Homeforum.majelisrasulullah.orgBacaan tahiyad Awal pd

Bacaan tahiyad Awal pd

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 241 views share

anomsukoco Bacaan tahiyad Awal pd sholat – 2007/05/31 00:57 Assalamu^alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara-saudaraku yang seiman semoga Allah selalu Menjaga Hati
Kita agar tetap Allah dan Rasulnya bersemayam hingga akhir zaman,
serta diberikannya hidayah agar dapat selalu to^at atas segala
Titah-nya.

Saya ada Keraguan dalam melaksanakan Sholat.
Berdasarkan Informasi waktu saya mengaji di kampung dulu. bahwa
ketika Sholat Posisi Attahiyad Awal, pembacaannya boleh hanya
sampai Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah.

yang menjadi keraguan saya, teman saya mengatakan itu tidak
sah….!!! karena syahadat nya cuma satu… yaitu syahadat kepada
Allah saja (Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah.) sedangkan syahadat
untuk Rasulullah nya tidak diucapkan (Asyhadu Anna Muhammadan
Rasulullah).

Mohon berikan saran yang terbaik untuk saya, agar dalam beribadah
saya tidak ada keraguan lagi.

terima kasih

Wassalamu^alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sholat – 2007/05/31 15:35 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh

Cahaya kebahagiaan semoga selalu tercurah pada hari hari anda,

Saudaraku nyg kumuliakan,
Barangkali Ustaz anda salah ucap atau barangkali anda salah
dengar, sebab tahiyyat awal itu wajib mengucapkan syahadat
sempurna, namun shalawatnya yg boleh dipotong, sebatas Allahumma
shalli ala Muhammad , dan boleh diteruskan dg wa alaa ali
Muhammad atau tidak diteruskan pun tak apa, namun dalam tahiyyat
akhir hal itu mesti disebut, demikian dalam Madzhab Syafii,

Namun Tahiyyat awwal itu sendiri bukan syarat sah shalat, bila
orang tak melakukan tahiyyat awal, misalnya ia sujud pada rakaat
kedua lalu tidak mau tahiyyat awal dan ia langsung berdiri ke
rakaat ketiga maka shalatnya sah, karena tahiyyat awal itu sunnah
muakkadah, meninggalkannya tidak membatalkan shalat, demikian
dalam madzhab Syafii.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

cupi Re:Sholat – 2007/06/04 22:52 Asslamu^alaikum Warohmatullahi
Wabarokatuh.

ya habibuna Munzir,

saya Yusuf mau bertanya,
waktu salam apakah tidak boleh memalingkan tubuh atau dada(tetap
menghadap kiblat)? dengan kata lain hanya kepala saja yg menengok
ke kanan dan ke kiri sewaktu salam? saya mohon untuk disertai
dengan Nashnya,

Terima kasih banyak

Wassalamu^alaikum Wr.Wb.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sholat – 2007/06/05 17:14 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Nya swt semoga selalu tercurah pada hari
hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
banyak sekali dalil mengenai itu, diantaranya adlah firman Allah
swt : “Kami akan menghadapkan wajahmu (wahai muhammad saw) pada
kiblat yg kau ridhoi, maka hadapkanlah wajahmu ke masjidil haram,
dimanapun kalian berada hadapkanlah (saat shalat) wajah kalian
kearahnya…” (QS Al baqarah 144).

para fuqaha menjelaskan bahwa makna menghadap ini bukan dg wajah,
menghadap dg wajah adalah sunnah, yg wajib adalah menghadap dg
dada, karena hati berada didalam dada.

demikian saudsaraku yg kumuliakan,

wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

cupi Re:Sholat – 2007/06/06 04:46 Asslamu^alaikum Warohmatullahi
Wabarokatuh.

Alhamdulillah.

Terima kasih banyak Bib,

Wassalamualaikum Wr.Wb.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sholat – 2007/06/06 22:13 Baarakallahufiikum.. semoga limpahan
keberkahan selalu atas anda dan keluarga

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

Arul Re:Sholat – 2007/06/20 02:30 Assalammualaikum wr wb,

Habib Munzir menyambung pertanyaan tentang sholat ini, sy ingin
bertanya tentang posisi tangan ketika membaca surat al-fatihah
atau ketika berdiri, sy membaca salah satu buku milik teman
judulnya “Sifat Shalat Nabi”, disitu disebutkan bahwa posisi
tangan pada saat berdiri letaknya diatas dada, kalau tidak diatas
dada misalkan diatas lambung maka itu tidak benar, kalaupun ada yg
melakukannya kemungkinan itu dari hadits yg dhoif. Kira-kira
demikianlah kutipan dari buku tsb. Padahal selama ini sy
meletakkan kedua tangan sy tidak diatas dada bib, mohon
pencerahannya bib.

Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kesehatan buat Habib Munzir
dan keluarga.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sholat – 2007/06/20 20:25 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan Inayah semoga selalu menghiasi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Berkata Alhafidh Imam Nawawi : Meletakkannya dibawah dadanya dan
diatas pusarnya, inilah madzhab kita yg masyhur, dan demikianlah
pendapat Jumhur (terbanyak), dalam pendapat Hanafi dan beberapa
imam lainnya adalah menaruh kedua tangan dibawah pusar, menurut
Imam Malik boleh memilih antara menaruh kedua tangan dibawah
dadanya atau melepaskannya kebawah dan ini pendapat Jumhur dalam
mazhabnya dan yg masyhur pada mereka (Syarh Imam Nawawi ala
shahih Muslim Juz 4 hal 114).

Dari penjelasan ini fahamlah kita bahwa pendapat yg Jumhur
(kesepakatan terbanyak dari seluruh Imam dan Muhaddits) adalah
menaruh kedua tangan diantara dada dan pusar, walaupun riwayat yg
mengatakan diatas dada itu shahih, namun pendapat Ibn Mundzir
bahwa hal itu tak ada kejelasan yg nyata, bahwa Nabi saw menaruh
kedua tangannya diatas dada, maka orang boleh memilih (Aunul Ma
bud Juz 2 hal 323).

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

dading Re:Sholat – 2007/07/23 20:59 Assalamualaikum Wr Wb,

Semoga Habib diberikan kesehatan oleh Allah SWT agar dapat terus
memberi ilmunya pada kami yg haus akan ilmu.
Begini Bib ana mau tanya kalau pada saat tahiyat kita membaca
shalawat itu dengan kata sayyidina gimana bib boleh tidak?

Terima kasih banyak bib

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sholat – 2007/07/23 23:48 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan Cahaya keridhoan Nya swt semoga selalu mengiringi hari
hari anda,

saudarku yg kumuliakan,
menambahkan kata sayyidina sebelum nama Muhammad saw adalah hal yg
dilakukan banyak oleh para ulama salaf, hal itu mubah dan boleh
saja dilakukan, bahkan Rasul saw memperbolehkan gelar sayyidina
digunakan pada majikan, demikian pula gelar Sayyidina dipakai oleh
para sahabat satu sama lain, demikian riwayat yg shahih.

demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

dading Re:Sholat – 2007/07/25 00:59 Assalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh

Terima kasih Habib sudah berkenan menjawab pertanyaan ana yg faqir
ini. Tapi kenapa ada orang yg menganggap pengggunaan kata
sayyidina itu bid^ah dan pernah ana dikatakan ahli bid^ah karena
setiap shalat subuh ana membaca qunut yg ketika itu dia melihat
ana shalat subuh (Maklum ane kerja shift malem jd subuh dikantor).
Yang ana mau tanyakan lagi apakah orang seperti itu pantas bagi
kita untuk menjadi imam shalat karena teman ana itu tidak mau
menjadi ma^mum ana, jadi dia maunya yg menjadi imam dengan alasan
bahwa saya memakai qunut dan bagi dia qunut itu bid^ah?

Semoga Allah memberi umur yang panjang bagi habib .

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sholat – 2007/07/25 03:24 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh

Cahaya keindahan Nya swt semoga selalu menerangi jiwa dan hari
hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
kok sampai begitu yah.. kiranya mereka kita ini kafir kah sampai
mereka tak mau bermakmum pada kita?, masya Allah..

saudaraku, sah bermakmum kepada setiap muslim, alau fasiq, yg
tidak sah adalah bermakmum pada kafir

mengenai sayyidina, lihatlah riwayat dibawah ini :
“sungguh umar ra berkata kepada abubakar shiddiq ra : “Sayyidina”,
dan kepada bilal pun demikian (shahih Bukhari hadits no.3544).

Rasulullah saw mengajari kepada budak agar berbicara kepada
tuannya dengan ucapan Sayyidy wa maulay (tuanku dan junjunganku)
(Shahih Bukhari hadits no.2414).

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=4457

© http://carauntuk.com/bacaan-tahiyad-awal-pd

Leave a Reply