Homeforum.majelisrasulullah.orgbagaimana hukumnya kalau suami pernah ucapkan kata cerai dengan emosi apakah sudah jatuh talak satu ?

bagaimana hukumnya kalau suami pernah ucapkan kata cerai dengan emosi apakah sudah jatuh talak satu ?

forum.majelisrasulullah.org 46 0 likes 5.8K views share

Talak (cerai) – 2007/09/23 23:16Assalamualaikum Wr Wb
Saya mau tahu bagaimana hukumnya jika seorang suami mengucapkan kata cerai 1 kali, dan apa yg harus kita lakukan sebagai pasangan suami istri apabila setelah itu sisuami ingin minta maaf dan meralat kata-katanya. Juga bagaimana hukumnya dengan talak 2 dan 3 yg sudah terucapkan, saya juga ingin minta tolong dijelaskan, atas jawabannya diucapkan terima kasih.
Wassalam
I mah
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya

Re:Talak (cerai) – 2007/09/24 07:32maaf habib munzir, pertanyaan saya kurang lengkap. yg ingin sy tanyakan bgmn hukumnya kalau suami pernah ucapkan kata cerai dgn emosi apakah sudah jatuh talak satu ? kalau sdh talak satu apakah harus pisah ranjang? kalau mau rujuk apa wajib melakukan nikah ulang lagi? terima kasih. Wassalam.
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya

Re:Talak (cerai) – 2007/09/24 12:25Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

 

Cahaya Rahmat Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

Saudariku yg kumuliakan,
kata "cerai", yg diucapkannya itu ia niatkan untuk apa kah?, sebab dalam syariah kita mengenal talak 1, talak 2, dan talak 3, kalau cerai maka umumnya yg dimaksud adalah firaq, yaitu perpisahan, yaitu talak 3,

nah, maka ditanyakan pada sang suami apakah ia saat mengucap cerai itu meniatkan talak 1 atau firaq (talak 3/percerian), jika niatnya cerai maka jadilah talak 3, jika maksudnya talak rujuk (talak 1 atau dua) maka ia bisa kembali lagi tanpa akad nikah baru.

jika sudah dimaksud talak tiga maka ia tak bisa kembali lagi dengan akad nikah atau dengan cara apapun kecuali sang istri telah menikah dg pria lain dan bersetubuh, lalu bercerai, lalu barulah bisa kembali padanya.

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

 

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya

Re:Talak (cerai) – 2007/09/24 15:44Ass.Wr.Wb Habib, maaf habib saya jadi ganggu terus. ini menyambung pertanyaan saya ttg talak, sebenarnya ini adlh masalah adik ipar saya(istri) dia malu mo tanya sendiri jd dia minta tolong saya tanyakan kpd yg lebih tahu. asal mulanya dari kantor mereka satu kantor dgn saya, didepan mata saya mereka bercanda mulut lama kelamaan yg suami membuka aib istri didepan saya nah yg istri sdh memperingatkan bahwa itu dilarang oleh islam tp suami gak percaya / gak mau kalah, entah kenapa si istri akhirnya keceplosan bicara ya udah kita cerai aja. nah si suami rupanya gak terima dgn kata2 istri jd dia balik emosi jg bicara begini ya udah kalau memang kita mo cerai pulang aja kamu sana maksudnya pulang ke periok rmh ortu yg istri. nah kalau menurut yg istri dia cuma bercanda bicara cerai tsb, yg suami kan gak pulang ke rumah krn masih ada kerjaan sih katanya. si istri berusaha utk suaminya memaafkan jd si istri ngesms sm suaminya tp apa balasan dr suami katanya sih kata2nya menyakitkan dan menusuk hati. si istri bingung apa yg hrs dia lakukan? apakah dia hrs pulang ke rmh ortunya sesuai kata suaminya ataukah apa yg hrs diperbuatnya? Tolong minta jalan keluarnya ya habib. Kalau menurut saya sbg kakak tertua memang mereka sdh sering bertengkar mulut gak ada yg mo kalah apalagi suaminya egoisnya tinggi sekali gak gampang menerima maaf apalagi dr istri, kalau istrinya bicara yg suami hanya diam membisu tanpa komentar apa2 pdhal kan istri jg butuh pendapat suami benar kan habib? yg namanya kita berumah tangga kan harus ada keterbukaan kejujuran kepercayaan dan saling bisa menerima pendapat / nasehat dr masing2 pasangan. Terima kasih Habib maaf panjang sekali pertanyaannya, Wassalam.
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya

Re:Talak (cerai) – 2007/09/25 05:31Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

 

Cahaya Rahmat Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

Saudariku yg kumuliakan,
menurut pendapat saya maka suami itu tak niat cerai talak tiga, cuma marah saja, 

dalam menyelesaikan masalah ini agar istri menghubungi orang tuanya atau walinya yg menyambungkan dg keluarga suami, diselesaikan dg jelas, suami harus bertanggungjawab, kalau talak 1 maka nafkah masih dari suami, dan maskan (tempat tinggal) harus dari suami, kalau suami menyruhnya pulang maka kewajiban suami mengantarnya kerumah orang tuanya atau diatur kepulangannya, 

ini perlu penyelesaian dari fihak wali,agar suami tak semena mena.

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

 

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

sumber

© http://carauntuk.com/bagaimana-hukumnya-kalau-suami-pernah-ucapkan-kata-cerai-dengan-emosi-apakah-sudah-jatuh-talak-satu

Sponsor 2

46 Comments

dwi

assalamualaikum habib…saya mautanya ketika suami saya marah terhadap saya dgn masalah yg sepele tp dy selalu di besar2kan ,,,terlontar dr mulut dy dg ucapan perceraian.seperti: aku cereaikan kamu.aku cr pengganti kamu.apakah ucapan yg dilontarkan itu sah menurut agama?

trimakasih

Arie Ibrahim

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

@dwi mohon maaf untuk pertanyaan seperti ini lebih baik di tanyakan langsung dengan ustad atau ulama yang ada dilingkungan tempat anda tinggal, situs ini hanya meneruskan arsip tanya jawab yang sudah di tunjukan kepada AL Maghfurlah Habibana Munzir AL Musawa mohon maaf sekali lagi jika tidak berkenan.


wassalamualaikum, wr, wb

abdul mohni

Assalamualaikum,Wr,Wb Habib
Mohon Maaf saya mau bertanya tentang Talak.
saya dengan istri kemaren bertengkar mulut…..samapi akhirnya istri saya bertanya kepada saya bagaimana kalau kita pisah dengan baik2 saja.
saya kaget dengan kata2 istri saya itu……saya milih membisau tidak mnjawab dengan maksud agar saya tidak samapai mngatakan kata cerai dan berusaha mendinginkan pikiran.
akan tetapi belum sampai dingin pikiran saya besoknya saya bertengkar lagi dengan istri saya dean saya sangat emosi sampai saya melontarkan kata2 kita cerai….waku itu istri mngatakan talak 3….dan saya tanpa mengerti arti kata talak 3 dengan emosi saya mnjawab “ya”. padahal saya tidak tahu apa arti talak 3 itu.

pertanyaanya apakah ituh talaknya jatuh talak 1,2,3. terima kasiah atas penjelasannya Habib.
Wassalamualaikum,Wr.Wb

pypy

assalamualaikum…
maaf mau bertanya,misal sang istri smsn dengan seorang lelaki mesra dan istri stiap kali d tanya suami marah,suami pun emosi dan memukul nya dan menyuruh nya pulang karna lagi emosi,sang istri pun pulang,,suami minta maaf sampai memohon,sampai d rumah orang tua nya sang istri meminta cerai beberapa kali kata cerai dan sang suami tidak mau cerai…. bagaimana kah itu jalan kluar nya…….bagaimana hukum nya

Arie Ibrahim

Assalamualaikum wr wb @pypy Mohon sangat beribu maaf saya hanya salah satu fans dari Al Maghfurlah Al Habib Munzir Bin Fuad Al Musawwa saya bukan ustad bukan ulama atau kiya dan habib telah lama wafat.

mengenai pertanyaan anda saya dapati penjelasanya dari Al Maghfurlah Al Habib Munzir Bin Fuad Al Musawwa seperti ini :
: istri boleh meminta cerai bila tak dinafkahi selama 6 bulan berturut2, bila suami tak menceraikannya maka istri boleh meminta keputusan cerai dari Qadhiy.

orang tua hanya sebatas menghimbau, tak ada hak dalam masalah rumah tangga anaknya kecuali masalah yg melanggar syariah.

Link http://www.majelisrasulullah.org/forums/topic/membaca-yassin/

semoga membantu, wallahualam

rahma

Ass abi jika suami sudah 5x menalak saya apakah hukumnya haram untuk melakukan hubngan intim mohon di jelaskan harus seperti apa..

juliana

Ass saya mau tanya habib apa kah suami yg sering mengucap kata pisah dan cerai sering diaucapkan,apa itu udah jatuh talak apa kita hrus pisah ranjang apa kita harus ngomong dengan baik2 ama suami kita habib apa bnr2 yg dia ucapkan itu pgn cerai ?
makasi habib wasalam

widi

asalam pak ustadz ,saya punya masalah dirumah tangga,istri saya sitiap marah selalu minta segah (minta diantarkan ke orang tuanya) trus pas suatu hari istri saya marah lagi trus saya ga tahan dengan ucapannya sampai2 saya mengucapkan pingin kumpul dua piah untuk mengantar ke inginan istri yang tiap kali marah pingin di segah,dan saya sampai keluar kata2 sekarang saya siap mengantan kamu ke orang tua kamu,trus istri saya ngomong kamu mau talak saya ? iya soalnya saya ga tahan dengan sikap kamu pingin pisah trus. gimana hukumnya kalau gitu : apabila sekarang istri minta maaf dan ingin merubah sikapnya,apakah harus ke amil lagi atau gimana pak ustadz,tp belum sempat di antar ke orang tuanya ,cuman baru niat aja?

