forum.majelisrasulullah.org

bagaimana kalau lagi haid atau lagi junub sebelum mandi junub kita potong kuku atau potong rambut boleh tidak ? arsip 2006

   JII        rambut dan kuku - 2006/02/05 12:18 assalamu'alaikum
              apa kabar habib semoga habib dalam keadaan sehat selalu
              amin.............
              habib saya mau nanya lagi, bagaimana kalau lagi haid atau lagi
              junub sebelum mandi junub kita potong kuku atau potong rambut
              boleh tidak ? itu saja pertanyaan saya terimakasih.
              assalamu'alaikum ahmad syarif

                               | | ==========

   munzir     Re:rambut dan kuku - 2006/02/06 18:15 Alaikumsalam warahmatullah
              wabarakatuh
    
              Semoga Rahmat Nya selalu terlimpah pd anda setiap kejap dan waktu.

              mengenai pemotongan kuku dan menggunting rambut bagi mereka yg
              sedang haid atau junub, merupakan hal yg makruh, sebab kelak
              seluruh bagian tubuh akan bersaksi bagi kita dihari kiamat, dan
              kuku serta rambut merupakan bagian tubuh kita, maka bila kita
              memotongnya saat haid dan junub maka merekapun akan bersaksi di
              hari kiamat bahwa mereka dipisahlan dari tubuh dalam keadaan tidak
              suci, sebagaimana tubuh haruslah dimandikan dahulu saat wafat,
              agar tubuh itu suci, maka demikian pula rambut dan kuku yg selalu
              dipisahkan/digunting dari tubuh.

              hal ini makruh, bukan haram.

              wallahu a'lam

              Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
              groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

              Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
              No rekening Majelis Rasulullah saw:
              Bank Syariah Mandiri
              Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
              No rek : 061-7121-494
              
                                | | ==========

   Qudamah    Re:rambut dan kuku - 2007/12/01 07:35 Assalamu'alaikum,,,
   
              bib,,,boleh sedikut tanya mengenai topik yang sudah lama ini ya,,,
              mengenai kemakruhan dari memotong kuku ini,,,boleh tidak bib, saya
              meminta sembarang hadist Rosulullah ataupun pendapat Ulama yang
              mulia yang memakruhkannya,,,agar amal ini lebih berkesan dengan
              mengetahui para ulama rahimahullah yang ikut berfatwa akannya

              jazakallah ya Habib

                               | | ==========

   munzir     Re:rambut dan kuku - 2007/12/02 15:08 Alaikumsalam warahmatullah
              wabarakatuh,
    
              Kebahagiaan dan Kelembutan Nya semoga selalu menyelimuti hari hari
              anda,

              Saudaraku yg kumuliakan,
              dijelaskan oleh fuqaha kita : "Dan seyogyanya untuk tak memotong
              rambut atau kuku sebelum mandi besar, karena itu akan
              menyebabkannya terkumpul di hari kiamat dalam keadaan tidak suci"
              (Fathul Mu'in Bab Matlub sunanulghusl).
              juga dengan makna yg serupa pada Busyralkarim bab Makruhatul
              Ghusl)

              Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
              semoga sukses dg segala cita cita,

              Wallahu a'lam

              Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
              groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

              Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
              No rekening Majelis Rasulullah saw:
              Bank Syariah Mandiri
              Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
              No rek : 061-7121-494
              
                                | | ==========

   khofif69   dzikir keras-keras - 2007/12/03 01:14 Assalamu'alaikum Wr. Wb.
              Sebelumnya kami mohon maaf jika kalimat yang kami tulis tidak
              memenuhi standard etika dalam forum ini, kami baru bergabung
              semoga dapat menambah ukhwah dan ikhwan.

              Ditempat kami, ada dua pandangan tentang dzikir dengan suara dan
              dengan tanpa suara, bagaimana kedudukan yang sebenarnya tentang
              dzikir dengan suara dan tanpa suara??

                               | | ==========

   munzir     Re:dzikir keras-keras - 2007/12/03 15:29 Alaikumsalam
              warahmatullah wabarakatuh,
    
              Cahaya Rahmat Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda
              dengan kebahagiaan,

              Saudaraku yg kumuliakan,
              selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kami sangat gembira
              menyambut kedatangan anda, kita bersatu dalam kemuliaan,

              mengenai dzikir sendiri sendiri dan dzikir berjamaah keduanya
              merupakan sunnah Rasul saw,

              namun yg kini sering dipermasalahkan adalah dzikir berjamaah, maka
              saya menukil dalil dalih shahih dan tsigah tentang dzikir
              berjamaah ini :
              Dzikir berjamaah sejak zaman Rasul saw, sahabat, tabiin tak pernah
              dipermasalahkan, bahkan merupakan sunnah rasul saw, dan pula
              secara akal sehat, semua orang mukmin akan asyik berdzikir,
              dan hanya syaitan yg benci dan akan hangus terbakar dan tak tahan
              mendengar suara dzikir. kita bisa bandingkan mereka ini dari
              kelompok mukmin, atau kelompok syaitan yg sesat.., dengan cara
              mereka yg memprotes dzikir jamaah, telinga mereka panas, dan ingin
              segera kabur bila mendengar jamaah berdzikir.

              1). para sahabat berdoa bersama Rasul saw dengan melantunkan syair
              (Qasidah/Nasyidah) di saat menggali khandaq (parit) Rasul saw dan
              sahabat2 radhiyallhu;anhum bersenandung bersama sama dengan ucapan
              : HAAMIIIM LAA YUNSHARUUN... (Kitab Sirah Ibn Hisyam Bab Ghazwat
              Khandaq). Perlu diketahui bahwa sirah Ibn Hisyam adalah buku
              sejarah yg pertama ada dari seluruh buku sejarah, yaitu buku
              sejarah tertua. Karena ia adalah Tabiin.

              2). saat membangun Masjidirrasul saw : mereka bersemangat sambil
              bersenandung : Laa Iesy illa Iesyul akhirah, Allahummarham Al
              Anshar wal Muhaajirah, setelah mendengar ini maka Rasul saw pun
              segera mengikuti ucapan mereka seraya bersenandung dengan semangat
              : Laa Iesy illa Iesyul akhirah, Allahummarham Al Anshar wal
              Muhajirah (Sirah Ibn Hisyam Bab Hijraturrasul saw- bina
              masjidissyarif hal 116)

              3). ucapan ini pun merupakan doa Rasul saw demikian diriwayatkan
              dalam shahih BUkhari dan Shahih Muslim

              4). Firman Allah swt : ?SABARKANLAH DIRIMU BERSAMA KELOMPOK ORANG
              ORANG YG BERDOA PADA TUHAN MEREKA SIANG DAN MALAM SEMATA MATA
              MENGINGINKAN KERIDHOAN NYA, DAN JANGANLAH KAU JAUHKAN PANDANGANMU
              (dari mereka), UNTUK MENGINGINKAN KEDUNIAWIAN?? (QS Alkahfi 28)
              Ayat ini turun ketika Salman Alfarisi ra berdzikir bersama para
              sahabat, maka Allah memerintahkan Rasul saw dan seluruh ummatnya
              duduk untuk menghormati orang2 yg berdzikir.
              Mereka mengatakan bahwa ini tidak teriwayatkan bentuk dan tata
              cara dzikirnya, ah..ah..ah.. Dzikir ya sudah jelas dzikir..,
              menyebut nama Allah, mengingat Allah swt, adakah lagi ingin dicari
              pemahaman lain?,

              Sebagaimana Hadist Qudsiy Allah swt berfirman : BILA IA (HAMBAKU)
              MENYEBUT NAMAKU DALAM DIRINYA, MAKA AKU MENGINGATNYA DALAM DIRIKU,
              BILA MEREKA MENYEBUT NAMAKU DALAM KELOMPOK BESAR, MAKA AKUPUN
              MENYEBUT (membanggakan) NAMA MEREKA DALAM KELOMPOK YG LEBIH BESAR
              DAN LEBIH MULIA. (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim).

              Sabda Rasulullah saw :  akan tahu nanti dihari kiamat siapakah
              ahlulkaram (orang orang mulia) , maka para sahabat bertanya :
              siapakah mereka wahai rasulullah?, Rasul saw menjawab : : majelis
              majelis dzikir di masjid masjid  (Shahih Ibn Hibban hadits no.816)

