Homeforum.majelisrasulullah.orgapakah diperbolehkan pembacaan shalawat di iringi dengan rebana atau alat musik lainnya,

apakah diperbolehkan pembacaan shalawat di iringi dengan rebana atau alat musik lainnya,

forum.majelisrasulullah.org Comments Off on apakah diperbolehkan pembacaan shalawat di iringi dengan rebana atau alat musik lainnya, 0 likes 89 views share

JII shalawat – 2006/01/28 08:04 assalamu^alaikum.
apa kabar habib semoga sehat selalu semoga kita semua dalam
lindungan ALLAH SWT amin ………
langsung aja saya mau tanya” apakah diperbolehkan pembacaan
shalawat di iringi dengan rebana atau alat musik lainnya,sebab
menurut ustadz di wilayah saya tidak boleh dan tidak ada
manfaatnya” saya mohon penjelasannya karena saya jadi bingung dan
apabila pertanyaan saya dijawab maka hati saya menjadi
tenang,sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas jawabannya
dan saya mohon do^a dari habib agar semua hajat saya cepat
terkabul.salam buat semua keluarga habib.
assalamu^alaikum. ahmad syarif

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:shalawat – 2006/01/28 14:34 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh

Cahaya keluhuran Allah dan keridhoan Nya semoga terus menaungi
anda dalam hembusan kelembutan Rahmat Nya siang dan malam.

mengenai shalawat yg dibarengi rebana merupakan sunnah Rasul saw,
hanya ustad ustad yg tak mengerti hukum syariah yg melarangnya,
mereka tertipu dg kebodohannya sendiri.

sebagaimana Ijma^ seluruh Ulama Ahlussunnah waljamaah pengertian
sunnah adalah apa apa yg dikerjakan oleh Rasul saw, dan apa apa yg
diperintahkan oleh Rasul saw, dan apa apa yg dilihat oleh Rasul
saw dan beliau saw tak melarangnya.

maka fahamlah kita bahwa bila Rasul saw melihatnya dan tak
melarangnya maka itu adalah sunnah, dan Rasul saw disambut oleh
Muhajirin dan Anshor dg rebana dan qasidah thala^al badru alaina
ketika beliau tiba dalam hijrahnya dari Makkah menuju Madinah,,
dan Rasul saw tak melarangnya. (teriwayatkan dalam hampir seluruh
kitab sirah Nabi saw)

maka tiada pula sahabat melarang rebana, tidak pula tabi^in, tak
pula Muhadditsin, lalu siapa yg melarangnya?, mungkin mereka lebih
mulia dari Rasul saw hingga melarang apa apa yg tak dilarang oleh
Rasul saw.

mereka mengatakan bahwa Rasul saw membiarkannya karena saat itu
keimanan kaum anshar masih baru, butuh penyesuaian untuk
melarangnya, hujjah ini munkar, karena bila hal itu benar maka
pasti ada pelarangan dari Rasul saw ditahun trahun berikutnya, dan
itu tak pernah terjadi.

anda tanyakan saja pd ustadz anda, munculkan satu saja, hadits yg
melarang rebana yg dilakukan oleh Anshar, mereka melarang tanpa
punya dalil, jangankan shahih, hadits dhaif pun tak ada, bahkan
ucapan sahabat pun tak ada, tidak pula para Imnam Imam
Muhadditsin.

darimana pula orang orang itu mengenal shalawat dengan rebana
kalau bukan dari Anshar yg memulainya dan Rasul saw tak
melarangnya.

Semoga Allah memberi hidayah pd nya agar ia kembali dan sembuh
dari wabah penyakit hati yg sedang gencar menjangkiti permukaan
bumi ini, wabah yg bukan membawa penyakit di bumi, tapi membawa
kesengsaraan di alam kubur dan akhirat,

mengenai alat musik lainnya, ada pelarangan dengan Nash hadits yg
jelas, seperti alat musik petik, Mizmar (seruling yg mencembung
ditengahnya),dan beberapa alat musik lainnya yg memang ada Nash yg
jelas, namun bukan rebana.

wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=325

© http://carauntuk.com/apakah-diperbolehkan-pembacaan-shalawat-di-iringi-dengan-rebana-atau-alat-musik-lainnya

Sponsor 2