Aldi

Pak ustad saya mau tanya …apabila seorang suami mengucapkan kata cerai didalam hati tanpa sepengetahuan istri ..apa hukumnya..apakah talak itu sah atau tidak sah

ayu

Maaf pak ustaz.. saya mau tanya. Apa sih artinya talak segah.. saya kurang paham..

rijal

assala mualaikum saya mau tanya dlu saya pernah talak 1 sm istri sy tp dia gk mau talak satu mintanya talak 3 akhirnya sy ucapkan talak 3 tp di hati saya tetap satu atau 2,,tp kami sampai skrg masih kumpul seperti dl lg apakah km ini sdh jatuh talak 3,mohon bantuannya pak ustad,,wasalamualaikum..

fitria

Assalmualaikum.wr.wb
Saya seorang yg istri yg d talak 1 oleh suami yg sdang emosi.sya tinggal d rmh orang tsa saya.suami pun tinggal d rmh orang tuany.1minggu kmudian suami ngajak rujuk dan saya pun mau.suami sdh blg ke keluarga saya tp blm bcra ke keluargany.stiap saya mnt untuk bcara sm ibuny suami sya selalu blg blm saatny.
Yg ingin saya tanyakan
1.apakah sah rujuk kami
2.apakah orang tua laki2 hrs tau kami rujuk
3.apakah boleh stlh rujuk kmi tetep tinggal masing2 krn suami blm blg kepada ibuny
4.apa yg hrs sya lakukan apabila orangtua dan kluarga suami tdk menyetujui kami rujuk
Trma ksh atas jawabanny
Wassalamualaikum

nevy

Asalam mualaikum wr.wb
maaf ustaz saya mau tanya ,saya ada pertengkaran sama suami saya tiba2 suami saya mau menyentuh saya tp saya menolak hingga suami saya bilang kmu mau cerai tanpa sadar saya bilang iya. Dan ke esokan harinya saya paksa dia untuk menulis surat cerai dan dia pun menulisnya atas nama dia mencerai kan di tulisannya nama saya tp surat itu hanya sampai di situ tidak di teruskan lg. Tiba2 kita adu mulut lg dan saya buat dia lebih emosi , sehingga dia bilang sekarang saya sudah tidak ragu lagi untuk menceraikan kmu.maaf ustaz saya mau tanya setelah peristiwa ini apakah kmi sudah sah cerai di mata agama? Atau tiak? Soalnya skrg saya sama suami sudah baikan lg.dan saya tanya kepada suami saya apakah kata cerai kmu itu benar2 dari hati apa krna emosi? Katanya emosi . Bagaimana hukumya itu ustaz? Terima kasih. wasalam.

Arie Ibrahim

waalaikumsalam wr wb @juliana

maap saya lama membalas karena mencari rujukan dari teman2 habaib dan ustad

jawaban ana punya teman seperti ini :
ana ngaji sama ust yusuf muhammad beliau tinggal dkt pesantren daarul ishlah salah satu murid dr muallim syafii hadzami, yakni talak sm nikah itu sah walo cm sekedar main2, seumpama ente punya anak perempuan trus temen ente becandain mo nikahin anak ente lalu ente qobulin dgn nada becanda sekalipun, asal ada saksi sah itu pernikahan, nah begitu juga talak walopun cm gurauan tetep jatoh talak apalagi ini intensitasnya sering, ucap cerai 3x aja udh jatoh talak 3 dan klo mo rujuk si istri terlebih dulu harus dinikahin sm org laen..

Aulia

Comment pak.. seandai nya suami tidak tau hukum nya mengucap kan kata cerai apa itu sah.. ketika suami tiba” marah trus mengata kan cerai.. antara sadar atau tidak.. tp saya sadar apa yang saya kata kan.. apa itu sah.. se ingat saya saya sudah mengatakan lebih dari 3 kali

riza

Nama saya riza,saya bertengkar dgn suami dia sudah ber kali kali mengucapkan kata cerai . skrang sya tinggal d rmah org tua saya apa dan org tua saya pun sudah mengetahui hal ini jika kami ingin rujuk kembali bagai mna hukum nya

siti nur aliyah

assalamualaikum habib, saya sti nur aliyah, saya mau tanya, suami saya sudah mengatakan talak satu dan dia sudah mengatakan hubungan kita cukup sampai sini saja, kalu memang mau rujuk kita nikah lagi, dan kami dalam keadaan sama sama ada di luar negri, jika suami berkata begitu apakah kita sudah sah bercerai, sedangkan sebelum suami mengatakan talak suami sempat menyetubuhi saya dulu tp dalam keadaan marah dan emosi. dan saya juga gak mau di ceraikan.
Dan apakah boleh jika sya di kembalikan ke org tua saya melalui org tua suami saya, bukan suami saya sendiri yang mengembalikan saya, sedangkan saya juga tidak ada dirumah suami saya juga ada di luar negri. kami juga menikah baru 3bln,terus saya harus gimana habib, tolong bantuan nya.

