Homeforum.majelisrasulullah.orgasal ibadah dilarang kecuali…

asal ibadah dilarang kecuali…

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 1K views share

khunthai asal ibadah dilarang kecuali… – 2007/06/28 01:48
Assalamu^alaikum wrwb.
Semoga sholawat dan salam selalu terlimpahkan pada junjungan kita
Nabi SAW, keluarga, sahabat, dan kaum muslimin sekalian khususan
pada Habib Munzir sekeluarga.

Begini pak habib.. ada kaidah yang menyatakan “Hukum Asal Ibadah
Adalah Terlarang sampai ada dalil yang memerintahkan”. Ini sering
dipakai oleh mereka yang suka sekali membahas masalah-masalah
bid^ah.

Yang ingin saya tanyakan, benarkah kaidah ini ? Dari manakah
kaidah ini berasal? Hadits, atsar, ataukah dari kitab Ushul Fiqih
? Kemudian bagaimanakah kita sebagai umat menerapkan kaidah
tersebut secara benar.

Terima kasih pak habib. Semoga dakwah Majelis Rasulullah selalu
berjaya. Amien amien amien.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:asal ibadah dilarang kecuali… – 2007/06/29 04:57 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari
anda,

saudaraku yg kumuliakan,
kaidah itu berasal dari Ijtihad para Muhaddits, memang kaidah itu
benar, namun maksudnya menunggu dalil Aqli atau naqli, sebagaimana
dikatakan oleh Al Hafidh Al Muhaddits Imam Assyaukaniy
rahimahullah, bahwa Bid^ah itu tetap bid^ah, selama menantikan
dalil Aqli (logika) dan Naqli (Alqur^an dan hadits).

وهذا الحديث من قواعد الدين لأنه يندرج تحته من الأحكام ما لا يأتي
عليه الحصر وما مصرحه وأدله على إبطال ما فعله الفقهاء من تقسيم
البدع إلى أقسام وتخصيص الردببعضها بلا مخصص من عقل ولا نقل
فعليك إذا سمعت من يقول هذه بدعة حسنة بالقيام في مقام المنع مسندا
له بهذه الكلية وما يشابهها من نحو قوله صلى الله عليه وآله وسلم كل
بدعة ضلالة طالبا لدليل تخصيص تلك البدعة التي وقع النزاع في شأنها
بعد الاتفاق على أنها بدعة فإن جاءك به قبلته وإن كاع كنت قد ألقمته
حجرا واسترحت من المجادلة

hadits hadits ini merupakan kaidah kaidah dasar agama karena
mencakup hukum hukum yg tak terbatas, betapa jelas dan terangnya
dalil ini dalam menjatuhkan pendapat para fuqaha dalam pembagian
Bid ah kepada berbagai bagian dan mengkhususkan penolakan pada
sebagiannya (Bid;ah yg baik) dengan tanpa mengkhususkan
(menunjukkan) hujjah dari dalil Aqliy (logika) ataupun dalil
Naqliy (Alqur an/hadits),

maka bila kau dengar orang berkata : ini adalah Bid ah hasanah ,
dg kau mengambil posisi mengingkarinya dg bertopang pada dalil
bahwa keseluruhan Bid;ah adalah sesat dan yg semacamnya
sebagaimana sabda Nabi saw : semua Bid ah adalah sesat dan (kau)
meminta dalil pengkhususan (secara logika atau dalil Alqur an dan
hadits) mengenai hal Bid ah yg menjadi pertentangan dalam
penentuannya (apakah itu bid;ah yg baik atau bid ah yg sesat)
setelah ada kesepakatan bahwa hal itu Bid;ah (hal baru), maka bila
ia membawa dalil tentang Bid ah hasanah yg dikenalkannya maka
terimalah, bila ia tak bisa membawakan dalilnya (secara akal
logika atau nash Alqur an dan hadits) maka sungguh kau telah
menaruh batu dimulutnya dan kau selesai dari perdebatan (Naylul
Awthaar Juz 2 hal 69-70).

