Homeforum.majelisrasulullah.orgBISMILLAH…..? – 2007/06/23 17:32

BISMILLAH…..? – 2007/06/23 17:32

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 149 views share

atthoyar BISMILLAH…..? – 2007/06/23 17:32 BISMILLAH

“Itadakimasu…!” Terdengar teriakan suara anak kecil. Onigiri di
tangan, bersiap disuapkan ke mulut. Tiba-tiba, suara lembut sang
ibu bertanya sambil menahan tangan sang anak. “Sudah baca
Bismillah belum?” Merasa kenyamanannya terganggu, si anak lalu
berkata, “Tidak mau!” Mendengar jawaban seperti itu, sang Ibu
berkata tegas, “Belum Bismillah, berarti onigiri ini nggak boleh
dimakan. “Entah karena lapar atau memang tidak suka dengan teguran
sang Ibu, si anak mulai ^ngadat^ menangis keras. Salah satu teman
si ibu yang melihat kejadian tersebut berkata. “Biarin aja
onigirinya dimakan, sudah ngucapin itadakimasu, ya kan?” Sekilas
ia melirik seolah mencari persetujuan.

Situasi seperti ini, pernah saya temui dalam acara pertemuan
ibu-ibu. Ya betul, secara table manner Jepang, ucapan anak
tersebut sudah benar. Tapi secara manner Islam, apakah sudah
cukup? Tiba-tiba ingatan saya melayang pada sebuah buku yang
berkisah tentang keutamaan basmallah. Pun teringat kepada seorang
teman muslimah Jepang.

Dalam buku tersebut diceritakan, ada seorang isteri bersuamikan
seorang munafiq. Sang isteri memiliki kebiasaan membaca basmallah
setiap akan memulai sesuatu. Sang suami membenci perbuatan
tersebut. Hingga suatu saat dia berjanji dalam hati, “Saya akan
membuatnya malu!” Untuk melaksanakan niatnya, si suami memberikan
pundi uang dan berkata, “simpanlah pundi ini. ” Sang isteri
menerima dan menyimpannya di sebuah tempat sambil mengucapkan
basmallah.

Selang beberapa hari, diam-diam, sang suami mengambil pundi
tersebut lalu membuangnya ke sumur belakang. Ia merasa senang
karena akan bisa membuktikan pada isterinya bahwa tidak ada
manfaatnya mengucapkan basmallah. Kemudian sang suami berpura-pura
meminta isterinya untuk mengembalikan pundinya. Sang isteri
mencari pundi tersebut di tempat ia menyimpannya sambil membaca
basmallah.

Bersamaan dengan itu, Allah SWT memerintahkan Jibril turun ke
dasar sumur untuk mengembalikan pundi tersebut. Sang isteri yang
tidak mengetahui ulah suaminya, dengan mudah menemukan pundi yang
dimaksud. Melihat hal itu sang suami terkesima dan bertaubat.

Ada pula kisah tentang Abu Muslim al-Khulani. Ia memiliki budak
perempuan yang sangat benci padanya. Setiap hari, budak perempuan
tersebut selalu menuangkan racun ke dalam minuman majikannya. Hal
tersebut berlangsung hingga jangka waktu yang lama. Namun tidak
ada perubahan sedikitpun pada sang majikan.

Hingga ia berterus terang. “Aku telah menuangkan racun sejak lama,
akan tetapi tidak ada pengaruhnya sama sekali pada anda… ”
Mendengar itu, Abu Muslim berkata, “Setiap kali saya akan makan,
minum atau melakukan pekerjaan, selalu membaca
bismillahirrahmanirrahim. ”

Sedangkan cerita lain tentang kekuatan basmallah, saya dengar
langsung dari seorang teman muslimah Jepang. Sebutlah Tomoko-san.
Bertemu pertama kali dalam satu pengajian di masjid sekitar Tokyo.
Seringnya bertemu ada rasa penasaran yang tersimpan di hati.
Bagaimana hidayah Islam itu datang padanya? Karena yang saya tahu,
ia bersyahadah bukan karena pernikahan dengan seorang muslim.
Hingga suatu saat saya beranikan diri bertanya.