Arie Ibrahim

waalaikumsalam wr. wb

@Riza Admin carauntuk sudah menemukan jawaban serupa yang telah terjawab oleh al maghfurlah al habib munzir bin fuad al musawwa yang telah lama wafat pada situs resminya, bisa anda kroscek dibawah ini

Talak satu, adalah seorang suami menalak istrinya, bila terjadi demikian tiga kali maka talak tiga adalah cerai.

Talak satu adalah sepertiga cerai, bila seorang istri di talak satu maka ia mesti pisah rumah dg suami, dan nafkahnya ditanggung suami, dan nanti suami boleh merujuknya, suami berdamai lagi dan menerima istri kembali, maka mereka kembali dalam suami istri yg sah, namun jika sampai 3X suci dari haidh (sekitar 3 bulan 10 hari) suami istri ini belum rujuk / damai, maka tak bisa lagi keduanya berkumpul sebagai suami istri kecuali dg nikah lagi/ akad nikah baru, maka mereka kembali dalam keluarga rumah tangga yg sah.

Namun bila talak sudah berulang berturut2 sampai 3X maka jatuh talak cerai, maka suami istri tak bisa kembali bersama kecuali istri sudah nikah dg lelaki lain, lalu bercerai lalu kembali pada suaminya dan akad nikah lagi, maka mereka bisa kumpul kembali.

http://arsip.majelisrasulullah.org/?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&id=4928&catid=8

Wallahu a’lam

Arie Ibrahim

waalaikumsalam wr. wb

@Siti Nur Aliyah Jika Admin carauntuk boleh kasih saran sebaiknya anda mengaji dengan para alim ulama / habib disekitar tempat anda tinggal dengan mendatangi majelis talimnya
banyak keutungan yang anda dapatkan bukan hanya jawaban dari persoalan anda sekarang, tapi kemudahan dari segala masalah dalam kehidupan rumah tangga yang kita jalani

karena pertanyaan anda tidak cukup dijawab via internet anda harus datang dan mengaji untuk memahaminya, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan

Wallahu a’lam

tina

Assallammuallaik wr wb .
Saya mau tanya habib bagaimana klo suami menggucap kan kata talak dengan keada’an marah dan saksi hxa satu orng dan yg mendengar it/saksi tdk berkenan jd saksi .ap hukum nya klo begtu habib? Mohon penjelasn nya . Sekian terimaks
Wassallam

Ami

Assalamualaikum …

Habib saya mw tanya ,
saya dan suami baru menikah 3 bulan…
Dan pada 2 minggu pertama sampai 1 bulan setengah kami sering bertengkar karna saya sering menolak dia untuk melayani kewajiban sebagai istri karena saya capek bekerja dan belum terbiasa melakukan hal itu sehingga saya serenig menolaknya…hingga pada akhirnya dia kesal dan marah tanpa sadar mengucapkan kata kita cerai saja kalo saya tidak bisa melayaninya apakah itu termsuk talak satu habib? Terus sampai sudah 4 kali tanpa sadar dan kesal dia berucap sepwrti itu tpi kata katanya tidak tegas habib… tapi setiap kali habis bertengkar dia langsung minta maaf dan bilang ngk seriusan mw cerai atau pisah karna dia cuman mau saya itu melayaninya sebagai istri.pada dasarnya kami saling sayang dan cinta habib..jdi stelah slma 1 bulan stgah saya bru belajar cara menyenagkan hati suami saya dan berusaha melayaninya dgn baik tanpa menolaknya lagi… kami berdua sama sama kurang paham habib tentang arti kata cerai jadi kami stlah bertengkar langsung baikkan dalam 1 jam itulah tanpa hrua mnggu lama lama… karena kekurangan kami paham akan agama kami betrngkar dan brkta cerai kami biasa saja karma kami sama sekali tidak tahu kalau akibatnya itu fatal… baru 3 hari yg lalu jumat 11 maret tdi saya dan suami mendegar ceramah ttg cerai di radio… kami langsung terkejut mendegar makna kata cerai itu… karema ketidak pahamanan kami akan agama kami jdi melakukan kesalaham habib.. jdi itu bagaimana habib ..apakah kami benar benar melakukan dosa besar habib? Karena kami benar benar tidak tahu apakah allah masih berkenan menerima maaf kami habib karema stelah mdger ceramah itu kami lgsung minta ampun dgm sungguh sunggu kpda allah.. dan kami berjanji akan menjdi lebih baik dan memahami agama kami… mohon penjelasan yv lengkap habib.. karema kami berdua jadi galau setelahemdgar itu

. Kerna kami tak berani berty kdpa oramg tua kami , sebab dia juga hanya emosi dan tak sngaja berkata habib dan pda dsarmya kami tak memahami arti kata cerai itu apa.. mohon jabwannnya habib.. wassalamualaikum

