Homeforum.majelisrasulullah.orgapakah uang simpanan di bank, uang arisan (walaupun blm dapat), dan piutang itu termasuk dalam zakat mal? bagaimana dengan mas perhiasan?

apakah uang simpanan di bank, uang arisan (walaupun blm dapat), dan piutang itu termasuk dalam zakat mal? bagaimana dengan mas perhiasan?

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 29 views share

HrLutfi Zakat mal – 2008/08/23 06:53 Assalamu^alaikum Wr wb

habib munzir rahimahullah,
Saya mau tanya ttg zakat mal
apakah uang simpanan di bank, uang arisan (walaupun blm dapat),
dan piutang itu termasuk dalam zakat mal? bagaimana dengan mas
perhiasan?

Bagaimana kalau kita, rutinkan dalam mengeluarkan zakat mal setiap
tahun yaitu jika lebaran ^idul fitri?

Dan golongan mana aja yang paling umum ada di indonesia yang wajib
di zakati?

Jazakumullah ya habib

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Zakat mal – 2008/08/23 18:28 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda dg kesejahteraan,

Saudaraku yg kumuliakan,
betul kesemua itu adalah termasuk dalam golongan yg terkena zakat
Maal, yaitu piutang, dan emas & perak, jika kesemua totalnya
melebihi Nishob (batas mulai wajib zakat), yaitu 84 gram emas
murni.

maka jika uang simpanan kita (termasuk emas dan perak) jumlah
totalnya sudah melebihi harga 84 Gram emas murni, maka mulai saat
itu kita terhitung wajib zakat maal, namun masih menunggu syarat
satunya, yaitu haul (setahun penuh), jika sudah sempurna setahun
penuh hartanya selalu diatas batas Nishob, maka ia wajib
menzakatinya 2.,5% dari total dihari terakhir haul tsb.

misalnya mulai 1 ramadhan hartanya mulai mencapai 85 gram emas,
maka berlanjut dann tak pernah turun dibawah standar nishab sampai
30 sya^ban tahun berikutnya, maka dihitunglah 2,5% dari total
uangnya dihari 30 sya^ban, bukan jumlah uangnya di 1 ramadhan
tahun lalu, tapi hari terakhir saat sempurna satu tahun,

jika 1 ramadhan uangnya sudah mulai melebihi nishob, lalu 1 syawal
uang itu terpakai sampai dibawah nishob, maka perhitungannya
pupus.. perhitungan baru akan dimulia lagi saat uangnya mencapai
nishob lagi, dan itu adalah kembali perhitungan hari pertama,

jika tak pernah mencapai sempurna setahun uangnya melebihi nishob,
maka ia tak terkena zakat harta, karena yg terkena zakat harta
adalah uang yg disimpan melebihi nishob tanpa dipakai sampai
setahun.

mengenai waktu mengeluarkannya boleh kapan saja, misalnya ia sudah
wajib mengeluarkan zakatnya pada 30 rajab, maka ia tahu totalnya,
dan baru akan dibayarkan pada idul fitri maka hal itu tak mengapa.

urutan zakat adalah :

. Fuqara :
fuqara dalam hukum syariah adalah orang yg penghasilannya hanya
mencukupi 40% dari kebutuhannya, seandainya kebutuhannya (atau dg
keluarga tanggungannya, mungkin dg ayah ibunya dan istri anaknya),
andai kebutuhannya 100 ribu sebulan, dan pendapatannya hanya 40
ribu atau kurang (40% atau kurang). inilah yg disebut fuqara,
walaupun ia punya usaha, atau rumah yg dikontrakkan, atau
kendaraan yg digunakan usaha, yg jelas penghasilannya hanya 40%
(atau kurang). dari kebutuhan Primernya (bukan kebutuhan
sekunder).
dan bila mereka mempunyai pendapatan yg minim namun mereka
mempunyai harta yg bersifat Sekunder, seperti televisi, kendaraan
dlsb yg bukan digunakan untuk usaha, maka mereka tidak tergolong
fuqara, dan tidak berhak mendapat Zakat.

2. Masakiin
Masakiin adalah orang orang miskin, dan penjelasannya sama dengan
diatas, namun perbedaannya bahwa orang miskin di dalam hukum
Syariah adalah mereka yg penghasilannya hanya 80% (atau kurang),
dari kebutuhannya, mereka ini taraf hidupnya diatas fuqara, namun
masih berkekurangan. mereka berhak menerima zakat.
singkatnya :
penghasilan 0% – 40% adalah fuqara —–> tidak wajib zakat, dan
berhak mendapat zakat.
41% – 80% adalah orang miskin ——> tidak wajib zakat, dan
berhak mendapat zakat
81% – 100% ——-> adalah kelompok yg tidak wajib zakat dan tidak
pula berhak mendapat zakat.
100% – hingga berlebihan —–> kelompok yg diwajibkan
mengeluarkan zakat dan tidak berhak menerima zakat.

