Homeforum.majelisrasulullah.orgBid’ah adalah hal yg diada adakan setelah wafatnya Rasul saw, Bid’ah terbagi dua, Bid’ah hasanah dan Bid’ah Munkarah

Bid’ah adalah hal yg diada adakan setelah wafatnya Rasul saw, Bid’ah terbagi dua, Bid’ah hasanah dan Bid’ah Munkarah

forum.majelisrasulullah.org Comments Off on Bid’ah adalah hal yg diada adakan setelah wafatnya Rasul saw, Bid’ah terbagi dua, Bid’ah hasanah dan Bid’ah Munkarah 0 likes 121 views share

iway BID^AH – 2005/10/31 21:07 Assalamu^alaikum Wr.Wb

Apa kabar Habieb..semoga Allah melindungi Habieb dan keluarga
serta jama^ah majelisrasulullah.
Bieb.. ane tuh mau tanya . ane bingung setiap ane denger pengajian
dikantor ane dan
ane sering bergaul dengan orang yang mengklaim bahwa mereka
salafi.
Dalam semua kesempatan untuk berpidato pengajian mereka sering
mengucapkan kalimat pembuka yang diambil dari hadits Nabi SAW
“….kullu bid^atin dholalah wakullu dholalatin finnar..” dan
mereka tidak mempercayai adanya bid^ah khasanah.
pertanyaannya bagaimana sebenarnya bid^ah itu?
apa batasan bid^ah itu?
benarkah tidak ada bid^ah khasanah?
dan satu lagi bieb. tentang masalah tahlilan tolong dijelaskan
dalielnya nashnya yah bieb. soalnya apakah tahlilal itu juga
bid^ah karena kalimatnya sdh diramu sedemikian rupa. setiap amalan
yang baru pasti akan ditolak apakah memang benar Nabi kita
mengajarkan hal demikian. dan juga kenapa surat Alfatihah
dijadikan surat untuk pembuka dan pengirim do^a.

syukron katsiron.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:BID^AH – 2005/11/02 14:07 Alaikum salam warahmatullahi
wabarakaatuh
Alhamdulillah, dan banyak banyak terimakasih atas doanya,
alhamdulillah saya sehat wal afiat, dan mohon doanya agar terus
diberi kekuatan menjalankan dakwah dengan baik, alf Syukron atas
antum dan minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir batin

Bid^ah adalah hal yg diada adakan setelah wafatnya Rasul saw,
Bid^ah terbagi dua, Bid^ah hasanah dan Bid^ah Munkarah. Hadits yg
sering mereka sebut itu, adalah ucapan Rasul saw untuk Bid^ah
Munkarah (seperti shalat dg bahasa Indonesia dll).

Bid^ah hasanah adalah hal yg diada adakan setelah wafatnya Rasul
saw dengan tanpa melanggar syariah, dan dengan tujuan maslahat
Muslimin dengan landasan Hadits Rasul saw : “Barangsiapa yg
membuat ajaran kebaikan (pahala) dalam islam (tidak melanggar
syariah), maka baginya pahalanya, dan barangsiapa yg membuat
ajaran buruk (dosa) maka baginya dosanya”. (HR Muslim).

Orang yg menafikan Bid^ah hasanah, maka ia menafikan dan
membid^ahkan Kitab Al Qur^an, karena tak ada perintah Rasul saw
untuk membukukannya dalam satu kitab, dan itu adalah Ijma^
shahabiy radhiyallahu^anhum.

Demikian pula Kitab Bukhari, Muslim, dan seluruh kitab hadits.,
karena pengumpulan hadits Rasul saw dalam satu kitab merupakan
Bid?ah hasanah yg tak pernah diperintahkan oleh Rasul saw.

Demikian pula ilmu Nahwu, sharaf, Musthalahulhadits, dan lainnya
hingga kita memahami derajat hadits, inipun semua Bid^ah hasanah.

