan hal yg diperbolehkan dengan berlandaskan banyak
              hadits diantaranya beberapa hadits dalam Shahih Muslim.

              namun kembali kepada asal usul turunnya kewajiban bagi setiap
              hamba, bahwa Allah tidak akan memaksa hal yg diluar kemampuan
              kita.

              mengenai caranya secara lebih jelas, telah ada pertanyaan serupa
              di forum fiqih ini dan telah saya jawab, mungkin bila anda ingin
              lebih jelas maka anda dapat menelaahnya lebih seksama.

              Wallahu a'lam
              
              Berikut Linknya :
              Itemid=&func=view&catid=8&id=521&lang=id#521

              Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

              Limpahan Keridhoan Ny swt semoga selalu menaungi hari hari anda,

              Saudaraku yg kumuliakan,
              Rasulullah saw ketika ditanya oleh seseorang bahwa ibunya wafat
              dan atasnya puasa ramadhan 1 bukan penuh, apakah aku meng Qadhanya
              untuknya?, Rasul saw bersabda :  Betul, hutang pada Allah lebih
              berhak untuk diselesaikan  (Shahih Bukhari hadits no.1852).

              Hadits ini menjadi rujukan umum bahwa semua hutang pada Allah
              berupa shalat, puasa, haji dan zakat, serta hal wajib lainnya
              wajib membayarnya, namun semampunya tentunya,

              Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam Kebahagiaan selalu,

              saya menjawab pertanyaan anda dari S pore, mohon doa.

              wassalam

              Berikut Linknya :
              Itemid=&func=view&catid=8&id=6018&lang=id#6018

                               | | ==========

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=12008
© http://carauntuk.com/cara-mengganti-shalat-yang-dahulu-pernah-ditinggal-arsip-2008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here