Homeforum.majelisrasulullah.organtara memuliakan dan mengikuti

antara memuliakan dan mengikuti

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 291 views share

fuad antara memuliakan dan mengikuti hawa nafsu – 2007/05/30 06:11
Asslkm, ustadz .

memang seseorang yang imannya belum benar dan kokoh mau nerbuat
baik namun justru mencelakankan diri sendiri dan orang lain.

bagi orang yang masih awam ( imannya pas-pasan) sebenarnya gimana
cara yang paling proporsional dalam bergaul dan memuliakan kepada
seseorang yang sholeh dan menjadi idola masyarakat?

soalnya kadang saya sendiri sering2 memuji beliau dan kadang
terjebak mengkultuskannya, padahal sehebat apapun seorang
manusianya diA adalah hanyalah mahluk yang tidak dapat memberi
manfaat dan madarat sedikitpun kecuali atas izin dan kuasa ALLAH
SWT. tapi kadang hati kecil ini terlintas berharap tentang sesuatu
hal, bukankah seharusnya jika melihat seorang mahluk berarti harus
semakin ingat dan sadar bahwa hanya milik Allah segala
kesempurnaan dan kehebatan? padahal mahluk katanya tidak memberi
kesan sedikitpun?

jadi gimana ya, siakap yang benar agar hati ini tidak terselip
hasrat syirik yang terhalus?
mohon nasihatnya usradz, terimaksih

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:antara memuliakan dan mengikuti hawa nafsu – 2007/05/31 15:42
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Cahaya kebahagiaan semoga selalu tercurah pada hari hari anda,

Saudaraku nyg kumuliakan,
Memuliakan orang itu tak ada yg disebut syirik, kecuali kalau ia
menyembahnya, kita melihat contoh bagaimana para sahabat
memuliakan Nabi saw teriwayatkan dalam belasan riwayat shahih,
kita melihat bagaimana Tabi in memuliakan sahabat dalam riwayat
tsiqah, kita melihat bagaimana para Imam memuliakan guru gurunya
dalam riwayat tsiqah, hal itu lumnrah saja, bahkan hal yg terpuji
bila didasari Mahabbatullah wa rasuluh (cinta Allah dan rasul Nya)

Kultus itu adalah mengakui Isa bin Maryam sebagai putra Allah,
nah.. inilah kultus, kalau memuji dan memuliakan seseorang karena
keshalihannya dan karena kedekatannya pada Allah maka itu adalah
bentuk dari cinta kita kepada Allah swt.

Sebagaimana cinta kita (misalnya) pada Raja adalah dengan
memuliakan utusannya, menyambutnya, menjamunya, memujinya,
bukankah ini tanda cinta kita pada Raja?

Allah memerintahkan kita memuliakan nabi saw lebih dari diri kita
sendiri, lalu bagaimana pula kita akan menyamakan diri kita dan
melarang orang memuliakan nabi saw?,

Saudaraku, kiranya anda masih ada yg mengganjal tuk ditanyakan
maka tanyakanlah, sebab masalah ini memang hangat dibahas di masa
kini,

Saudaraku, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

fuad Re:antara memuliakan dan mengikuti hawa nafsu – 2007/06/01 15:43
asslkm, jazakallah ustadz.

jujur kami juga sependapat dengan apa yang dikemukakan ustadz. ya,
mungkin bagi seseorang yang sudah benar dan kokoh iman, bergaul
dengan siapapun pasti akan ada hikmah dan semakin mengokohkan
imannya, karena tauhidnya begitu kuat.

namun , bagi kami yang masih awam. kadang ketika bergaul dengan
orang yang sholeh terkadang treselip pada diri ini bergitu
berhasrat dan berkeinginan untuk berharap mendapatkan ” sesuatu “.
jadi, lebih fokus ke pada orangnya belum sampai kepada ” siapa
penciptanya ” akhirnya berujung kecewa karena ternyata harapan
saya tidak terpenuhi oleh orang tersebut.

ustadz ciri2 ulama yang amilin itu seperti apa? apakah mesti
terkenal? banyak penggemar/pengikut? lalau gimana cara mencarinya?

jzkmllh, wsslm

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:antara memuliakan dan mengikuti hawa nafsu – 2007/06/02 03:55
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

cahaya keluhuran semoga selalu menghiasi hari hari anda dan
keluarga,

saudaraku yg kumuliakan,
saran saya kita perlu terlalu was was dengan tauhid, tauhid ini
semakin dirisaukan maka semakin terbuka jurang kesesatannya,
kemuliaan tauhid itu dicapai dengan iman, anda tak perlu merasa
bahwa orang yg boleh memuliakan Nabi atau orang shalih itu harus
kuat dulu tauhidnya, karena saya yakin sebesar apapun sesorang
memuji nabi dan orang shalih mereka tak akan menyembahnya, justru
akan termuliakan dan terkena Rahmat Nya st.

bila kita merasa iman kita lemah maka bergaullah dengan para ulama
dan shalihin, sebagaimana sabda Nabi saw yg memberi perumaan
antara Jaliisusshalih dan Jaliisussu^ yairtu antara orang yg duduk
dg orang shalih adalah bagaikan orang yg duduk dg pedagang minyak
wangi, tak membelipun kebagian wanginya, dan mereka yg duduk dg
pendosa itu bagaikan orang yg duduk dg pandai besi, tak membeli
besipun terkena butiran bara apinya (Shahih Bukhari)

maka hadits itu menjelaskan : “tidak membelipun terkena wanginya”,
maksudnya walau kita tak memeiliki ilmu sepertinya atau tak ikut
beramal seperti amalannya namun kita terkena wanginya, tentunya
wangi disini adalah keridhoan Allah swt dan rahmat Nya swt.

aura dari jiwa yg shalih dan khusyu akan berpengaruh pada kita.

Ulama amilin adalah ulama yg mengamalkan sunnah, mencintai Nabi
saw dan sunnah terlihat dari ucapan dan perbuatannya.

tidak mesti terkenal, justru mereka itu tak mau terkenal, namun
saya pribadi selalu berdoa agar Allah memunculkan dan membuat
ulama amilin itu terkenal, agar masyarakat bisa mengenal dan
mengikutinya, karena banyak sekali kini kedok ulama yg dipakai
oleh juhala.

demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam keejukan dan rahmat
Nya swt selalu,

wallahua^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=4435

© http://carauntuk.com/antara-memuliakan-dan-mengikuti

Leave a Reply