jump to navigation

Cahaya itu terang benderang
June 21, 2017

Posted by cu.admin in : forum.majelisrasulullah.org , trackback

adiebinahmad Cahaya itu terang benderang – 2006/11/09 20:58 Assalamu?alaikum
warohmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillahil ladzi hadana bi ?abdihil mukhtari man da?ana
ilaihi bi idzni wa qod nadana, labbaika yaa man dallana wa
hadaana Shallallahu wasallama wa baraka ?alaihi…

Cahaya kemuliaan ?sayyidul ayyam? hari jum?ah yang terang
benderang ini selalu terlimpah kepada guru kami alHabibana
Munzir bin Fuad alMusawwa. Hingga curahan keberkahan selalu
diturunkan Allah Jalla Jallaluh dalam setiap majlis Habibana
yang mulia, takkan berkedip mata ini ketika desiran pancaran
cahaya keluhuran terpancar dalam majlis ini, lebih berpancar
lagi cahaya indah itu muncul dari sesosok manusia di balik qamis
berselimut jubah nan suci yang senantiasa memberi kami nasehat
terbaik dalam setiap pertemuannya. Cinta ini semakin
menggebu-gebu tatkala kami mendengarkan kemegahan risalatun Nabi
SAAW sembari menatap langsung keanggunan dan kecakapan Habibana
dalam menyampaikannya.

Habibana berdiri sebagai sosok yang terang benderang bagi kami
layaknya nur yang menerangi kegelapan, antum Yaa Habibana
penyejuk hati kami dan penerang sanubari kami ini layaknya
cahaya yang terang benderang. Pancaran keindahan itu tiada lain
dan tiada bukan adalah pancaran cahaya keridho^an Ilaahi Robbi
atas da?wah yang Habibana jalankan bersama para pemuda pecinta
Baginda Rasulullah SAAW dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.
Maka patutlah bagi kami berta?dhzim wat takrim kepada Habibana.

Betapa gembira dan bahagianya hati kami ini saat Habibana sudi
untuk mendoakan kami secara langsung malam Jum^ah tadi malam.
Semoga dengan keberkahan yang ada pada Habibana menjadikan kami
selalu istiqomah dalam berjalan di jalan kemuliaan ini hingga
ujung usia kami. Ingin rasanya berbincang dan bertukar pikiran
malam tadi. Namun hamba ini menyadari akan resa lelah dan letih
terlebih jika menjelang larut malam dapat menyerang siapapun
apalagi kepada Habibana yang kesehariannya selalu sibuk akan
melayani ummat Baginda Rasulullah SAAW, maka kami mengurungkan
niat itu, mungkin suatu saat nanti hal itu akan terwujud bahwa
kami berdua akan mengadukan segala curahan kerinduan ini.

Limpahan rasa terima kasih kami kepada Habibana. Allahu yaftah ?
alaika Yaa Habibana. Semoga Allah Jalla Jallaluh menjadikan
pertemuan ini menjadi penunjuk jalan menuju keridhoan Sang Maha
Luhur Jalla wa Azza.

Salam ta?dhzim berbalur mahabbah teruntuk guru kami tercinta
dari kami berdua.
Wal?afu minkum

Wassalamu?alaikum warohmatullahi wabarokatuh
~adie & alwi bin ahmad

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

alwibinahmad Re:Cahaya itu terang benderang – 2006/11/10 08:02 Cahaya yang
terang benderang itu engkau Ya Habibana
Cahaya itu benderang sekali
Terpancar dari pribadimu yang penuh tawadhu?
Menggenangi sanubari kami dengan kesucian yang teramat mulia
Terteduhlah hati-hati penuh dosa
Cahaya yang benderang itu mengungguli cahaya-cahaya lainnya
Cahaya yang terang benderang itu engkau Ya Habibana
Beban-beban berat nan peluh yang tertambat di punggung kami
Terhapuskan dan tergantikan dengan kemuliaan cahaya engkau Ya
Habibana
Keluhuran yang terbit ketika Habibana berkalam dan tersenyum
Membuka gerbang kemudahan bagi kami dan menutup pintu kesulitan
kami
Manakala pintu satu tertutup, maka yang lainnya terbuka
Begitulah siklus bergulir beriring dengan kemuliaan yang merebak
padanya
Melahirkan eforia yang beragam namun sangat baik bagi kami
Bertaluan menyusun kisah baru
Sejatinya….inilah babaknya
Melalui perjumpaan dengan cahaya yang terang benderang itu
Cahaya yang terang benderang itu engkau Ya Habibana
Al-Istiqamah khairum min alfi karamah
Inilah sifat yang dimiliki cahaya itu
Kemuliaan yang begitu indah, teruntai dari lisan yang fasih dan
senantiasa terbasahi dengan dzikir ke haribaan Sang Maha Raja
Yang Maha Tunggal Jalla wa Alaa
Petuah-petuah indah sarat dengan makna mewarnai halaman
kehidupan kami
Menuju kesempurnaan akhlak
Begitu indah,….hingga menelusuk sanubari yang selayak jasad
yang penuh dengan cacat dan cela di mana-mana
Menjadi penuh hikmah dan tersejukkan dengan keberkahan yang
mengalir ke dalam qalbu
Cahaya itu menghamparkan kunci-kunci bagi tiap-tiap pinta
hidayah
Cahaya itu merasuk kepada jiwa-jiwa hingga menjiwai karakter
pecinta sang Nabi
Beruntunglah kami yang mendekat kepada cahaya itu
Cahaya yang terang benderang itu engkau Ya Habibana
Kilaunya terkandung kewibawaan agung
Menuntun ummat kepada kecintaan yang menumbuhkan kerinduan
mendalam untuk bersua terhadap sang Nabi
Maka bersandinglah kalian kepada cahaya itu
Niscaya termanfaatka kita pada 2 tempat, dunia dan akhirat
Jadikan cahaya itu pelita bagi sanubari kalian
Menempati singgasana hati hingga tertahtakan hati kita dengan
kemuliaannya
Cahaya terang benderang dengan mengingat kelahiran Nabi sang
Pembawa Syafa?at
Allahumma shalli ?alaihi wa sallim
Cahaya itu engkau Ya Habibana
Allahu yaftah ?alaika wabaarakallahu fika Ya Habibana

Salam ta?zhim teruntuk Habibana Munzir bin Fuad Al-Musawwa
dari kami yang masih bergelimangan dengan dosa dan kesalahan
alwibinahmad dan adiebinahmad

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Cahaya itu terang benderang – 2006/11/11 16:10 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh..

Cahaya Keindahan Nya rupanya selalu berpijar dihati anda berdua,

dua saudara kandung yg termuliakan dg cahaya Rabbaniy,

saudara saudaraku, saya ini penuh aib, cuma Allah Maha Luhur
menutupi aib aib saya, ketika salah seorang tabi^in banyak
dicintai dan diikuti banyak orang, ia berkata : “bila kalian
mengetahui aib aibku niscaya kalian akan meludahi wajahku”.

ini adalah tabi^in, maka kemana wajahku ini akan kuselamatkan dari
caci maki para pecinta bila Allah membuka aibku?,

ribuan muslimin berebutan menciumi tangan seorang pendosa, padahal
bila seluruh dunia mencium tangannya tetap ia tak akan terangkat
sejengkal pun dimata Allah swt kecuali dengan takwanya.

maka ketika seorang pendosa duduk dikelilingi ratusan hamba yg
mencintainya dan menghormatinya, ia berfikir risau, jangan jangan
ini semua akan berujud hukuman baginya kelak dihari kiamat, dimana
semua wajah yg kini mencintai dan memuliakannya itu akan menghujat
dan menuntutnya kelak, semua telunjuk mereka akan menuding
wajahnya dihadapan Allah swt untuk dimintai pertanggungan jawab,
celakalah ia..

ia berharap cemas, barangkali ada satu dua diantara ratusan orang
ini dapat memberinya syafaat dihari kiamat kelak, atau memanggil
namanya ketika ia terusir dari kelompok pecinta sang nabi saw,

ah.. ketika ratusan tangan itu terulur untuk menjabat tangannya
maka ia berusaha menyentuh seluruh tangan yg terulur dengan
harapan salah satu dari ratusan tangan itu ada yg akan
menyelamatkannya kelak dari api neraka..

ia tak sudi mengecewakan setiap wajah kecuali ia berusaha selalu
tersenyum..
ia risau bila ia bermuka masam pada satu saja dari mereka itu
sudah cukup menghanguskan seluruh pahalanya dan melemparkannya ke
neraka..

Allah memuliakan kalian berdua untuk dinaungi bayangan keindahan
makhluk paling sempurna, makhluk terindah, makhluk termulia,
sayyidina Muhammad saw,

Allah menjadikan hari hari kalian adalah hari hari bahagia dalam
cahaya kesucian Mahabbah pada nabi saw.

amiin.

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

alwibinahmad Re:Cahaya itu terang benderang – 2006/11/17 14:46 Betapa mulia
Habibana yang penuh dengan ketawadhu an yang membuat Habibana
semakin dimuliakan oleh seluruh makhluk. Makhluk yang
masing-masing juga ingin mendapatkan biasan dari kemuliaan
ketawadhu^an Habibana Munzir.

Bagaimana jantung ini tidak berdetak gembira, ketika cahaya
terang benderang yang telah berjumpa dengan cahaya di atas
segala cahaya yang terang benderang, memberikan wasilah dan doa
kepada kami untuk kiranya turut disinggahi sang Cahaya di atas
segala cahaya yang terang benderang, Baginda Rasulillah SAW,
dalam keadaan tidur kami dan saat terjaga kami.