Demikian pula shalat Tarawih berjamaah, demikian pula ucapan
Radhiyallahu atas sahabat, tidak pernah diajarkan oleh Rasul saw,
tidak pula oleh sahabat, walau itu disebut dalam alqur^an bahwa
mereka para sahabat itu diridhoi Allah, namun tak ada dalam Ayat,
atau Rasul memerintahkan untuk mengucapkan ucapan itu utk
sahabatnya, namun karena kecintaan Tabi^in pada sahabat, maka
mereka menambahinya dengan ucapan tersebut. Dan ini merupakan
Bid^ah hasanah dengan dalil hadits diatas.

Lalu muncul kini pula Al Qur^an yg di kasetkan, di CD kan, di
program di Handphone, diterjemahkan, apa ini semua?, ini semua
Bid^ah..!, namun Bid^ah hasanah, maka semakin mudah pula bagi kita
untuk mempelajari Al Qur^an, untuk selalu membaca Al Qur^an, untuk
menghafal Al Qur^an..dan tidak ada yg memungkirinya termasuk
mereka sekte wahabi.

coba kalau Al Qur^an belum dibukukan oleh sahabat, masih
bertebaran di tembok tembok, di kulit onta, di hafalan dan
sebagian ditulis.., maka akan muncul beribu ribu alqur^an di zaman
ini, karena semua orang akan mengumpulkan dan membukukannya,
masing masing dg riwayat sendiri dan hancurlah Al Qur^an.. namun
dengan adanya Bid^ah hasanah inilah kita masih mengenal Al Qur^an
dengan utuh.
Demikian pula berkat Bid^ah hasanah ini pula kita masih bisa
mengenal Hadits.

Dan bahwa menghadiahkan Fatihah, atau Yaasiin, atau dzikir,
Tahlil, atau shadaqah, atau Qadha puasanya dan lain lain, itu
semua sampai kepada Mayyit, dengan Nash yg Jelas di Shahih Muslim
bahwa seorang wanita bersedekah untuk Ibunya, dan adapula riwayat
lain bahwa seorang sahabat menghajikan Ibunya yg telah wafat, dan
Rasul saw pun menghadiahkan Sembelihan beliau saw untuk dirinya
dan untuk ummatnya, dan hal ini merupakan Jumhur Ulama seluruh
madzhab, dan tak ada yg memungkirinya, dan perselisihan pendapat
hanya terdapat pada madzhab Syafii, bila si pembaca tak
mengucapkan bahwa ^Kuhadiahkan^, atau wahai Allah kuhadiahkan
sedekah ini, atau dzikir ini, atau ayat ini..?, bila hal ini tidak
disebutkan maka sebagian Ulama Syafi^iyah mengatakan pahalanya tak
sampai. Maka tak satupun ulama ikhtilaf dalam sampai atau
tidaknya, tapi berikhtilaf adalah pd Lafadznya.
Demikian pula Ibn Taimiyyah yg menyebutkan 21 hujjah (dua puluh
satu dalil) tentang Intifa^ min ^amalilghair (mendapat pahala atau
manfaat dari amal selainnya). (Rujuk Tahqiiqul Aamaal, fiima
yanfa?ulmayyit minal a?mal- Imam Muhammad bin Alwi Almalikiy)

Mengenai ayat : “DAN TIADALAH BAGI SESEORANG KECUALI APA YG
DIPERBUATNYA”, maka Ibn Abbas ra menyatakan bahwa ayat ini telah
mansukh dg ayat (DAN ORAN ORANG YG BERIMAN YG DIIKUTI KETURUNAN
MEREKA DENGAN KEIMANAN), dan pula hadits yg mengatakan bahwa bila
wafat keturunan adam, maka putuslah amalnya terkecuali 3, shadaqah
Jariyah, Ilmu yg bermanfaat, dan anaknya yg berdoa untuknya, maka
orang orang lain yg mengirim amal, dzikir dll untuknya ini jelas
jelas bukanlah amal perbuatan si mayyit, karena Rasul saw
menjelaskan terputusnya amal si mayyit, bukan amal orang lain yg
dihadiahkan untuk si mayyit, dan juga sebagai hujjah bahwa Allah
memerintahkan di dalam Al Qur^an untuk berdoa : “WAHAI TUHAN KAMI
AMPUNILAH DOSA2 KAMI DAN BAGI SAUDARA SAUDARA KAMI YG MENDAHULUI
KAMI DALAM KEIMANAN”, (QS Al Hasyr-10)