              Sabda Rasulullah saw :  sungguh Allah memiliki malaikat yg beredar
              dimuka bumi mengikuti dan menghadiri majelis majelis dzikir, bila
              mereka menemukannya maka mereka berkumpul dan berdesakan hingga
              memenuhi antara hadirin hingga langit dunia, bila majelis selesai
              maka para malaikat itu berpencar dan kembali ke langit, dan Allah
              bertanya pada mereka dan Allah Maha Tahu :  darimana kalian? 
              mereka menjawab : kami datang dari hamba hamba Mu, mereka berdoa
              padamu, bertasbih padaMu, bertahlil padaMu, bertahmid pada Mu,
              bertakbir pada Mu, dan meminta kepada Mu,
              Maka Allah bertanya :  Apa yg mereka minta? , Malaikat berkata :
              mereka meminta sorga, Allah berkata : apakah mereka telah melihat
              sorgaku?, Malaikat menjawab : tidak, Allah berkata :  Bagaimana
              bila mereka melihatnya . Malaikat berkata : mereka meminta
              perlindungan Mu, Allah berkata :  mereka meminta perlindungan dari
              apa? , Malaikat berkata :  dari Api neraka , Allah berkata :  
              apakah mereka telah melihat nerakaku? , Malaikat menjawab tidak,
              Allah berkata : Bagaimana kalau mereka melihat neraka Ku. Malaikat
              berkata : mereka beristighfar pada Mu, Allah berkata :  sudah
              kuampuni mereka, sudah kuberi permintaan mereka, dan sudah
              kulindungi mereka dari apa apa yg mereka minta perlindungan
              darinya, malaikat berkata :  wahai Allah, diantara mereka ada si
              fulan hamba pendosa, ia hanya lewat lalu ikut duduk bersama
              mereka, Allah berkata : baginya pengampunanku, dan mereka (ahlu
              dzikir) adalah kaum yg tidak ada yg dihinakan siapa siapa yg duduk
              bersama mereka  (shahih Muslim hadits no.2689),

              perhatikan ucapan Allah yg diakhir hadits qudsiy diatas : dan
              mereka (ahlu dzikir) adalah  kaum yg tak dihinakan siapa siapa yg
              duduk bersama mereka , lalu hadits semakna pada Shahih Bukhari
              hadits no.6045.

              Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

              Wallahu a'lam

              Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
              groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

              Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
              No rekening Majelis Rasulullah saw:
              Bank Syariah Mandiri
              Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
              No rek : 061-7121-494
              
                                | | ==========

   Qudamah    Re:rambut dan kuku - 2007/12/08 02:53 munzir tulis:
              Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
    
              Kebahagiaan dan Kelembutan Nya semoga selalu menyelimuti hari hari
              anda,

              Saudaraku yg kumuliakan,
              dijelaskan oleh fuqaha kita : "Dan seyogyanya untuk tak memotong
              rambut atau kuku sebelum mandi besar, karena itu akan
              menyebabkannya terkumpul di hari kiamat dalam keadaan tidak suci"
              (Fathul Mu'in Bab Matlub sunanulghusl).
              juga dengan makna yg serupa pada Busyralkarim bab Makruhatul
              Ghusl)

              Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
              semoga sukses dg segala cita cita,

              Wallahu a'lam

              terimakasih ya habibana,,,
              bib,,sedikit lagi ya,,,
              ada teman ana akhwat tanya dalil yang mendukung dari ijtihad ulama
              atas anjuran ketidak bolehannya itu,,,

              maaf ya bib merepotkan,,,

              jazakallah

                               | | ==========

   munzir     Re:rambut dan kuku - 2007/12/08 13:20 dalilnya adalah wajibnya
              mandi besar saat junub dan haidh, dan seluruh anggota tubuh mesti
              dikenai.

              dan potongan kuku dan rambut itu bukanlah sampah/benda yg datang
              dari luar tubuh, ia bukan pula kotoran tubuh sebagaimana keringat,
              air seni, dll, namun ia adalah bagian dari tubuh kita yg tumbuh
              lalu dipisahkan dari tubuh kita, maka ia tetap bagian tubuh kita
              yg munfashil (terpisah), maka makruh ia terpisah dalam keadaan
              tidak suci.

              Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
              groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

              Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
              No rekening Majelis Rasulullah saw:
              Bank Syariah Mandiri
              Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
              No rek : 061-7121-494
              
                                | | ==========

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=9900
© http://carauntuk.com/bagaimana-kalau-lagi-haid-atau-lagi-junub-sebelum-mandi-junub-kita-potong-kuku-atau-potong-rambut-boleh-tidak-arsip-2006

Sponsor 2

Show More

cu.admin

Nama: Arie Ibrahim | Lahir : 16 january 1987 | Lulus : SMA 28 Oktober 1928 jakarta Selatan Tahun 2005 | Keahlian : dibidang komputer. | Ketertarikan: ilmu komputer, ilmu Quran, dan Ilmu Fisika. | Kontak : arie@carauntuk.com adpit31@gmail.com | Pesan : semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya, Terimakasih

Related Articles

Check Also

Close
Close