Alasannya singkat. Ia mengenal Islam, karena terpesona dengan
basmallah. Kalimat tersebut tidak sengaja ia temukan sewaktu masih
SMA, di sebuah toko buku, di salah satu pojok bacaan tentang
Islam. Di sana ia menemukan tulisan “Bismilahiirrahmanirrahim
(Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). ”
Pertama kali membaca kalimat tersebut, dadanya bergetar. Siapa
Allah itu? Kenapa Ia memiliki rasa Maha Pengasih dan Penyayang?
Darimana asalnya kata-kata seindah ini?

Sejak saat itu, ia seolah ^jatuh cinta, ^ pada basmallah. Meskipun
tidak pernah tahu arti sesungguhnya bacaan tersebut, tapi ia
percaya bahwa basmallah adalah sebuah ^jampi-jampi^ yang dapat
menjaganya dari hal-hal yang buruk. Di atas tempat tidur, meja
belajar, di setiap buku ataupun dalam omamori pasti ia tulis
kalimat tersebut.

Hingga suatu saat salah seorang guru yang mengetahuinya, melarang
untuk meneruskan kebiasaan tersebut. Juga menasehati agar tidak
membuka buku-buku tentang Islam. “Agama teroris, ” begitu ucapan
gurunya saat itu. Tomoko san hanya bisa tercengang kaget mendengar
penjelasan tersebut. Benarkan Islam agama teroris? Jika teroris,
mengapa memiliki kata-kata yang begitu indah seperti ini? Semakin
hari, semakin penasaran ia dibuatnya.

Setelah lulus SMA, keinginannya untuk mengetahui arti sesungguhnya
kata basmallah semakin kuat. Ia mulai rajin membaca beberapa buku
Islam dan mendatangi perkumpulan-perkumpulan muslim. Hingga
akhirnya hidayah itu datang dan syahadat diikrarkan. Ia percaya,
dari kalimat basmallah jalan menuju hidayah terbuka.

***
Betapa hebat kekuatan basmallah. Meskipun secara sadar ataupun
tidak, kadang kita melupakannya. Terimbas oleh kata-kata lain yang
dianggap lebih baik. Terutama bagi muslim yang tinggal di Jepang,
sebuah negara sekuler yang memiliki pola pemikiran ^Islami^
tertib, teratur, disiplin.

Pola pemikiran mereka, terkadang menggeser pola pemikiran Islam.
Tidak salah jika sang ibu di cerita atas, begitu tegas mengajarkan
anaknya ucapan basmallah. Ibu tersebut pasti tidak ingin buah hati
tercintanya terimbas oleh pola pemikiran Jepang. Dasar-dasar Islam
harus diterapkan sedini mungkin agar di manapun berada, seorang
muslim tetap memiliki izzah Islam.

Kembali ke basmallah, jika ditelusuri, kita akan menemukan mutiara
ilmu yang luar biasa pada bacaan tersebut. Menyebut bismillah di
permulaan tiap pekerjaan berarti kita sedang mengingat akan
kebesaran Allah swt. Menyadari akan keagungan-Nya. Mendatangkan
perlindungan-Nya. Betapapun sulit dan berat sebuah pekerjaan, akan
terasa ringan dengan mengucapkan basmallah, karena ia mendatangkan
ketenangan lahir batin. Kekuatannya tidak bisa tergantikan,
meskipun ada kata-kata lain yang memiliki arti sedemikian
bagusnya.

Jadi, tidaklah salah jika saya bertanya pada anda, “sudah baca
basmallah?” Untuk mengawali aktifitas membaca tulisan ini.

Wallahu`alambisshowab.

Catatan:
1. Itadakimasu = Diucapkan oleh orang Jepang sebelum makan. Yang
memiliki arti harfiah saya terima berkah makanan ini
2. Onigiri = Bulatan nasi khas Jepang yang dibungkus rumput laut.
3. Omamori = Benda (jimat ) yang dianggap sebagai pelindung.

Tokyo, aishliz et FLP-Jepang

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=4951

© http://carauntuk.com/bismillah-20070623-1732

Sponsor 2

Leave a Reply