Homeforum.majelisrasulullah.orgAL-Ma^tam – 2007/03/15 20:57

AL-Ma^tam – 2007/03/15 20:57

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 325 views share

Abah AL-Ma^tam – 2007/03/15 20:57 Assalamualaikum wrwb.

Ahlan Habib, Semoga Habib sekeluarga selalu dalam kemuliaan cahaya
Rabiul Awal dan diberi kenikmatan sehat walafiat.

Sholawat dan salam tuk Sang Kekasih Habibana Muhammad SAW berserta
keluarga dan keluarganya.

Afwan bib ana mau tanya perihal di atas, ada yg mengganjal untuk
memahami arti pendapat Imam Syafi^i r.a. sebagai berikut;

“..dan aku membenci AL-Ma^tam yaitu proses berkumpul/berkabung
(ditempat keluarga mayit) walaupun tanpa tangisan,karena hal
tersebut hanya akan menimbulkan bertambahnya kesedihan dan
membutuhkan biaya,padahal beban kesedihan masih melekat
(dikeluarga mayit)”

Sudi kiranya habib memberikan pencerahan akan arti pendapat beliau
r.a. yang nota bene sering di pake sekolmpok golongan tuk menolak
tahlilan.

Atas perhatian dan pencerahan habibana, saya ucapkan terima kasih

Salam kangen

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:AL-Ma^tam – 2007/03/17 14:06 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

limpahan keberkahan dan kebahagiaan semoga selalu menghiasi hari
hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
mereka ini sering mengada ada, mencocok cocok ucapan imam imam yg
bukan pada tempatnya untuk dipakai mendukung kesesatan mereka
belaka.

Imam Syafii tak menghendaki orang berkumpul kumpul dirumah duka
karena akan menambah dukanya, mereka membicarakan masa masa
kehidupan si mayit, jasa baiknya, ujungnya mereka menyesali takdir
Allah, menyesali kematian almarhum,

itu yg dimaksud Imam Syafii, bukan kumpulan para tetangga
dirumahnya untuk mendoakan si mayit, kumpulan dzikir kalimat
tauhid, alqur^an, dan dzikir2 lainnya untuk mendoakan si mayit dan
itu sangat meringankan beban keluarga si mayit, mereka senang
tetangganya masih meramaikan rumah mereka yg senyap sepeninggal si
mayit., dan mereka berdoa untuk si mayit bersama sama, ini tak
pernah ditentang oleh Imam Syafii, bahkan Rasul saw melakukan
takziyah pada yg wafat dan mendoakannya, bedanya masa sekarang
adalah ditentukan waktunya, tidak lain adalah karena muslimin
mempunyai kesibukan masing masing, maka agar kumpul ramai ramai
walau 15 menit / setengah jam, berdoa bersama lalu pulang kerumah
masing masing dan selesai tanpa berdesakan tinggal dirumah duka
hingga berjam jam menyibukkan keluarga si mayit.

dan mengenai ucapan Imam Syafii itu sebagaimana diatas, itupun
beliau tak mengharamkannya, hanya tak menyukai kumpul2 dirumah
almarhum dengan berbicara panjang lebar,

Imam Syafii tak pernah menentang kumpulan dzikir dirumah almarhum
untuk mendoakannya, cuma wahaby saja yg mengharamkannya tanpa
dalil dan mencari cari dalil ytg bisa dicocok2an dan dimirip2kan
lalu jadilah fatwa baru tanpa ilmu.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a^lam

.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=2965

© http://carauntuk.com/al-matam-20070315-2057

Leave a Reply