3. Ghaarimiin
orang yg terlibat hutang dan belum mampu melunasi hutangnya.
mereka ini ada 4 kelompok
a). orang yg berhutang untuk mendamaikan dua kelompok yg
bertentangan, ia berhak mendapat zakat untuk bantuan melunasi
hutangnya yg belum mampu ia lunasi, walaupun ia seorang kaya raya.
(seandainya hutangnya 100 juta, dan ia mampu melunasi nya dalam
setahun, maka dalam tempo satu tahun itu ia berhak menerima
zakat).
b). orang yg belum mampu melunasi hutangnya yg hutangnya adalah
untuk maslahat muslimin, misalnya membangun masjid, membuat jalan,
madrasah agama, majelis taklim dll. walaupun ia kaya raya,
sebagaimana penjelasan diatas.
c). orang yg belum mampu melunasi hutang dirinya sendiri, selama
hutangnya itu bukan untuk maksiat.
d). orang yg berhutang untuk menjamin hutang orang lain, atau
menebus keselamatan seseorang, selama tidak terlibat dalam
kemaksiatan.

4. Musafirun wa Ibnu Sabiil
orang yg dalam perjalanan, dan ingin kembali kerumahnya namun ia
tak punya ongkos yg cukup, sebab kerampokan atau kehilangan dlsb,
walaupun ia seorang kaya raya di kampungnya. (hal seperti ini
mungkin di zaman sekarang jarang terjadi karena sudah adanya
handphone, rekening bank, dlsb, namun paling tidak seandainya ia
terjebak dalam kecopetan dan kehilangan atau lainnya, maka dana
zakat dikeluarkan paling tidak untuk menghubungi keluarganya di
rumahnya untuk mengirim uang, walaupun jumlah kecil namun ia
termasuk berhak zakat).

5. ^Aamiluun alaihaa
para pekerja yg bertugas membagi bagikan zakat, walaupun ia
seorang kaya raya, dengan syarat ia tidak mendapat gaji/upah dalam
kerjanya, misalnya ia seorang Imam Masjid yg sudah ada penghasilan
khusus dari kas masjid, maka mereka tidak berhak, ataupun petugas
kelurahan yg memang sudah ditunjuk pemerintah untuk pekerja
diantaranya mengurus zakat, maka mereka tidak berhak, demikian
pula muazin yg sudah ada jatah upah dari masjid.

6. Mu^allafati qulubihim
para muslim yg baru saja memeluk islam dan mereka masih memiliki
iman yg lemah dan ditakutkan kembali kepada agamanya, maka mereka
berhak atas zakat.

7. Ghuzaat fi sabiilillah
para pejuang yg membela islam yg tidak mendapat upah. mereka siap
tempur dan berperang membela islam kapanpun (tentara jihad), namun
tidak mendapat upah/gaji penopang nafkah. mereka berhak zakat,
namun kelompok ini sudah tidak ada lagi di zaman sekarang, karena
ini hanya disyariahkan bagi negara yg berhukumkan Islam

8. Al Kaatibuun Kitaabah Shahihah
mereka yg dalam penebusan diri untuk menebus kebebasan dirinya
dari perbudakan, kelompok ini pun sudah tidak ada di zaman
sekarang.

maka kelompok pertama hingga nomor enam, adalah mereka yg berhak
diberi zakat, namun haruslah berurutan.

pertama uang zakat ditumpahkan pada Fuqara, bila sudah tak ada
fuqara di wilayahnya, atau semua sudah terbagikan zakat, barulah
meningkat ke tingkatan kedua yaitu orang orang miskin.. demikian
seterusnya.

bila dana zakat sudah terhabiskan bagi fuqara, maka tidaklah
kelompok kedua dan lainnya berhak mendapat zakat. demikian
seterusnya.

bukan seperti sekarang, dimana amil zakat (para pekerja zakat)
segera mengambil jatahnya lebih dahulu sebelum fuqara.

demikian insya Allah penjelasan dari saya, wallahu a^lam.

sumber (Kitab Busyralkarim syarh Muqaddimatulhadhramiyyah alaa
madzhabussyafi^iyyah Bab Zakaat Naqd)

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

HrLutfi Re:Zakat mal – 2008/09/05 20:04 Assalamu^alaikum Wr wb

habib munzir rahimahullah,
Terima kasih banyak ya habibana atas uraiannya

Ada lagi yang masih mengganjal,
Bagaimana kalo kita berikan zakat itu ke ponakan. Apakah itu juga
boleh
Bukankah yang lebih dekat dengan kita yang lebih utama.?

Dan mengenai nishob harta yang wajib zakat itu, apakah yang sudah
di kurangi dengan kebutuhan kita atau sebelum dikurangi (misalnya
akan digunakan untuk biaya pernikahan, nagsi ke ortu, dll)

mohon penjelasannya ya habib

Jazakumullah

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Zakat mal – 2008/09/06 05:22 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Allah swt semoga selalu menerbitkan
kebahagiaan pd hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
keluarga terdekat dimulai dari ayah dan ibu, dan seterusnya, lebih
berhak daripada yg jauh atau yg bukan keluarga.

yg dimaksud adalah harta yg disimpan tanpa berputar, jika harta
ditabung untuk suatu hajat maka terkena zakat jika sudah mencapai
haul (satu tahun)

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=17651

© http://carauntuk.com/apakah-uang-simpanan-di-bank-uang-arisan-walaupun-blm-dapat-dan-piutang-itu-termasuk-dalam-zakat-mal-bagaimana-dengan-mas-perhiasan

Leave a Reply