Homeforum.majelisrasulullah.orgbagaimana apa bila sepasang manusia yang melakukan jima’ sebelm menikah

bagaimana apa bila sepasang manusia yang melakukan jima’ sebelm menikah

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 393 views share

   dagha      hukum wali nikah - 2008/02/25 11:06 Assalamu 'Alaikum Wr Wb.
   
              Salam Ta'dzim kepada habib insya Allah habib selalu dalam
              perlindungan Allah SWT.

              ana mau tanya ya habib. bagaimana apa bila sepasang manusia yang
              melakukan jima' sebelm menikah, lalu setelah hamil mereka menikah.
              pertanyaan ana:

              1.apakah anak yang lahir mendapat waris dari orang tua nya?
              2apakah sah pernikahan anak nya nanti setelah dewasa ( bila
              perempuan ) yang di walikan oleh orang ayah nya?

              terima kasih ya habib. wassalam

                               | | ==========

   adminII    Re:hukum wali nikah - 2008/02/25 23:57 Alaikumsalam warahmatullah
              wabaraktuh,
    
              Saudarku yang kumuliakan, Berikut jawaban dari Habibana yang sudah
              ada di forum mengenai pertanyaan yang anda ajukan :

              Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

              Rahmat dan Ketenangan Jiwa semoga selalu menghiasi hari hari anda,

              Jazakumullah khair pada saudara khunthai, semoga Allah melimpahkan
              kemuliaan atasa anda,

              Saudaraku yg kumuliakan,
              bila kehamilan itu dari pernikahan yg sah, maka tidak dibolehkan a
              menikah sebelum melahirkan, bila dari perzinahan maka
              diperbolehkan menikah dg nya apakah dari lelaki yg berzina
              dengannya ataupun bukan.
              karena kehamilannya itu tak diakui oleh syariah

              demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu.

              wallahu a'lam

              Berikut Linknya :
              Itemid=&func=view&catid=7&id=5661%E2%8C%A9=id#5661

              Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

              Limpahan kebahagiaan semoga selalu menaungi hari hari anda,

              saudaraku yg kumuliakan,
              mengenai hal itu memang benar ralat anda, bila 6 bulan atau lebih
              maka ia bernasab pada ayahnya, bila dibawah 6 bulan maka ia
              bernasab pada ibunya,

              dan ayahnya tak bisa menjadi wali nikah nya, dan ibunya tak
              diterima kewaliannya karena wanita, maka wali nikahnya adalah
              hakim, dan masa kini adalah Qadhi atau penghulu.

              dan dalam hal ini wali nikahnya hanyalah Hakim / Qadhi / penghulu,

              demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

              wallahu a'lam

              Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

              Limpahan kebahagiaan semoga selalu menaungi hari hari anda,

              Saudaraku yg kumuliakan,
              mengenai awal muasal perhitungan itu adalah Ijtihad para Imam dan
              Fuqaha, karena bila bayi lahir 6 bulan sesudah pernikahan maka
              bisa dipastikan bahwa kelahiran itu dari hubungan yg halal, sebab
              mulai 6 bulan itu bayi sudah berbentuk dan mulai bernyawa.

              maka bila lahir bayi dengan normal, hidup, pastilah ia sudah 6
              bulan atau lebih dalam rahim ibunya, maka bila pernikahannya belum
              6 bulan lamanya, lalu bayi lahir selamat dalam keadaan sempurna
              dan hidup, itu membuktikan ibunya sudah hamil sebelum menikah.

              demikian saudaraku yg kumuliakan,

              wallahu a'lam

              Berikut Linknya atas jawaban Habibana ke2 dan ke3 diatas :
              Itemid=28&func=view&id=4105&catid=8%E2%8C%A9=en

              Wassalam
              AdminII

                               | | ==========

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=12011
© http://carauntuk.com/bagaimana-apa-bila-sepasang-manusia-yang-melakukan-jima-sebelm-menikah

Leave a Reply