Homeforum.majelisrasulullah.orgBagaimana kita bermakmum pada saat sholat shubuh kepada imam yang sudah kita ketahuii bahwa nantinya tidak pakai qunut

Bagaimana kita bermakmum pada saat sholat shubuh kepada imam yang sudah kita ketahuii bahwa nantinya tidak pakai qunut

forum.majelisrasulullah.org 2 0 likes 130 views share

 

sholat jama'ah – 2007/08/27 07:43Assalamu'alaikum wr. wb.
Semoga habib dan keluarga selalu dalam lindungan Alloh SWT
Saya ingin menanyakan hal berikut :
– Bagaimana kita bermakmum pada saat sholat shubuh kepada imam yang sudah kita ketahuii bahwa nantinya tidak pakai qunut dengan alasan bacaan basmallahnya yakindan tahu dipelankan dan kita menganggap dia yang sebagai yang tua dan bacaan tajwidnya baik di tempat tersebut bagaimana sebaiknya jika kita sudah terlanjur berjama'ah dengan dia.
Sekian pertanyaan saya dan mohon ma'af jika ada kalimat yang kurang sopan.
Syukron,
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:sholat jama'ah – 2007/08/28 04:12alie tulis:
Assalamu'alaikum wr. wb.
Semoga habib dan keluarga selalu dalam lindungan Alloh SWT
Saya ingin menanyakan hal berikut :
– Bagaimana kita bermakmum pada saat sholat shubuh kepada imam yang sudah kita ketahuii bahwa nantinya tidak pakai qunut dengan alasan bacaan basmallahnya yakin dan tahu dipelankan dan kita menganggap dia yang sebagai yang tua dan bacaan tajwidnya baik ( tapi ada satu orang lagi dari segi tajwidnya baik yang sebenarnya pakai qunut )di tempat tersebut bagaimana sebaiknya jika kita sudah terlanjur berjama'ah dengan dia dan memang pada saat kita nunggu sholat berjama'ah si fulan datang maka seakan-akan terpaksa dia kita tunjuk sebagai imam dengan alasan tersebut bagaimana sebaiknya sikap kita untuk yang akan datang.
Sekian pertanyaan saya dan mohon ma'af jika ada kalimat yang salah dan kurang sopan.

Syukron,

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:sholat jama'ah – 2007/08/29 00:41Alaikumsalamm warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan jiwa semoga selalu menghiasi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
bermakmum padanya sah, cuma barangkali jika ia di indonesia bolehlah anda sampaikan pada orang yg dekat dengannya (bila anda yg menyampaikan barangkali kesannya tak sopan krn dia orng tua), bahwa kita ini di wilayah masyarakat yg bermadzhabkan syafii, maka fanatik madzhab dan berkeras diri dg madzhabnya dg mengharuskan orang lain mengikutinya merupakan hal yg kurang pantas, 

kalau ia bermadzhabkan selain syafii maka hukum wudunya pun berbeda, dan banyak ibadah ibadahnya yg agak berbeda, apakah ia telah memahami kesemuanya ataukah hanya ikut2an?, baiknya ikutilah madzhab yg menjadi mayoritas masyarakatnya, agar ia berkeluarga dg masyarakat dan tak berpisah sendiri, 

karena barangsiapa yg memisahkan diri dari jamaahnya maka ia akan wafat sebagai wafatnya orang jahiliyah, demikian Rasul saw menjelaskan pada kita dlm riwayat shahih Bukhari.

kembali pada pertanyaan anda, shalatnya tetap sah, dan bermakmum padanya mendapatkan pahala jamaah.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
 
Dhuha dan Rathib Al Hadad – 2007/08/30 01:31Assalamualaikum Wr Wb,
Semoga Allah SWT memberikan kesehatan kepada Habib sekeluarga
begini saya ingin sekal bertanya masalah sholat sunah Dhuha dan Rathib.

1. Setelah beberapa kali saya membaca Rhatib Al Hadad Alhamdullilah saya dimudahkan untuk mendapat pekerjaan. Yang saya tanyakan apa saja kelebihan Rhatib Al Hadad dibanding dengan yang lain?

2. Setelah mendapat pekerjaan, saya ingin sekali membiasakan sholat dhuha sebelum bekerja. Masalahnya tempat kerja saya lumayan jauh dan jam masuk kerja saya jam 8 pagi. Yang saya tanyakan apa boleh sholat dhuha sebelum jam 8 pagi?

3. Selain Sholat dhuha amalan apa saja yang membuka pintu rejeki?

Sekaian dari saya dan semoga majelis ini selalu mendapat limpahan berkah dari Allah SWT dan syafaat dari Rosululah SAW. Amin.

Wasssalamualaikum Wr Wb

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Dhuha dan Rathib Al Hadad – 2007/08/30 18:39Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kebahagiaan dan ketenangan hati semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. Ratib Alhaddad adalah kumpulan doa dari hadits2 Rasul saw, dan keberkahan padanya adalah keberkahan sunnah Rasul saw, yaitu berupa keberkahan dunia dan akhirat.

2. pk 8 pagi untuk wilayah Indonesia bagian barat merupakan awal waktu dhuha, saran saya anda melakukannya di perjalanan, sayapun sering demikian, saya melakukan shalat dhuha di mobil, bisa lebih tenang dan tak terburu buru. atau anda melakukannya 15 menit sebelum waktu dhuhur, itu masih waktu dhuha, karena waktu dhuha berakhir saat waktu zawal, dan zawal adalah beberapa menit saja sebelum adzan dhuhur.

3. salah satu amal yg juga membuka rizki adalah membaca surat Al waqiah setiap harinya diwaktu asar. 

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu dan sukses dalam segala cita cita,

Wallahu a’lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:sholat jama'ah – 2007/08/30 19:46Assalamu'alaikum,

Ana cuma mau minta penjelasan tentang madzhab syafi'i. bagaimana dengan imam yang tidak membaca qunut dan tidak mengeraskan bismillah dalam membaca surat juga bermadzhab syafi'i?, karena imam tersebut juga mengaku madzhabnya syafi'i (ana jadi bingung bib!). Maaf bib kalo ga keberatan tolong dijelaskan kepada ana yang awam ini tentang madzhab imam syafi'i dan perbedaannya dengan madzhab madzhab imam yang lain?

Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan inayah kepada Habib dan kita semua yang terus berada dijalan Allah dan Rasulnya. Amien.

Wassalamuu'alaikum.

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:sholat jama'ah – 2007/08/31 01:49Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kebahagiaan dan ketenangan hati semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
tentunya sah shalat dibelakang orang itu, cuma dia barangkali belum faham, sebab madzhab syafii mestilah mengeraskan basmalah dan Qunut, 

jika bermakmum pada imam yg tidak qunut maka tetap sah shalatnya.

duh.. saya tak bisa menjelaskan terlalu panjang suadaraku, namun salah satu contoh adalah wudhu di madzhab maliki harus dg digosok, kalau tak digosok maka tak sah wudhunya, dan dalam madzhab hanafi tidak boleh wudhu di bak, dan madzhab maliki dan hambali tidak batal wudhu ketika bersentuhan dg wanita yg bukan muhrim, madzhab syafii batal wudhu, dan banyak lagi contoh lainnya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu dan sukses dalam segala cita cita,

Wallahu a’lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&id=6577&catid=8

© http://carauntuk.com/bagaimana-kita-bermakmum-pada-saat-sholat-shubuh-kepada-imam-yang-sudah-kita-ketahuii-bahwa-nantinya-tidak-pakai-qunut

Sponsor 2

2 Comments

sonin

Assalam’alaikum Wr.Wb.
Numpang tanya; Adakah jaminan-Nya para imam seperti Imam Syafi’i, imam malik, imam Abu Hanifah dan imam Hambali masuk surga?,haruskah seluruh ibadah (aktivitas kita) hanya mencontoh imam syafi’i saja atau imam malik saja atau imam yang lainnya?,,, bolehkah kt bertaklid buta?, apakah ijtihad sudah tertutup? ,,, dan dimana kita memposisikan Rasulullah sebagai Suritauladan???

