jump to navigation

Masalah perselingkuhan antar suami istri?

Anak atau saudara pecandu narkoba atau pil PCC?

Uang bisnis atau ditipu pihak lain?

Ganguan jin atau syaitan baik rumah atau diri sendiri dan keluarga?

Silakan konsultasikan dengan Ki BAGJANATA

bagaimana cara membedakan antara hadist shahih, hasan dan dhaif?? apakah dengan melihat para perawinya? atau adakah kriteria perawi hadist yang dapat dipercayai? mohon penjelasannya
October 29, 2013

Posted by cu.admin in : forum.majelisrasulullah.org , trackback
Membedakan hadits shahih, hasan dan dhaif – 2006/11/19 15:43Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Semoga limpahan rahmat dan karunia serta cahaya keridhoan-NYA selalu mengiringi perjalanan dakwah Habib, salam serta shalawat selalu tercurahkan kepada junjungan kita rasulullah SAW..

langsung aja bib, ane mau tanya bagaimana cara membedakan antara hadist shahih, hasan dan dhaif?? apakah dengan melihat para perawinya? atau adakah kriteria perawi hadist yang dapat dipercayai?? mohon penjelasannya

atas jawaban habib, ane ucapkan jazakallah khairan katsira..

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya

Re:Membedakan hadits shahih, hasan dan dhaif – 2006/11/20 15:43Assalamu `alaikum Wr.Wb.

ya Habib Munzir, kenapa pertanyaan saya belum dijawab tetapi sudah ditampilkan? apakah pertanyaan saya salah..? mohon alasannya..? Jazakallah

Waalaikumsalam wr.wb.

nb. maaf jika saya merasa penasaran ataukah ada kata saya yang salah..

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya

Re:Membedakan hadits shahih, hasan dan dhaif – 2006/11/20 18:42Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya kemegahan Nya semoga selalu menuntun saudari dalam keluhuran,

maaf saudariku, jangan risau kalau pertanyaan anda sudah ditampilkan tapi belum dijawab, kebiasaan saya seperti itu, saya biasanya buka website disela kesibukan, saya masih menulis buku, mengatur jadwal, menjawab pertanyaan di email, sms, surat, menerima tamu, menyiapkan bahan ceramah untuk 60 majelis taklim yg saya kelola setiap bulannya dengan kunjungan rata rata dua majelis setiap harinya, saya sibuk sekali, 
terkadang dalam beberapa hari saya hanya tidur beberapa jam saja, contohnya saat sekarang ini, he..he…he…., pk 13.05wib hari selasa 21 nov 2006, saya bangun tidur kemarin pk 14.30wib hari senin 20 nov 2006, itupun cuma tidur 3 jam saja, nah.. sampai sekarang ini saya belum tidur sejak kemarin sampai semalam sampai tadi pagi dan sampai sekarang ini, dan Insya Allah terus online sampai nanti malam, mungkin saya tidur nanti malam mungkin besok pagi atau esok siang..

nah.. saya biasa cek website, semua pertanyaan saya sahkan dan tampilkan, lalu malam baru dijawab atau esoknya atau sampai berhari hari kalau saya sibuk, saya menyelesaikan pertanyaan website dari sekertariat dakwah yg menggunakan telkomnet spedy, bila tak selesai maka saya kerjakan dimobil atau dirumah dg Mobile fren internet, terkadang ada trouble maka tertundalah jawaban jawaban itu.

maaf ya saudari, maafkan saya kalau telat menjawab, mengenai klasifikasi hadits memang ada masing masing penjabarannya.

Hadits shahih : Hadits yg bersambung sanadnya dg riwayat yg sempurna tanpa ada cela pada periwayat berupa keadaannya yg tak dikenal, atau lemah hafalannya, atau pernah berdusta, maka riwayatnya ditolak, dan juga kesempurnaan riwayat haditsnya.

Hadits hasan : Hadits yg bersambung sanadnya dengan riwayat namun ada sedikit kurang kesempurnaannya dari derajat shahih, namun bersih dari cela dan kesalahan.

Dhaif : hadits yg tidak terkumpul padanya syarat hadits hasan.
Dan masih banyak klaisifikasi hadits berupa Marfu?, Maqthu?, Maudhu?, Maushul, dan masing masing mempunyai pembahasan yg sangat panjang lebar dan menghabiskan berjilid jilid buku.

Kita sudah tidak perlu lagi menimbang nimbang hadits dan menghukuminya, karena seluruh hadits sudah dilewati dan diteliti oleh ratusan Huffadh dan Muhadditsin.

Demikian saudariku yg kumuliakan,

Wallahu a?lam

sumber

© http://carauntuk.com/bagaimana-cara-membedakan-antara-hadist-shahih-hasan-dan-dhaif-apakah-dengan-melihat-para-perawinya-atau-adakah-kriteria-perawi-hadist-yang-dapat-dipercayai-mohon-penjelasannya

Sponsor 2

Tags: