Homeforum.majelisrasulullah.orgapakah saya batal wudhunya saat saya sudah berwudhu tapi menyenggol tangan Umy saya sendiri?

apakah saya batal wudhunya saat saya sudah berwudhu tapi menyenggol tangan Umy saya sendiri?

forum.majelisrasulullah.org 5 0 likes 4.9K views share

 

batalkah wudhu saya – 2008/04/04 04:40assalamualaikum ya Habibana
al fakir ingin bertanya keepada Habib,,apakah saya batal wudhunya saat saya sudah berwudhu tapi menyenggol tangan Umy saya sendiri, dan apah batal wudhu saya jika saya menyentuh tangan wanita yang semuanya keluarga kandung saya sendiri?mohon penjelasannya ya Habib

satu lagi ya habib,,
saya setiap malam selasa mengikuti majelis zikir yang dipimpin oleh Habib Husein Bin Hasan Al-Hamid(semoga beliau selalu diberi karunia oleh Allah SWT), ketika saya baru pertama kali mengikuti majelis zikir tersebut malamnya saya langsung diimpikan bertemu dengan Habib Husein, saya menangis ketemu beliau di mimpi tersebut,,lalu beliau berkata, bacalah kalimat "lahaula wala quata illa billah", yang saya ingin tanyakan apa maksud dari mimpi tersebut?kalaupun saya harus mengamalkan, kapan waktunya dan berapa kali saya harus membacanya…
sebenarnya saya langsung ingin bertanya kepada Habib Husein tapi saya malu dan takut bertanya kepada beliau
mohon Habib Munzir memberi tahu kepada saya kiranya yang saya tanyakan..mungkin dengan adanya forum ini saya bisa lebih terbuka dan tau hal-hal yang saya tidak mengerti
terima kasih ya Habibana semoga Allah SWT selalu meberikan karunia-Nya kepada kepada Habib..
Assalamualaikum Wr.Wb

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:batalkah wudhu saya – 2008/04/04 11:17Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya anugerah Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dan keluarga,

Saudaraku yg kumuliakan,
mengenai bersentuhan dengan ibu kandung maka tidak batal wudhu dalam madzhab syafii. jelasnya saya cantumkan muhrim kesemuanya :

Muhrim adalah yg kita boleh berjumpa bebas dengannya tanpa perlu jilbab atau pakaian tertutup, boleh jumpa misalnya dengan celana pendek, atau pakaian bebas lainnya, dan bila bersentuhan tak batal wudhu, dan haram menikah dengan mereka.

yaitu wanita yg muhrim adalah :
dari keluarga darah daging sendiri
1. Ibu
2. nenek (ibu dari ibu dan ibu dari ayah) seterusnya
3. putri kandung
4. cucu (putri anak lelaki atau putri anak perempuan) dst.
5. saudara kandung
6. saudara perempuan (saudari kandung, saudari seayah dan saudari seibu)
7. bibi (saudari ayah atau saudari ibu)
8. keponakan (putri dari saudara lelaki dan putri dari saudara perempuan)

dari periparan
1. mertua (ibu dari istri)
2. putri dari istri
3. menantu (istri dari putra)
4. Istri dari ayah (ibu tiri)

dari persusuan
1. wanita yg disusui istri (anak suson)
2. saudari sepersusuan (wanita yg menyusui dari wnaita yg menyusui kita)
3. ibu suson (wanita yg menyusui kita)
4. wanita yg menyusui istri kita dimasa kecil (mertua suson)

nah.. demikianlah mereka mereka yg menjadi muhrim kita (QS Annisa 23).

mengenai mimpi anda, saran saya sebaiknya ditangan pada guru anda, sebab beliau lah yg memerintahkan anda mengucapkan dzikir tsb, tak apajika anda malu bertanya maka gunakan surat dg secarik kertas, atau dg perantara orang lain, saya tak berani memberikan jawaban sebab hal ini terkait pada tarbiyyah guru anda kepada anda,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu, 

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

ref: http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=13302&catid=9

© http://carauntuk.com/apakah-saya-batal-wudhunya-saat-saya-sudah-berwudhu-tapi-menyenggol-tangan-umy-saya-sendiri

Sponsor 2

5 Comments

nurul syafiqah

Adakah batal wudhuk kalau bersalaman dgn ayah kandung?

cu.admin

@nurul syafiqah berdsarkan pengertian dari Muhrim adalah yg kita boleh berjumpa bebas dengannya tanpa perlu jilbab atau pakaian tertutup, boleh jumpa misalnya dengan celana pendek, atau pakaian bebas lainnya, dan bila bersentuhan tak batal wudhu, dan haram menikah dengan mereka.

maka tidak membatalkan wudhu

wallahu a’lam #cu..admin bukan ustad bukan ulama bukan habaib hanya jammah mohon maaf mohon rido

Fahmie

Assalamualaikum ustaz,adakah terbatal wudhu nenek tiri saya jika saya sentuh dia?

Harap balas

cu.admin

@Fahmi mohon maaf karena pertanyaan kurang jelas jadi jawaban direvisi dan ini adalah jawaban finalnya

Waalaikum salam warohmatullah

saudaraku yang allah muliakan, hukum menyentuh nenek tiri itu tidaklah membatalkan wudhu sama saja dengan hukumnya menyentuh ibu tiri sebab menjadi mahram anda secara muabbad.

dalil nya :

وَلا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلا

terkecuali jika anda mempunyai seorang istri dan istri saudara mempunyai mempunyai seorang ibu tiri atau nenek tiri maka saudara menyentuh ibu tiri atau nenek tiri nya maka wudhu saudara batal. sebab ibu tiri istri anda itu bukan yang dinikahi oleh bapak saudara…

Demikian jawaban dari alfaqir mudah2an menjawab pertanyaan saudara.

jawaban diberikan oleh Pengurus Majelis Al Anwaar dengan alamat website http://mtalanwar.blogspot.co.id/ dan fans page facebooknya di https://www.facebook.com/AlanwaarMajelis, anda dapat mengirim donatur seiklhasnya pada bank bri a/n 032901059697505 Ahmad Fathoni.
silakan di like untuk menambah wawasan kita.

vinky

assalamualaikum. maaf saya bertanya, jika wanita berwudhu kmudian tidak sengaja terkena bagian kain dri celana lelaki yg bukan mahram di sblh saya dikrenakan sdg dlm perjalanan yg sulit dihindari, apa itu jg bs membatalkan wudhu? mohon dibantu infonya,adakah pesantren atau tmpt yang saudara tahu disekitar bogor,untuk bs mencari ilmu agama sesuai dengan sunah Rasulullah SAW .. saya ingin mempelajari agama sebenar-benarnya. dari mulai tata cara wudhu sampai mengahapal alquran & tafsirannya sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. adapun majelis disekitar rumah, saya mengkhawatirkan sesuatu yang bersifat bid’ah dan tidak sesuai tuntunan Nabi secara langsung. Dan ada 1 hal lagi, apakah bekerja di perusahaan reksadana non syariah itu diharamkan dalam islam, atau berhukum syubhat. bgaimana kondisi jika kita mendapatkan asuransi dri kantor, haramkah pula hukumnya. mohon penjelasannya..terima kasih. Assalamualaikum

Leave a Reply