Ami

Assalamualaikum …
Habib saya mw tanya ,
saya dan suami baru menikah 3 bulan…
Dan pada 2 minggu pertama sampai 1 bulan setengah kami sering bertengkar karna saya sering menolak dia untuk melayani kewajiban sebagai istri karena saya capek bekerja dan belum terbiasa melakukan hal itu sehingga saya serenig menolaknya…hingga pada akhirnya dia kesal dan marah tanpa sadar mengucapkan kata kita cerai saja kalo saya tidak bisa melayaninya apakah itu termsuk talak satu habib? Terus sampai sudah 4 kali tanpa sadar dan kesal dia berucap sepwrti itu tpi kata katanya tidak tegas habib… tapi setiap kali habis bertengkar dia langsung minta maaf dan bilang ngk seriusan mw cerai atau pisah karna dia cuman mau saya itu melayaninya sebagai istri.pada dasarnya kami saling sayang dan cinta habib..jdi stelah slma 1 bulan stgah saya bru belajar cara menyenagkan hati suami saya dan berusaha melayaninya dgn baik tanpa menolaknya lagi… kami berdua sama sama kurang paham habib tentang arti kata cerai jadi kami stlah bertengkar langsung baikkan dalam 1 jam itulah tanpa hrua mnggu lama lama… karena kekurangan kami paham akan agama kami betrngkar dan brkta cerai kami biasa saja karma kami sama sekali tidak tahu kalau akibatnya itu fatal… baru 3 hari yg lalu jumat 11 maret tdi saya dan suami mendegar ceramah ttg cerai di radio… kami langsung terkejut mendegar makna kata cerai itu… karema ketidak pahamanan kami akan agama kami jdi melakukan kesalaham habib.. jdi itu bagaimana habib ..apakah kami benar benar melakukan dosa besar habib? Karena kami benar benar tidak tahu apakah allah masih berkenan menerima maaf kami habib karema stelah mdger ceramah itu kami lgsung minta ampun dgm sungguh sunggu kpda allah.. dan kami berjanji akan menjdi lebih baik dan memahami agama kami… mohon penjelasan yv lengkap habib.. karema kami berdua jadi galau setelahemdgar itu
. Kerna kami tak berani berty kdpa oramg tua kami , sebab dia juga hanya emosi dan tak sngaja berkata habib dan pda dsarmya kami tak memahami arti kata cerai itu apa.. mohon jabwannnya habib.. wassalamualaikum

Arie Ibrahim

aslm wr wb @Ami mohon maaf admin carauntuk.com bukan habib atau ustad, menurut kami memang benar adanya talak sudah jatuh, sebaiknya anda segera ke kiyai/habaib yang mengerti hal ini ditempat tinggal anda untuk di carikan solusinya, agar tidak berlarut2 karena memang sudah jatuh talak, oleh sebab itu para suami muslim diingatkan untuk jaga mulut jika berhadapan dengan istri!!!

kumala

Assalamualaikum

Saya mau tanya apa hukumx jika suami berkata cerai samapi 3x dengan keadaan marah

Lailatul alawiyah

Assalamualaikum wr.wb
Saya mau bertanya, apakah hukum nya buat suami saya yang menyatakan kata cerai melalui sms ke saya dan orang tua saya?
Namun,beberapa hari kemudian suami saya mengajak saya berhubungan badan, dan mengatakan bahwa dia menyesal dengan perkataan nya. Pertanyaan saya:
1. Apakah talak tersebut sudah jatuh ?
2. Apa yang harus suami saya lakukan agar dapat bersama saya kembali seperti semula setelah kata cerai diucapkan?
3. Bagaimana sifat orang tua terhadap masalah ini? Karena cerita diatas suami saya juga sms org tua saya (mertua nya), apakah orang tua saya punya kewajiban untuk melarang saya kembali dengan suami saya?

Terima kasih
Wassalamu’alaikum wr.wb

Lailatul alawiyah

Assalamualaikum wr.wb
Saya mau bertanya, apakah hukum nya buat suami saya yang menyatakan kata cerai melalui sms ke saya dan orang tua saya?
Namun,beberapa hari kemudian suami saya mengajak saya berhubungan badan, dan mengatakan bahwa dia menyesal dengan perkataan nya. Pertanyaan saya:
1. Apakah talak tersebut sudah jatuh ?
2. Apa yang harus suami saya lakukan agar dapat bersama saya kembali seperti semula setelah kata cerai diucapkan?
3. Bagaimana sifat orang tua terhadap masalah ini? Karena cerita diatas suami saya juga sms org tua saya (mertua nya), apakah orang tua saya punya kewajiban untuk melarang saya kembali dengan suami saya?
Terima kasih
Wassalamu’alaikum wr.wb

Arie Ibrahim

Assalamualaikum wr.wb

@Lailatul alawiyah, saran dari admin, sebaiknya anda dan suami bersilaturhami dengan ulama/kiyai/habaib ditempat anda tinggal untuk meminta wejangan untuk masa depan keluarga anda, karena memang di buku nikah tata tertib itu sudah ada

Wassalamu’alaikum wr.wb

# admin carauntuk.com bukan ustad, habib atau ulama hanya jamaah harap maklum.

Ratna

Assalamu’alaikum

Saya mau bertanya apakah jika seorang suami marah sampai menangis dan mengucapkan kalimat cerai berkali kali pada seorang istri karna kesalah pahaman suami yang mengira istrinya berselingkuh dengan pria lain apakah itu sudah jatuh talak??
Dan jika sudah apakah suami istri tersebut harus berpisah??
Dan jika ingin rujuk bagaimana habib adakah penjelasan untuk pertanyaan saya??

