AbuNajiyah Apakah AbuHanifah termasuk golongan femahaman Irja – 2007/05/30
18:53 Assalammu^aliakum warahmatullahi wabaraktuh,

Fadhilatusy Syaikh Habib Munzir hafizhahullahu., Habib saya mau
tanya Apakah Abu Hanifah termasuk golongan femahaman Irja
keterngan tersebut dibahas di buku Syarh ushulu ^Itiqad. Dan lagi
Habib sebagai penguatnya setahu saya bahwa Abu Hanifah adalah Nu
man bin Tsabit yang terkenal dengan Imam Hanafi. Dimana beliau
adalah Imam madzhab Fiqh yang empat, yang tertua dari ke-empat
Imam madzhab Fiqh itu. Beliau mempunyai pemahaman bid ah yang
sesat yaitu pemahaman murji ah yang menganggap bahwa amalan tidak
menaikkan iman dan tidak menurunkan iman. Sehingga iman para Nabi
sama dengan iman orang-orang fasiq. Mereka mengatakan pula bahwa
iman itu tetap dan tidak akan bertambah dan berkurang. Pemahaman
murji ah Abu Hanifah ini mengikuti jejak pendahulunya dari
tokoh-tokoh penggagas pemahaman tersebut.

Yang paling keras dari para Ulama Ahlul Hadits dalam membantah
pemahaman sesat Abu Hanifah ini adalah Al Imam Al Hafidz Abdullah
Bin Muhammad Bin Abi Syaibah Al Kufi (wafat pada tahun 235 H),
beliau terkenal dengan karyanya yang monumental berjudul
Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah dimana didalam karya tersebut beliau
mengkritik Al Imam Al Hanafi dengan kritikan tajam dalam satu bab
khusus di jilid 8 hal. 363 sampai 433 dengan judul Kitabu Roddi
Ala Abi Hanifah (kumpulan bab-bab yang berisi tentang bantahan
terhadap Abu Hanifah). Kemudian Ibnu Abi Syaibah menambahkan dalam
sub judulnya Ini adalah keterangan tentang perkara dimana Abu
Hanifah telah menyelisihi sunnah Nabi . Dalam keterangan beliau,
dibawakan 124 masalah bahwa Abu Hanifah telah menyelisihi sunnah
dalam masalah-masalah tersebut.

Ulama kedua yang paling keras dalam membantah Abu Hanifah adalah
Al Imam Al Hafidz Abu Bakr Ahmad Bin Ali Al Khotib Al Baghdady
(wafat pada tahun 463 H). Dalam kitab karya beliau berjudul
Tarikh Baghdad jilid 13, beliau membawakan riwayat hidup Imam
Hanafi dan sekaligus kritikan-kritikan tajam yang beliau sampaikan
tentang penyimpangan-penyimpangan Abu Hanifah, bahkan sebelum
kedua Ulama tersebut tampil pula Abdullah Bin Ahmad Bin Hambal
(putra Imam Hambali) yang menulis dalam kitab beliau As Sunnah
dengan judul Bantahan Terhadap Murji ah , padanya Imam Abdullah
Bin Ahmad Bin Hambal membawakan riwayat-riwayat kritikan para
Ulama terhadap Imam Hanafi dalam penyimpangannya tentang pemahaman
murji ah ini.

Maka dengan adanya berbagai kritikan itu, menyebabkan kita semakin
yakin bahwa tidak ada yang ma shum (terjaga dari kesalahan)
kecuali Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Sallam. Dan
kalau kita mensyaratkan untuk mengambil ilmu itu hanya dari orang
yang tidak mempunyai kesalahan, maka semua pintu ilmu akan
tertutup. Karena semua orang termasuk Shahabat Nabi yang
menyampaikan Sunnah Nabi Shollallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Sallam
kepada kita, juga tidak lepas dari kekeliruan dan kesalahan.
Hanya saja kita tidak boleh mengabaikan kesalahan-kesalahan itu
sehingga kita mengikutinya. Dan tidak boleh pula kita menyudutkan
para Ulama tersebut dengan tanpa merujuk kepada para Ulama yang
se-level dengan mereka dalam menyoroti kesalahan mereka.

Kita menerangkan kesalahan para Ulama dengan menukil keterangan
para Ulama yang se-level dengan mereka tentang kesalahan itu
dengan niat ikhlas karena Allah yakni untuk menyelamatkan diri
kita dan ummat kita dari kesalahan tersebut, dan tidak dalam
rangka mencari-cari kesalahan para Ulama itu.

Wassalammu^alaikum warahmatullahi wabarakatuh

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Apakah AbuHanifah termasuk golongan femahaman I – 2007/05/30
23:24 saudaraku, saya sibuk sekali untuk merujuk kitab kitab
induk, beri saya waktu beberapa hari untuk mempelajarinya dulu.

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Apakah AbuHanifah termasuk golongan femahaman I – 2007/06/11
16:28 Maksud perkataan Imam abu hanifah iman tidak bertambah dan
berkurang yaitu (iman tidak bertambah dan tidak berkurang dari
segi yg diimaninya (yaitu Allah swt, yaitu mu manun bihi) dan
bertambah serta berkurang dari segi keyakinannnya, maka dari itu
iman malaikat, jin dan manusia tidak masuk kedalamnya (iman)
kekurangan dan kelebihan didunia dan akhirat,
karena seorang mu min akan berkata: saya beriman kpd Allah dan
semua yg datang dari Nya swt, dan saya percaya kepada Rasul dan
semua yg dibawanya.

dan ini semua secara global tidak ada perbedaan, apabila ada
perbedaan tidak dinamakan dg iman, seperti seseorang yg tidak
mempercayai akhirat atau Rasul dari para Rasul atau Qodar, seakan
akan dia memungkiri semua yg harus diimani olehnya.
(syarah fiqh akbar li abu hanifah yg disyarahkan oleh abu Mansur
al maturidi hal 149 cetakan Qatar)

maksud perkataan Abu hanifah adalah iman tidak bertambah dan
berkurang dari segi kepercayaan orang itu sendiri, karena
kepercayaan apabila tidak dg betul betul maka akan berada di
derajat sangkaan (dhon) atau ragu2 (tardid), sedangkan sangkaan
itu tidak ada faedahnya dalam masalah aqidah, firman Allah swt :
Sungguh persangkaan tidak bermanfaat apa apa pada kebenaran (QS
Yunus 36)
Kepercayaan yg betul sebagaimana dikatakan oleh Imam fakhrur rozi
tidak menerima tambahan dan kekurangan dari segi asal kepercayaan
itu sendiri, bukan keyakinan.
(syarah fiqh akbar li mulla ali al qori hal 184)

Contoh masalah diatas:
kita percaya Allah itu ada, malaikat percaya Allah itu ada, para
nabi percaya Allah itu ada, maka dari segi asal kepercayaan maka
semua percaya bahwa Allah itu ada, oleh sebab itu dikatakan bahwa
iman manusia, malaikat, jin sama dari segi asal kepercayaannya,
akan tetapi kekuatan iman (keyakinan) mereka itu berbeda beda
menurut derajatnya masing masing

Apabila seseorang mengatakan ahli kitab percaya Allah itu ada,
namun ia mengingkari rukun rukun iman yg lain spt iman kepada nabi
muhammad saw serta syariatnya, maka kepercayaan mereka itu tidak
bisa dinamakan iman, sebagaimana yg diterangkan di atas.

dalam kitab Alwashiyah diterangkan iman tidak bertambah dan tidak
berkurang karena tidak terbayang bertambahnya iman kecuali
berkurangnya kufur, bagaimana mungkin dalam diri seseorang ada dua
keaadaan mukmin dan kafir, tidak ada dalam iman seorang mukmin
keraguan, dan tidak ada dalam kufur seorang kafir keraguan,
sebagaimana firman Allah Mereka itulah mukmin yg sebenar benarnya
(QS Al Anfal: 2) dari satu sisi, namun dan dari sisi lain firman
Allah swt : Merekalah orang orang kafir yg sebenar benarnya (QS
Annisa 150), dan orang yg berbuat maksiat dari ummat muhammad saw
termasuk dari golongan mukmin haqqo (mukmin yg sebenar benarnya)
bukan dari qolongan kafir haqqo.