Arie Ibrahim

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Terimakasih atas pertanyaannya, hamba yang penuh dosa dan bodoh ini mencoba membantu menjawab pertayaan dari saudara sonin

(1) anda bisa tentukan nanti setelah anda memahami / mengenal para Imam tersebut apa pantas mereka masuk sorga atau tidak?

(2) sebaiknya kita yang hidup dimasa setelah Rasul saw wafat belajar melalui guru yang sanadnya saling menyambung teruntai sampai ke pada Rasul Saw, di indonesia sendiri paling banyak ulamanya bermahzabkan imam syafii, sebetulnya ada ribuan Imam ribuan Mujtahid bahkan lebih, namun Imam 4 itu sangat kuat karena diikuti oleh ribuan Mujtahid, mereka sudah mengatasi gelar mujtahid, Mujtahid adalah ulama yg sudah mendalami seluruh madzhab 4, pakar dalam alqur;an, pakar dalam hadits pakar dalam seluruh cabang ilmu syariah, maka ia digelari Mujtahid

(3) mengenai Ijtihad, adalah pendapat baru dalam hal yg tidak diketahui hukumnya/belum dibahas, atau menanggapi dua pendapat yg berbeda dalam syariah.

siapa saja boleh berijtihad, namun untuk dirinya, bukan untuk muslimin umum, misalnya begini, ia berada disuatu tempat yg tak ia ketahui kiblatnya, misalnya di hutan atau wilayah kalangan non muslim, ia tidak bisa melihat matahari karena malam misalnya, maka ia berijtihad, misalnya : seingat saya arah barat di wilayah terdekat sini adalah kesana, timur berarti sebaliknya, maka kiblat adalah arah ini. ini adalah ijtihad.

namun Ijtihad yg jika dimaksud fatwa, maka kita lihat siapa yg berfatwa, apakah ia ulama dan pakar dalam syariah, gelar profesor tak diakui dalam syariah, yg diakui adalah kematangannya dalam syariah walau tak ada gelar.

maka jika ijtihadnya bertentangan dg fatwa ulama besar apalagi para Imam Imam, maka ijtihadnya batil.

karena ijtihad butuh pertimbangan matang dari rujukan banyak hadits dan ayat dan fatwa. dan tentunya para imam terdahulu lebih matang dari ulama masa kini.

dan fatwa/ijtihad mereka sudah diakui dan diikuti ribuan para imam lainnya sesudah mereka, maka itu menjadi sangat kuat.

pakar hadits mempunyai gelar, ada yg bergelar Al Hafidh, yaitu yg teah hafal 100.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya, 

ada yg bergelar hujjatul Islam, yaitu yg telah hafal 300.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya.

Imam hambali hafal 1 juta hadits berikut sanad dan hukum matannya, demikian Imam Abu Dawud, dan banyak lagi.

dimasa itu ribuan para alhafidh dan ratusan para hujjatul islam, lalu bagaimana jika semacam Imam Syafii, yg Imam hambali adalah muridnya, dan Imam Syafii diikuti oleh sangat banyak para Hujjatul islam, tentunya ia merupakan samudera syariah.

lalu bagaimana jika ada yg menentang fatwa imam syafii?, apakah ia sebanding keluasan ilmunya dg Imam Syafii?, tau sebanding dg Imam Imam Madzhab lainnya?

atau hanya seorang yg tak hafal 1 hadits pun berikut sanadnya, namun bergelar progfesor lalu berfatwa menyalahkan mereka?

maka tentunya Ijtihadnya tidak bisa dijadikan rujukan.

apalagi jika bertentangan dg Nash alqur’an dan hadits, maka Ijtihadnya batil.

(4) Tentunya kita memposisikan Rasulullah Saw sebagai idola kita, pastinya sekarang anda sudah mengenal siapa 4 Imam diatas mereka menghafal ratusan ribu hadits yang mana itu ucapan dari Rasulullah sendiri.

sumber 1

sumber 2
Wallahu a’lam

Leave a Reply