Wassalsmu’alaikum

rani

Assalamu,alaikum
saya mau bertanya seorang suami sering kali mengucap talak pada istrinya kalo lagi sedang brantem
trus suami meminta rujuk lagi kepada istrinya
dan kalo suami sedang marang lagi dia sllu mengucap kata cerai dan talak dengan tegas
apa kah masih boleh tnggl serumah??
mohon penjelasan nya???

waasala,mualaikum

cu.admin

waalaikumsalam @ratna mohon maaf itu sudah jatuh talak, saya kiaskan dengan kisah yang saya belajar dari seorang habaib, alhabib thoha bin ali assegaf

“ada sebuah acara yang mengundang banyak tokoh ulama/habaib didalamnya, saat acara makan berasam ada pembicaraan seperti ini:
tamu = enak ini masakan yah.
tuan rumah = harus enak kalo tidak enak saya akan ceraikan istri saya.
selanjutnya apa yang terjadi? semua tamu berhenti makan baik yang baru suap atau sedang memakannya, dan semua tamu pergi meninggalkan makanan/pulang.”

kenapa tamu memilih pulang? sebab jika ternyata ada salah satu tamu merasa makanan tersebut tidak enak maka jatuh talak antara tuan rumah dengan istrinya, makanya dibuku nikah sudah ada janji – janji antara suami dan istri dan, suami harus jaga ucapannya.

wallahualam, #cu.admin bukan ustad, bukan ulama bukan kiyai hanya umat nabi muhammad saw

siti

Ass.astahfillahhal’azim,,,,saya seorang istri yg setiap berantem dihp/lewat sms sama suami slalu ditalak/cerai.tp klo udah pulang ketemu satu rumah seakan2 biasa saja,,minta diladenin selayak’y suami istri(suami sya merantau klo pulang sbln sekali).hukun’y bagai mana pak ust?
Mohon penjelasan’y..trimakasih

cu.admin

waalaikumsalam @siti cu.admin bukan ustad atau ulama, cu.admin sudah tanyakan orang yang berkompeten dalam bidang agama dan ini adalah iktisar dari jawaban untuk anda.

3 perkara yg main2 dinilai bentulan : 1, akad nikah, 2, talak, 3. Rujuk
Jadi main2 atau sindiran secara syara’ dgn pendapat yg banyak madzhab syafii maka jatuh talak

Secara suara, adanya suatu kalam
Sama halnya dengan akad nikah, tdk sah kalo lewat sms

wallahualam

fira

assalamuaykum wr.wb..
habib saya mau tanya, suatu waktu saya menemukan sms suami dengan wanita lain, saya curiga dan marah-marah, suami membantahnya bilang itu hanya sms biasa. saya marah2 dan suami naik pitam dia memukul dan bilang cerai.. tapi setelah itu dia bagai tersadar minta maaf karena memukul dan bilang terlalu bodoh kita bertengkar hanya karena orang lain dan bertanya bagaikan tersadar dia bilang apa td.. bagaimana ya habib.. ini bukan yang pertama nya suami berucap itu, tp selalu karena saya yang memancing kemarahan nya dengan tuduhan2 saya. suami bilang dia gak tahu apa yang disebutnya.. bagaimana ya habib.. mohon jawabannya

cu.admin

@fira

Waalaikum salam warohmatullah. Untuk pertanyaan saudari diatas itu berdasarkan kesepatakan ulama terutama madzhab imam malik dan imam syafii ( dalam qoul jadid nya )sudah terjatuh talak apalagi telah diucapkan berulang kali itu sudah bisa dikatakan talak 3 dan jika ingin rujuk harus dengan nikah ulang dan si istri harus nikah terlebih dahulu dengan orang lain dan kemudian jika sudah cerai dg suaminya yang baru, baru si mantan suami anda bisa menikahkan anda kembali. Oleh karena itu untuk hal tersebut itu sangat sensitive oleh karenanya kita dianjurkan untuk menahan amarah kita. Dan untuk suami istri dianjurkan tidak dengan mudahnya berucap/berkata cerai. Dan sesungguhnya rasulullah telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara mengatasi amarah jika marah dalam keadaan berdiri dianjurkan agar kita duduk, jika masih marah juga dianjurkan dengan berbaring atau jika masih juga dianjurkan dengan mengambil wudhu……mudah2an dengan jawaban singkat ini bermanfaat untuk saudari

jawaban diberikan oleh Pengurus Majelis Al Anwaar dengan alamat website http://mtalanwar.blogspot.co.id/ dan fans page facebooknya di https://www.facebook.com/AlanwaarMajelis, anda dapat mengirim donatur seiklhasnya pada bank bri a/n 032901059697505 Ahmad Fathoni.
silakan di like untuk menambah wawasan kita.

