Homeforum.majelisrasulullah.orgapakah benar nabi muhammad saw rambutnya selalu pendek atau tidak pernah panjang ? 2006/06/22

apakah benar nabi muhammad saw rambutnya selalu pendek atau tidak pernah panjang ? 2006/06/22

forum.majelisrasulullah.org Comments Off on apakah benar nabi muhammad saw rambutnya selalu pendek atau tidak pernah panjang ? 2006/06/22 0 likes 462 views share

JII pertanyaan – 2006/06/22 12:41

assalamu^alaikum
semoga habib dalam lindungan ALLAH SWT dan dalam keadaan sehat
selalu……amin
habib saya mau tanya sebelumnya saya minta maaf kalau pertanyaan
saya terlalu banyak.
1. apakah benar nabi muhammad saw rambutnya selalu pendek atau
tidak pernah panjang ?
2. sebelumnya saya mohon maaf beribu-ribu maaf kepada habib kalu
pertanyaan saya kurang pantas, begini habib, saya melihat habib
memakai cincin di jari kelingking lalu saya juga melihat banyak
jama^ah majelis rasulullah juga memakainya, yang mau saya tanyakan
apa mereka hanya ikut-ikutan habib saja atau memang itu sunnah
rasulullah ?
3. apakah didalam masjid boleh tertawa ? soalnya banyak para kiyai
atau habaib yang ceramahnya mengandung kelucuan jadi banyak yang
tertawa, bagaimana hukumnya ?
4.apa hukumnya kuis berhadiah melalui sms, apakah itu termasuk
judi ?
5.apakah jin-jin yang diciptakan oleh ALLAH SWT mempunyai apa yang
manusia punya seperti : rumah, tempat ibadah, sekolah,
pasar-pasar, dan apa mereka itu makan juga dan apa makanan mereka.
mohon di jelaskan mengenai kehidupan mereka menurut al-qur^an dan
hadits ?
sebelumnya terima kasih, maaf habib kalau pertanyaannya terlalu
banyak.
assalamu^alalikum ahmad syarif

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:pertanyaan – 2006/06/25 03:11 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Cahaya Keluhuran Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

1. terdapat dua riwayat mengenai rambut Rasul saw, riwayat yg
pertama adalah agak panjang hingga mencapai kedua bahu, demikian
diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, juga pada
Shahih Tirmidzi, dan riwayat yg kedua bahwa rambut Rasul saw
pendek hingga mencapai setengah telinganya, demikian diriwayatkan
juga pada Shahih Bukhari dan Muslim dan kutubusshahih lainnya.

namun sebagaimana diharamkannya Tasyabbuh (meniru niru) orang
kafir, maka sebagian ulama dan muhadditsin tidak lagi memanjangkan
rambutnya hingga bahu, karena Rasul saw selalu memilih yg
bertentangan dg Kuffar.
Diriwayatkan dalam Shahih Tirmidzi bahwa Rasul saw menyisir dengan
membelah rambutnya ditengah (belah tengah), lalu para sahabat
berkata : ?Wahai Rasulullah (saw) bahwa orang orang yahudi
menyisir dengan belah tengah..?, maka Rasul saw merubah
menyisirnya menjadi dari kiri ke kanan, demikianlah Rasul saw yg
selalu berusaha bertolak belakang dg orang orang kafir

2. menggunakan cincin adalah sunnah Rasul saw, berpuluh puluh
hadits shahih dalam shahih Bukhari, Muslim, Tirmidzi dll
menjelaskan hal itu, sebagaimana diriwayatkan bahwa Cincin Rasul
saw itu terbuat dari perak, dan Rasul saw memakai cincin di tangan
kanannya, dalam riwayat Imam Tirmidzi juga dijelaskan bahwa Cincin
itu kemudian dipakai oleh Abubakar Asshiddiq ra, lalu kemudian
dipakai Umar ra, lalu ketangan Usman bin Affan ra, lalu terjatuh
ke sumur Aris (Assyama?il Imam Tirmidziy hadits no.95)
Pula riwayat lain bahwa Rasul saw memakai cincin terbuat dari
perak di jari kelingking beliau saw (Shahih Muslim hadits
no.2095),
Rasul saw memakai cincin di kelingkingnya (Shahih Bukhari hadits
no.5536)
Rasul saw melarang menggunakan cincin di jari tengah dan telunjuk
(Shahih Muslim hadits no.2078),
berkata Anas ra : ?bahwasanya cincin Rasul saw ditanganku, lalu
setelahku dipakai oleh Abubakar, dan setelah dari tangan Abubakar
ra pada tangan Umar, lalu pada tangan Usman, dan terjatuh di sumur
Aris, hingga tiga hari kami mencarinya dan kami tak menemukannya?
(Shahih Bukhari hadits no.5540).