Betapa besarnya kemuliaan yang terkandung dalam perjumpaan
dengan sang Nabi, inilah harapan terbesar kami untuk merasakan
kemuliaan tersebut. Betapa teristimewakannya pribadi seorang
insan manakala jika dalam kehidupannya telah bertemu dengan sang
Nabi. Merasakan keuntungan yang berlimpah dan teramat mulia,
merasakan pertemuan yang menjadikan setiap pribadi-pribadi yang
redup menjadi pribadi yang terbiaskan dengan cahaya agung yang
senantiasa diagungkan oleh Yang Maha Agung.

Namun, kecintaan terhadap Baginda Mulia Nabi Muhammad SAW yang
menumbuhkan kerinduan yang begitu mendalam untuk berjumpa dengan
sang Nabi, adalah kunci utama untuk merasakan perjumpaan
terhadap beliau SAW. Bilamana kita merindukan sang Nabi, maka
beliau pun merindukan kita. Maka, bergegaslah kita untuk mencari
kemuliaan tersebut atau kita tidak akan pernah merasakan jantung
kita berdetak gembira.

Turutlah kita kepada kemuliaan Cahaya terang benderang yang
menuntun kita kepada kemuliaan abadi daripada cahaya yang di
atas segala cahaya yang lain itu, tetaplah kita berkumpul dalam
Majlis yang menghamparkan fadhilah kecintaan terhadap sang Nabi,
Majlis para pecinta Rasulullah SAW, Majlis yang menjadikan
pribadi-pribadi yang beridolakan sang Nabi, Majlis mulia yang
diterangi oleh cahaya yang terang benderang, Habibana Munzir bin
Fuad Al-Musawwa.

Perjumpaan dengan Habibana saja melahirkan ketakjuban yang
begitu dahsyat, bagaimana dengan perjumpaan terhadap sang Nabi.
Bertatap muka dan pandang serta mendengarkan kalam Habibana saja
membuat hati ini senang riang, hilang segala penyakit hati
zhahiran wa bathinan, bagaimana lagi jika bertemu dengan sang
Nabi. Inilah keuntungan yang lebih dan lebih bahkan lebih lagi.

Kerinduan ini begitu besar untuk cepat-cepat berjumpa dengan
sang Pembawa Risalah mulia. Tidaklah kami jika mendengar nama
Rasulullah SAW ter-sebutkan, melainkan bangkit kecintaan di hati
kami dengan menyerukan shalawat atas beliau. Dan ketahuilah,
tidaklah dunia ini dan segala isinya beserta segala kehidupannya
diciptakan, terkecuali hanya untuk mengiringi penciptaan Nuurun
fawqa Nuuri, Habibullah Baginda Rasulullah SAW. Dan perjumpaan
dengannya merupakan anugrah terbesar dan jaminan untuk dapat
ikut ke dalam golongan yang bernaung di bawah panji kebesaran
beliau SAW kelak. Allahumma shalli ?alaa sayyidinaa Muhammadin
wa ?alaa aali Sayyidina Muhammad, billisaanil jaami?ati fil
hadhratil waasi?ah. Shalaatan tumiddu bihaa jismii min jismihi,
wa qalbii ni qalbihi, wa ruuhi min ruuhihi, wa sirrii min
sirrihi, wa ?ilmii min ?ilmihi, wa a?maaii min a?maalihi, wa
khuluuqii min khuluuqihi, wa niyyatii min niyyatihi, wa wijhatii
min wijhatihi, wa qashdii min qashdihi, wa ta?udu barakaatuhaa ?
alayyaa wa ?alaa awlaadii wa ?alaa ash habii wa ?alaa ahli
ashrii, Ya Nuur, Ya Nuur, Ya Nuur…ij?alnii nuuran bihaqqi
nuuri. Amiin.

Duhai Rabbii, Dzat Yang Menggenggam jiwa ini, satukanlah kami
dengan golongan orang-orang yang mendapatkan kemuliaan tersebut,
yakni perjumpaan dengan kekasihMu sebelum kematian mereka dalam
keadaan tidur terlebih dalam keadaan terjaga. Berikan kami
kesempatan untuk melihat kesempurnaan daripada makhlukMu yang
paling sempurna Zhahiran wa Bathinan, Nabi Muhammad SAW.

Jazakallahu yaa Habibana, atas pusaka pembuka kemuliaan tersebut
yang Habibana siratkan kepada kami para murid.

Allahu yaftah ?alaika. Amin
Salam rindu kami untuk Habibana Munzir
Alwibinahmad, Adiebinahmad, Ahmad Fauzi Abdullah Syafi^i, Yusuf.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Cahaya itu terang benderang – 2006/11/18 11:36 Allah memuliakan
anda sekalian dengan cahaya kecintaan pada Allah dan Rasul Nya.

dan mengumpulkan kita semua dalam shaf beliau saw, dan membuka
tabir agar segera bertemu dg Sang Idola di dunia dan akhirat
amiin,

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=1706

© http://carauntuk.com/cahaya-itu-terang-benderang

Sponsor 2