Jelaslah bahwa ucapan Imam Asyaukaniy menerima hal yg baru yg
disertai dalil Aqli (Aqliy = logika) atau Naqli (Naqli = dalil
Alqur an atau hadits), bila orang yg mengucapkan pada sesuatu itu
Bid ah hasanah namun ia tak bisa mengemukakan alasan secara
logika, atau tak ada sandaran Naqli nya maka pernyataan tertolak,
bila ia mampu mengemukakan dalil logikanya, atau dalil Naqli nya
maka terimalah.

contohnya hal ibadah baru yg sesuai logika adalah Tahlil, Maulid,
hal ini ibadah baru, namun tak bertentangan dg syariah, yg pada
hakikatnya bukan ibadah baru, tapi ibadah2 yg sudah ada
dikumpulkan dan dirangkum.

sebagaimana kejadian bahwa dizaman rasul saw ada seorang Imam yg
mengada adakan hal baru, ia membaca surat Al Ikhlas setiap rakaat
sebelum membaca surat lain,

jadi ia setelah fatihah, memmbaca Al Ikhlas, lalu baru membaca
surat lain, demikian dalam setiap kali menjadi imam,

makmumnya protes, kenapa menjadikan al ikhlas wajib?, menambahi
kebiasaan dalam shalat yg tak pernah diajarkan oleh Rasul saw?,

ketika ditanya oleh Rasul saw akan hal itu maka ia menajwab :
karena aku mencintai surat al ikhlas wahai Rasulullah..,

maka Rasul saw berkata : “cintamu pada surat itu akan membuatmu
masuk sorga”.(shahih Bukhari).

menunjukkan bahwa rasul saw menghargai perbuatan yg dibuat buat
tanpa menunggu sunnah beliau saw, bahkan Rasul saw memujinya,
padahal tanpa dalil, hanya dalil logika, bahwa ia cinta pada surat
tsb.

hal itu diterima oleh rasul saw, demikian pula Tahlil, Maulid
dlsb.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

khunthai Re:asal ibadah dilarang kecuali… – 2007/06/29 21:27 Terima kasih
pak habib..

Berarti kata-kata” .. sampai ada dalil yg memerintahkan” itu
maksudnya sampai ada dalil (aqly atau naqly) yaa pak habib?. dan
bukan mencari “perintah”nya. Berarti itu salah menterjemahkan dari
bahasa arabnya? Bagaimana sih bunyi kaidah itu yg sebenarnya (dan
terjemahannya yg benar) di dalam kitab?

Karena .. ini yg sering terjadi.. dengan kaidah itu mereka katakan
segala macam perbuatan yg dianggap ibadah maka harus dicari dalil
“perintahnya”. Itulah yg membuat kami penasaran. Sepengetahuan
kami, ibadah sunnah yg sekarang banyak rutin diamalkan(seperti
dzikir/tahlil malam jumat, maulid, baca qur^an terjadwal, dll) ada
dalilnya secara umum. Tetapi memang tidak ada “perintah” waktu
maupun tata caranya.

Dan lagi.. ada di dalam al quran bahwa “tidaklah diciptakan jin
dan manusia kecuali untuk beribadah..”. Sehingga setiap detik
seharusnyalah diisi dengan ibadah. Kalau hrs menunggu “perintah”
seperti yg sering dikatakan oleh mereka yg suka bicara bid^ah,
inilah yg membingungkan. Karena mau berbuat ini itu takut sesat.

Mohon pak habib.. luruskan persepsi kami jika salah.

Semoga kesehatan dan kemuliaan selalu mengiringi pak habib. Amien.

wassalamungalaikum wrwb.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:asal ibadah dilarang kecuali… – 2007/07/02 03:31 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari
anda,

saudaraku yg kumuliakan,
mengenai ucapan para Muahddits itu berbeda beda lafadnya, namun
bila mereka para wahabi itu meminta demikian pada anda, maka
jawabannya mudah saja, bahwa Berkata Al Hafidh Al Imam Ibn Rajab
dalam kitabnya Jami ul Uluum walhikam bahwa sebagaimana firman Nya
swt : Sungguh Allah telah memerintahkan kalian berbuat adil dan
kebaikan, dan menyambung hubungan dg kaum kerabat, dan melarang
kepada keburukan dan kemungkaran dan kejahatan (QS Alhajar 90)

berkata Alhasan bahwa ayat ini tidak menyisakan satu kebaikanpun
kecuali sudah diperintahkan melakukannya, dan tiada suatu
keburukan pun kecuali sudah dilarang melakukannya. (Tuhfatul
Ahwadziy Juz 5 hal 135)

nah.. Alqur^an sudah memerintahkan semua hal yg baik yg ada di
zaman nabi saw dan sesudah beliau saw, dan semua yg buruk telah
diharamkan, yg ada di zaman nabi saw dan yg belum ada di zaman
Nabi saw.

maka jelaslah sudah..

demikian saudaraku yg kumuliakan, maaf jawaban saya terlambat,
saya sedang kurang sehat dan mohon doa.

wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=5050

© http://carauntuk.com/asal-ibadah-dilarang-kecuali

Leave a Reply