Ini semua keterangan maksud dari masalah perkataan iman tidak
bertambah dan tidak berkurang.

Sebelum kita menuduh seseorang dari salah satu golongan, kita
harus tahu golongan apakah itu?
MURJI AH adalah golongan yg mengatakan bahwa tidak ada balasan
dari perbuatan maksiat jika dibarengi dg iman, seperti tidak ada
manfaatnya perbuatan taat jika dibarengi dg kufur (lihat kitab Al
milal wannihal karangan Abil fatah Muhammad bin Abdul karim bin
Abubakar Ahmad Syahrastani juz 1 hal 162).

MURJI AH adalah golongan yg mengatakan tdk ada balasan dari
perbuatan maksiat jika dibarengi dg iman, dan orang orang yg
berbuat dosa besar menurut mereka orang yg sempuna imannya dan tdk
berhaq masuk neraka.(SYARAH AQIDAH AL WASITIYAH LI IBN TAIMIAH HAL
191)

Perbedaan abu hanifah dg imam imam lain hanya dlm definisi iman
saja, karena Imam Abu hanifah tidak memasukkan amal dlm definisi
iman,maka ia dianggap oleh sebagian golongan bahwa ia termasuk
qolongan murji ah, padahal Jumhur Ulama Ahlussunnah waljamaah
mengatakan bahwa beliau bukan dr golongan murji ah yg sesat.

Imam abu ja far attohawi dlm kitab usul aqidah islamiah berkata:
perbedaan hanya lafad saja, dan dalil yg menunjukkan bahwa iman
itu bertambah dan berkurang adalah menurut definisi iman seorang
yg sempurna yg tersusun atas kepercayaan (tasdiq) dan amal, sedang
bertambah dan berkurangnya tergantung dari kesempurnaan amal tsb.
Sedang dalil yg menunjukkan iman tdk bertambah dan tdk berkurang
menurut dasarnya iman (asli iman) yaitu kepercayaan(attasdiq).

Berkata imam fakhrurrozi: sesungguhnya perbedaan dari dua pendapat
bukan sebenarnya (laisa haqiqian) akan tetapi perbedaan lafdzi,
karena dalil yg menunjukkan bahwa iman itu tidak ada perbedaannya
diantara satu dg yg lain menurut asal kepercayaan (asluttasdiq)
dan dalil yg menunjukkan ada perbedaan dlm iman adalah menurut
kesempurnaan amal, dan perbedaan dalam masalah ini hanyalah
definisi saja. (asshohih syarah aqidah tohawiyah hal 98-99)

Berkata Ibn Taimiyah: dan irja yg dituduhkan kepada sebagian imam
ahli kufah spt Abu hanifah karena perkataan mereka bahwa amal
bukan dari iman, tapi dg itu mereka menyamai pendapat ahlussunnah
bahwa Allah menghukum orang orang yg berbuat dosa besar dineraka,
kemudian mengeluarkannya dg syafaat atau dg sebab yg lain, maka
dari itu irja spt ini tdk kufur. (syarah aqidah wasitiyah li ibn
taimiyah 191)

Juga barkataan dari Ibn Taimiyah: Irja yg masuk ke dalam fuqaha
dari imam imam ahlul ilm waddiin tidak ada kekufuran dari salah
satu dari mereka, dan ini semua perbedaan aqwal (perkataan) bukan
perbedaan aqidah, (risalah al iman hal 343 li imam al mujtahid abu
ubaid al qosim bin salam)

Berkata Imam Ibn hajar: dan apabila engkau telah mengerti wahai
orang orang yg diberi petunjuk masalah masalahh yg lalu (setelah
menerangkan masalah iman) maka dari itu haruslah dapat membedakan
perkataan Imam Abu hanifah rohimahullah dlm masalah iman dg
golongan murji ah yg sesat(lht al fath juz 1 hal 110)

maka tidak benar mereka yg mengatakan Imam Abu hanifah sesat.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=4439

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here