Mia

Assalamualaikum ustad , saya mau bertanya mengenai kata ucapan cerai .,jika seorang suami mengucapkan kata-kata jika kamu tidak nurut saya ceraikan kamu.apakah itu sudah termasuk jatuhnya talak 1( pertama )

cu.admin

@Mia

Waalaikum salam warohmatullah, saudara ku yang ku muliakan untuk pertanyaan anda itu belum termasuk cerai terkecuali istri anda benar-benar tidak menurut kepada anda. itu disebut namanya cerai gantung seperti contohnya ” kalau kamu keluar rumah maka kamu saya cerai ”.

maka selangkah saja keluar sudah jatuh cerai ( talak 1 ).

oleh karena itu bagi yang sudah berkeluarga kami sarankan untuk lebih menahan emosi. Dan untuk suami istri dianjurkan tidak dengan mudahnya berucap/berkata cerai. Dan sesungguhnya rasulullah telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara mengatasi amarah jika marah dalam keadaan berdiri dianjurkan agar kita duduk, jika masih marah juga dianjurkan dengan berbaring atau jika masih juga dianjurkan dengan mengambil wudhu……mudah2an dengan jawaban singkat ini bermanfaat untuk saudara

jawaban diberikan oleh Pengurus Majelis Al Anwaar dengan alamat website http://mtalanwar.blogspot.co.id/ dan fans page facebooknya di https://www.facebook.com/AlanwaarMajelis, anda dapat mengirim donatur seiklhasnya pada bank bri a/n 032901059697505 Ahmad Fathoni.
silakan di like untuk menambah wawasan kita.

ani

bagaimana hukum nya jika suami bilang sebaiknya kita Berbercerai….
trus suami bilang ceraikan saya….
dan dia bilang lagi kalau kita cerai ak mints uang pengganti membatumu bikin rumah buat masa depan anakku

nur isna

Assalamualaikum ustadz sya mau bertanya bgaimna hukumnya jika suami sdah berkata bahwa dia sdh bercerai dg istrinya ttapi istrinya tdaktahuu dan sang suami berkata cerai itu kpd orang lain apakah hukumnya jatuh mnjdi talak atau tidak

Restu

Assalamualaikum wr wb
Pak ustadz saya mau tanya:
1. Apakah jika kita hanya mengucapkan satu kata yaitu “talak” kepada istri itu sudah jatuh talak? Tetapi maksud sebenarnya bukan untuk mentalak istri, sebagai contoh jika seorang suami sedang menjelaskan maksud dari ayat yang terdapat di dalam al quran seperti “ayat ini sedang menjelaskan talak”, di dalam kalimat tersebut terdapat kata “talak”, apakah pada saat itu talak sudah jatuh kepada istri?, jika iya, lalu bagaimana cara yang baik untuk menjelaskan mengenai masalah talak kepada istri? Ataukah talak jatuh kepada istri jika suami mengatakan kalimat yang jika di artikan tidak lain dan tidak bukan berarti talak, ada niat maupun tidak ada niat yang mana kalimatnya sudah jelas maknanya seperti “aku talak kamu”?

2. Jika kita bercerita kepada istri seperti, “si fulan pernah mengucapkan cerai kepada istrinya”, di kalimat tersebut terdapat kata “cerai”, apakah berarti talak sudah jatuh kepada istri kita?

3. Jika seorang suami bercerita kepada istri, “tadi saya habis menanyai masalah talak kepada guru ngaji”, apakah itu sudah jatuh talak?

4. Apabila kita mengucap talak sendirian, di hati, maupun berhayal, tanpa kita sadari mulut berucap, apakah itu sudah jatuh talak?

5. Apabila terjadi pertengkaran di dalam rumah tangga, kemudian istri berucap “pulang saja ke rumah orang tuamu”, kemudian suami berucap “ya sudah nanti saya pulang ke rumah orang tua”. Apakah talak sudah jatuh?

6. Jika terjadi pertengkaran antara suami istri, lalu di kemudian hari istri mengirim pesan yang berisi artikel tentang khulu’ dan di artikel tersebut terdapat ayat al quran tentang khulu’ yaitu surat al baqarah ayat 229 dimana jika di artikan sebagai berikut.

“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zhalim.”

Dimana dalam tafsir ibnu katsir pada surat al baqarah 229 terdapat suatu penjelasan yaitu sebagai berikut:

Lebih lanjut Imam Syafi’i menceritakan, Sufyan memberitahu kamidari Amr, dari Ikrimah, ia mengatakan: “Segala sesuatu yang diselesaikan dengan harta kekayaan itu bukan termasuk talak.”

Diriwayatkan oleh ulama lainnya (selain Imam Syafi’i) dari Ibnu Abbas, bahwa Ibrahim bin Sa’ad bin Abi Waqqash pernah bertanya kepadanya, ia menuturkan, “Ada seseorang yang menceraikan istrinya dengan talak dua, lalu istrinya mengkhulu’nya, apakah boleh ia menikahinya kembali?” Ibnu Abbas menjawab, “Ya boleh, karena khulu’ bukanlah talak. Allah Ta’ala telah menyebutkan talak pada bagian awal dan akhir ayat, sedangkan khulu’ berada di antara keduanya. Dengan demikian, khulu’ itu bukanlah sesuatu yang dianggap sebagai talak.” Kemudian Ibnu Abbas membaca ayat: ath thalaaqu marrataani fa imsaakum bima’ruufin au tasriihu bi ihsaan; dan ayat: fa in thalaqaHaa falaa tahillu laHuu mim ba’du hattaa tankiha zaujan ghairaHu.

