Homeforum.majelisrasulullah.orgbagaimana hukumnya orang yg bekerja di sebuah toko yg mana toko itu juga menjual miras?

bagaimana hukumnya orang yg bekerja di sebuah toko yg mana toko itu juga menjual miras?

forum.majelisrasulullah.org Comments Off on bagaimana hukumnya orang yg bekerja di sebuah toko yg mana toko itu juga menjual miras? 0 likes 241 views share

Hendra alfaqir – 2007/01/19 08:35 Assalamualaikum Yaa Habibana

Semoga segenap kasih sayang dan keridhoan Allah serta Rasulullah
ASW senantiasa tercurah dalam setiap helaan nafas habib, keluarga,
dan segenap pecinta Rasulullah SAW, Amin.

Bib, afwan ada yg ingin ana tanyakan tapi sebelumnya ana memohon
maaf kalau kurang berkenan dan sudilah kiranya menerima salam
ta^adim ana untuk habibana tercinta dari diri yg faqir ini.
1. Bib, bagaimana hukumnya orang yg bekerja di sebuah toko yg mana
toko itu juga menjual miras?
2. Bib, apa permainan Timezone termasuk judi? karena apabila kita
menang dalam permainan itu, kita mendapat hadiah dan kalah berarti
koin yg kita beli tak mendapat apa2?
3. Bib, tahadus bini^mat (semoga Allah menjaga hati ana) tadi ana
berjumpa dg Sang Kekasih (mdh2n habib memahaminya), ketika ana
memanggil gelarnya, Beliau mengatakan Ayah ….. (lupa
seterusnya). Ana gak tahu apakah beliau mengatakannya kepada ana
atau kepada seseorang yg ada disamping beliau yg ana cuma bisa
mendengar suaranya saja “hawatif” atau apakah beliau ingin ana
memanggil beliau dg panggilan Ayah. kalau benar, sungguh hati yg
keruh ini terasa berat karena perbedaan maqom kita dg beliau, tp
kalau memang demikian adanya, ana sangat bersyukur diri yg faqir
kiranya mudah2an diaku oleh beliau. kiranya menurut habib, apa
maksud Beliau? afwan ..
4. Ba^da diatas, mimpi ana berlanjut dimana ana mengendarai mobil
(sebetulnya ana kurang bisa) dg seorang saudara dimana jalannya
berbelok-belok tapi ana bisa mengendarai mobil tsb dan ana
diharuskan mengikuti air yg mengalir dari selang yg ana bawa.
afwan kalau ini hanya sekedar bunga tidur
5. Bib, temen ana banyak yg menanyakan tentang dalil naqli dan
aqli mengkodho shalat yg kita tertinggal bukan karena udzur shalat
dan juga mengkodho shalat yg dulu dirasa kurang sempurna? terutama
mereka menanyakan nash yg shahihnya.

afwan bib, dg banyaknya pertanyaan dari ana ini, semata-mata hal
ini menunujukan kefaqiran diri ana. Jazakillah khoiron katsiron
bib

alfaqir

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:alfaqir – 2007/01/21 16:11 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Limpahan Kebahagiaan semoga selalu menaungi hari hari anda,

1. bekerja disuatu toko/restoran yg padanya ada hal hal yg
diharamkan Allah tentunya hukumnya menjadi haram atau syubhat,
haram bila kita jelas jelas turut menyajikan kepada muslim, dan
syubhat bila kita tidak terlibat,

namun sebaiknya kita mencari pekerjaan lain yg lebih diberkahi
Allah, lebih besar penghasilannya dan lebih besar keberkahannya,
bila dalam keadaan terjepit dg kebutuhan maka bolehlah sementara
bekerja sambil tak henti2 mencari pekerjaan yg lebih suci, sambil
pula berdoa untuk segera mendapat kemudahan dari Allah swt utk
lepas dari hal yg dimurkai Nya.

2. permainan berhadiah yg mengeluarkan uang dan mengandalkan
keberuntungan untuk mendapat hadiah adalah judi, bila mengandalkan
keahlian maka bukan judi.

3. limpahan keagungan dan keluhuran semoga atas anda dengan
kedekatan ruhani kepada nabi saw, dan beliau saw adalah ruh bagi
segenap ummatnya, demikian dijelaskan oleh para Mufassirin,
sebagaimana Imam Attabari dalam tafsirnya, Imam Ibn katsir dalam
tafsirnya, dalam menafsirkan ayat : NABI ITU LEBIH BERHAK
DIDAHULUKAN DARI PARA MUKMININ ATAS DIRI MEREKA, DAN ISTRI ISTRI
NABI ADALAH IBUNDA MEREKA. (QS Al Ahzab 6)

4. air yg mengalir adalah ajaran sang Nabi saw dan sunnah beliau
saw yg mengalir pd guru guru mulia dari generasi ke generasi.

5. semua hutang kepada Allah mesti dibayar sebagaimana ketika
seorang bertanya pd Nabi saw : ibuku wafat masih meninggalkan
hutang nadzar, apakah aku melunasinya?, maka Rasul saw menjawab :
“Iya, sebagaimana hutang kepada makhluk wajib dibayar maka hutang
kepada Allah lebih berhak untuk dibayarkan” (shahih Bukhari)

maka boleh boleh saja bila kita merasa berhutang shalat kepada
Allah untuk membayarnya.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a^lam
alfaqir

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=2322

© http://carauntuk.com/bagaimana-hukumnya-orang-yg-bekerja-di-sebuah-toko-yg-mana-toko-itu-juga-menjual-miras

Sponsor 2