Mengenai rangkuman tahlilan itu, tak satupun Ulama dan Imam Imam
yg memungkirinya, siapa pula yg memungkiri muslimin berkumpul dan
berdzikir?, hanya syaitan yg tak suka dengan dzikir..
Didalam acara Tahlil itu terdapat ucapan Laa ilaah illallah,
tasbih, shalawat, ayat qur^an, dirangkai sedemikian rupa dalam
satu paket dg tujuan agar semua orang awam bisa mengikutinya
dengan mudah, ini sama saja dengan merangkum Al Qur^an dalam
disket atau CD, lalu ditambah pula bila ingin ayat Fulani,
silahkan Klik awal ayat, bila anda ingin ayat azab, klik a, ayat
rahmat klik b, maka ini semua dibuat buat untuk mempermudah
muslimin terutama yg awam. Atau dikumpulkannya hadits Bukhari,
Muslim, dan Kutubussittah, Alqur?an dengan Tafsir Baghawi,
Jalalain dan Ilmu Musthalah, Nahwu dll, dalam sebuah CD atau
disket, atau sekumpulan kitab, bila mereka melarang dan
membid^ahkannya maka mana dalilnya?, munculkan satu dalil yg
mengharamkan acara Tahlil, (acara berkumpulnya muslimin untuk
mendoakan yg wafat) tidak di Al Qur?an, tidak pula di Hadits,
tidak pula di Qaul Sahabat, tidak pula di kalam Imamulmadzahib,
hanya mereka saja yg mengada ngada dari kesempitan pemahamannya.

Dan sebagaimana kita telah mengetahui bahwa boleh saja mengirim
amal berupa ayat Alqur^an atau dzikir dan lainnya, namun kita
memahami dari beberapa hadits shahih bahwa Alfatihah adalah surat
yg paling mulia dalam Al Qur^an, digelari pula dg Ummul Kitaab,
dan digelari pula dg Ummulqur^an (Rujuk Shahih bukhari, dan Tafsir
Baghawi bab surat Fatihah) juga tersebut pula dalam riwayat
Muhadditsin lainnya, maka sebagian salafuna lebih senang
menghadiahkan Fatihah, karena pendek dan mudah bagi orang awam,
namun Dahsyat kemuliaannya.

Wallahu a?lam.

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

kaka dila Re:BID^AH – 2005/11/19 09:35 habib munzir, menurut anda wihdatul
wujud itu paham yang seperti apa? habib yang baik, saya ingin
bertanya tentang taklim para habib didaerah bandung karena saya
agak kesulitan untuk bisa mengunjungi jakarta setiap waktu?lalu
jika saya ingin tahu tentang nasab para habib saya harus mencari
kemana, apa ada di internet?tentang habib umar hafidz,apa beliau
ada diinternet

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:BID^AH – 2005/11/22 12:59 Alaikum salam warahmatullah
wabarakaatuh.
maaf atas keterlambatan jawaban.
terus terang saja saya belum jelas mengenai faham itu, dan saya
tak berani memberikan pendapat bila saya belum jelas betul tentang
pemahaman itu. bila anda memahaminya maka baiknya anda
memperjelasnya dan saya akan mengemukakan pendapat Insya Allah

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=65

© http://carauntuk.com/bidah-adalah-hal-yg-diada-adakan-setelah-wafatnya-rasul-saw-bidah-terbagi-dua-bidah-hasanah-dan-bidah-munkarah

Sponsor 2