3. Tertawa dengan suara keras adalah hal yg dimurkai Allah swt,
Rasul saw adalah yg paling banyak tertawa, namun tertawa beliau
saw adalah tanpa suara, yaitu merupakan senyum lebar yg sangat
cerah namun tidak bersuara, apalagi terbahak bahak, sebagaimana
riwayat Anas ra, bahwa seseorang berbicara membalik penafsiran,
dan berucap dengan ucapan ucapan konyol, menyebabkan tertawa
keras, maka ia akan tersungkur di neraka jahannam selama 70 tahun,
dan berkata Imam Nawawi bahwa banyak tertawa adalah penyebab gelap
dan kerasnya hati (Faidhulqadir Juz 4 hal.259).
Rasul saw membenci tertawa terbahak bahak, sebagaimana hadits
Rasul saw bahwa barangsiapa yg terbahak2 dalam shalatnya maka ia
mengulang wudhunya dan shalatnya, maka menurut madzhab Hanafi
tertawa Terbahak bahak membatalkan wudhu. (Faidhulqadir Juz 4
hal.259)
Berkata pula Ali bin Husein ra ?Barangsiapa yg tertawa terbahak
bahak, maka runtuhlah sebagian dari ilmunya (Kitab Sunan Addarimiy
no.583). dan masih banyak lagi riwayat mengenai hal ini,

Namun sebagian para da?I di negeri kita menganggap tertawa saat
menyampaikan ceramah merupakan suatu cara agar masyarakat awam
asyik dg pembahasan, asyik dg syariah, dan mereka bermaksud agar
hadirin tidak mengantuk, dan dipakailah hal hal yg lucu untuk
menarik perhatian orang yg belum menyukai majelis taklim.

Secara pribadi saya tidak setuju, karena menarik perhatian
muslimin tidak perlu dg tawa terbahak bahak, cukuplah badut di tv
tv, tak pantas pula terbahak bahak di majelis taklim, sebab tak
pantas bagi orang muslim yg berakal untuk menjadikan ayat ayat
Alqur?an sebagai bahan lelucon, dan terlebih lagi di masjid
masjid, namun barangkali boleh boleh saja menjadikan sedikit
lelucon untuk melebur ketegangan, namun tak sepantasnya dengan
tawa terbahak bahak, apalagi berkelanjutan, namun sebagian
muslimin sudak keasyikan dengan mengundang da?I yg sekaligus
badut, walaupun ia Habib atau kyai, ia tetap dalam kesalahan yg
fatal bila menjadikan Alqur?an sebagai bahan badut, dan lebih
mnyedihkan lagi adalah majelis taklim yg setiap minggunya
merupakan medan tawa terbahak bahak, Naudzubillah dari keadaan
muslimin yg seperti ini, maka bagi kita untuk saling mengingatkan
agar tak menjadikan masjid masjid kita sebagai majelis tawa dan
lelucon.

4. Segala keuntungan bagi seseorang dg mengorbankan kerugian pada
orang yg lainnya adalah judi, maka kuis sms adalah judi yg jelas,
contohnya ketika 100 pengirim sms, lalu misalnya satu yg berhasil
menjadi pemenang, maka 99 lainnya mendapat kerugian, walaupun
kerugian tak berarti, namun secara hukum mereka tetap dirugikan,
karena tentunya focernya berkurang, atau pulsa teleponnya.

5. dalam surat Aljin telah dijelaskan sejelas jelasnya bahwa Jin
itu ada yg muslim dan yg kafir ?(berkatalah para jin) DIANTARA
KAMI ADA KAUM SHALIHIN DAN ADA YG TIDAK, DAN KAMI MEMILIK KELOMPOK
KELOMPOK YG BERBEDA BEDA (QS Aljin ? 11), demikian pula ayat
sebelumnya dan sesudahnya, dengan jelas bahwa Allah swt
menjelaskan kepada kita bahwa Jin itu beriman kepada Nabi saw,
MAKA BARANGSIAPA (diantara jin itu) BERPALING DARI DZIKIR KEPADA
ALLAH (Alqur?an) MAKA IA AKAN MENEMUI SIKSAAN PEDIH (QS Aljin 17).
DAN KETIKA BERDIRI (beribadah) SEORANG HAMBA ALLAH (Muhammad saw)
BERDOA (beribadah) KEPADA NYA. HAMPIRLAH JIN JIN ITU SALING TINDIH
(ingin mendengar dan melihat) BERDESAKAN PADANYA (Nabi saw)?. (QS
AL Jin ? 19), maka mereka beriman kepada Alqur?an, yg berarti
merekapun memiliki Syariah dan hukum Islam, dan Nabi mereka pun
Muhammad saw, mereka hidup dengan kelompok kelompok sebagaimana
ayat diatas, mengenai makanan mereka, sabda Rasul saw : ?Janganlah
kalian ber Istinja dengan Tulang dan Rauts (Kotoran hewan yg sudah
membatu) karena itu adalah makanan saudara kalian? (yaitu Jin)
(Shahih Muslim hadits no.450) Diriwayatkan pula bahwa Rasul saw
memerintahkan Abu Hurairah membawakan batu untuk Istinja, selain
Tulang dan Rauts, maka berkatalah Abu Hurairah ra, mengapa tidak
boleh Tulang dan Rauts?, Rasul saw menjawab : ?karena keduanya
adalah makanan para Jin? (Shahih Bukhari hadits no.3648).

wallahu a?lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=809

© http://carauntuk.com/apakah-benar-nabi-muhammad-saw-rambutnya-selalu-pendek-atau-tidak-pernah-panjang-20060622