Inilah yang menjadi pendapat Ibnu Abbas, bahwa khulu’ itu bukanlah talak melainkan hanyalah fasakh (pembatalan persetujuan). Dan hal ini diriwayatkan pula dari Amirul Mukminin Utsman bin Affan dan Ibnu Umar.
Ini juga merupakan pendapat Thawus, Ikrimah, Imam Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahawaih, Abu Tsaur, Dawud bin Ali adz-Dzahiri. Selain itu, ia juga merupakan qaul qadim (pendapat lama) Imam Syafi’i. Dan itulah makna lahiriyah ayat tersebut.

Pendapat lainnya menyatakan bahwa khulu’ itu adalah talak ba’in, kecuali jika diniati lebih dari itu. Imam Malik meriwayatkan, dari Ummu Bakar al-Aslamiyah, bahwa ia pernah meminta khulu’ dari suaminya, Abdullah bin Khalid bin Usaid, lalu keduanya mendatangi Utsman bin Affan untuk menanyakan hal itu, lalu Utsman menjawab, “Yang demikian itu sudah merupakan talak, kecuali jika ia menyebutkan sesuatu, maka ia tergantung pada apa yang ia sebut.” Imam Syafi’i mengatakan: “Aku tidak mengenal Jahman (perawi atsar ini).” Dan Imam Ahmad bin Hanbal juga melemahkan atsar tersebut. Wallahu a’lam.

Hal senada juga diriwayatkan dari Umar, Ali, Ibnu Masud, dan Ibnu Umar. Ini juga merupakan pendapat Sa’id bin Musayyab, Hasan al-Bashri, Atha’, Syura’ih, asy-Sya’bi, Ibrahim, Jabir bin Zaid. Juga Imam Malik, Abu Hanifah dan para sahabatnya, ats-Tsauri, al-Auza’i, Abu Utsman al-Batti, dan qaul jadid (pendapat baru) Imam Syafi’i. Hanya saja para pengikut Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa jika orang yang melakukan khulu’ itu berniat sebagai talak satu, talak dua atau talak secara mutlak, maka yang terjadi adalah talak satu raj’i dan jika berniat talak tiga, maka menjadi talak tiga.

pada tafsif al quran diatas terdapat penjelasanan

“Hanya saja para pengikut Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa jika orang yang melakukan khulu’ itu berniat sebagai talak satu, talak dua atau talak secara mutlak, maka yang terjadi adalah talak satu raj’i dan jika berniat talak tiga, maka menjadi talak tiga.”

Permasalahan
Di dalam pesan tersebut pada permasalahan diatas, istri mengirim pesan “semoga tidak terjadi khulu’ “. Lantas suami marah dan menjelaskan kepada istrinya dan berkata sebagai berikut.

“Apakah kamu tahu ayat tersebut sedang membicarakan perkara apa? ayat tersebut sedang membahas talak dan suami tersebut menunjukkan kepada istrinya mengenai tafsir al quran dari ayat tersebut. Suami bertanya kepada istri, niat kamu apa dengan mengirim pesan ini? Lihat pada tafsif al quran tersebut, jika kamu berniat untuk talak satu, maka jatuh talak satu, jika kamu berniat talak tiga maka jatuh talak tiga. suami berkata lagi jika kamu berniat untuk talak satu, maka jatuh talak satu, jika kamu berniat talak tiga maka jatuh talak tiga, tafsir al quran itu memberikan penjelasan seperti itu”.

Pada perkataan suami di atas apakah jatuh talak kepada istri karena suami bertanya kepada istri dan menjelaskan “jika kamu berniat talak satu, maka jatuh talak satu, jika kamu berniat talak tiga, maka jatuh talak tiga”?

7. Redaksi talak yang seperti apa yang bila di ucapkan maka jatuh talak, apakah hanya dengan satu kata “talak” atau kalimat yang mana maknanya tidak lain dan tidak bukan berarti adalah mentalak seperti “aku mentalak kamu”?

Terima kasih

imey

Pak ustadz saya mw tanya. Jika seorang suami mengucapkan kata cerai 1 kali kpda istrinya saat emosi nya yg sedang berlebihan atau memuncak, dn ucapannya itu secara spontan, serta tidak ada niat untuk bercerai, ia juga menyatakan masih keberatan jika berpisah dgn istrinya. Bagaimana hukumnya dan akibatnya ? Dan bagaimana jika ingin memperbaikinya lagi? Terimakasih

Deny

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh habib,saya ingin bertanya jika seorang istri berzina dan ahirnya sang suami mengucapkan cerai atau mengucapkan talak,apakah suami tsb harus rujuk karna istri benar benar minta maaf dan ingin bertobat. Jika ingin rujuk perlukah nikah kembali seperti prosesi pernikahan pada umumnya. Terima kasih.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Leave a Reply