Qunut dalam madzhab syafii adalah setiap subuh dan dilakukan setelah ruku di rakaat kedua. menurut Madzhab Maliki adalah sebelum rukuk.

AL Maghfurlah Habibana Munzir AL Musawa
  • Author
    Posts
  • #77818633


    bomba ilhamsyah

    Participant

    Assalamualaikum biiib…

    Bib ana mau nanya nih, ada 3 pertanyaan nih bib..

    1. Bacaan Qunut pendek gimana sih ?? Madzhab Syafii boleh baca Qunut pendek ?

    2. Bib, klo ana berziarah ke maqam keluarga / kerabat, apa aja yang harus dibaca? gimana mendoakannya ? (biasanyakan ada khususonnya tuh bib)

    3. Bagaimana masalah tentang orang-orang yang duduk (nongkrong) di gang / jalan, apakah kita harus permisi ?? Masalahnya bib, klo ga salah dalam Tafsir Jalallaein kita ga perlu permisi kepada orang yang (nongkrong) di jalan itu, justru sebaliknya mereka yang harus permisi karena sudah mengahalangi jalan…

    Al afu ya bib klo ana salah dalam kata-kata..
    Jazakumullah Khayran Katsiran..
    Wss. wr. wb

    #77818676


    Munzir Almusawa

    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

    Semoga Keagungan Cahaya Rajab dan kemuliaan Isra wal Mi’taj selalu menerangi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    1. Qunut dalam madzhab syafii adalah setiap subuh dan dilakukan setelah ruku di rakaat kedua. menurut Madzhab Maliki adalah sebelum rukuk.

    mengenai panjang dan pendeknya adalah terserah anda, namun yg ditekankan adalah Qunut, yaitu berdoa dengan berdiri mengangkat tangan diwaktu shalat.

    hukumnya sunnah muakkadah dan bukan wajib, bila lupa boleh melakukan sujud sahwi dan bila tidak sujud sahwi pun shalatnya sah.

    2. Ziarah tak ada aturan mestinya dalam hal hal bacaannya, disunnahkan membaca Yaasiin, bila terlalu panjang maka boleh membaca Alqur\’an dan berdzikir atau berdoa atau beershalawat, karena tak ada larangan dalam hal itu semua dan bukan merupakan perbuatan yg mungkar, maka kesemuanya adalah Mustahab fiih.

    3. mengenai pendapat itu bukanlah mutlak, bila hal itu dapat membawa manfaat hingga mereka tertarik dg akhlak kita dan bis membuat mereka terpanggil untuk bertobat atau menghadiri majelis taklim, atau berteman dg kita karena melihat akhlak mulia kita, maka hal itu merupakan kebaikan, dan wajib kita menyambung hubungan dg mereka, dengan bersalam atau bahkan menyapa dg sopan dan lembut.

    demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    wallahu a\’lam

© http://carauntuk.com/qunut-dalam-madzhab-syafii-adalah-setiap-subuh-dan-dilakukan-setelah-ruku-di-rakaat-kedua-menurut-madzhab-maliki-adalah-sebelum-rukuk

wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur


dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.
Posted in forum.majelisrasulullah.org Tagged with:

apa boleh puasa dengan niat lebih dari satu, misalnya dia ingin puasa dengan niat mengganti puasa wajib yg dia tinggalkan & juga niat puasa di bulan rajab.

AL Maghfurlah Habibana Munzir AL Musawa
  • Author
    Posts
  • #77813081


    wira

    Participant

    assalamualaikum bib,

    afwan bib, ada titipan pertanyaan dari teman ane..

    dia nanya apa boleh puasa dengan niat lebih dari satu, misalnya dia ingin puasa dengan niat mengganti puasa wajib yg dia tinggalkan & juga niat puasa di bulan rajab. Kalau ada hadist yg berhubungan dengan hal ini, boleh juga disertakan bib..

    sebelumnya terimakasih bib atas jawabannya, semoga cepat sembuh yah..
    wasalam..

    #77813123


    Munzir Almusawa

    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

    Semoga Keagungan Cahaya Rajab dan kemuliaan Isra wal Mi’taj selalu menerangi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    hal itu merupakan Ijtihad dalam madzhab syafii bahw Taqriin Niyyah dalam puasa Qadha dan puasa nafilah adalah tandarij (diakui dan disahkan),

    maka boleh saja melakukan puasa Qadha dibarenagi dengan puasa sunnah, demikian dijelaskan dalam Syarh Busyral Krim Bab Shaum.

    demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    wallahu a\’lam

© http://carauntuk.com/apa-boleh-puasa-dengan-niat-lebih-dari-satu-misalnya-dia-ingin-puasa-dengan-niat-mengganti-puasa-wajib-yg-dia-tinggalkan-juga-niat-puasa-di-bulan-rajab

wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur


dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.
Posted in forum.majelisrasulullah.org Tagged with:

Apa hukumnya bersalaman setelah sholat?

AL Maghfurlah Habibana Munzir AL Musawa
  • Author
    Posts
  • #176273577

     


    abu

     

    Participant

     

    assalamu\’alaikum guru mulia,smoga Allah senantiasa menjaga anda dari orang2 dzolim ane mau tanya ya habib:
    1.Apa hukumnya bersalaman setelah sholat?dan benarkah memakai kain/calana dibawah mata kaki itu haram?
    2.haramkah memakan kepiting?karna menurut ulama salaf haram
    3.banyak yag menghujat majelis Tuan Guru,terutama memakai jaket yg bertuliskan MAJELIS RASULULLAH SAW bagaimana tanggapan Tuan?
    terima kasih atas jawaban Tuan,smoga Allah senantiasa memberikan cahaya kemu;ian kepad Tuan.jazakumullahu khairan katsira…

     

     

    #176273584

     


    Munzir Almusawa

     

    Participant

     

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    pertanyaan 1 dan 2 sudah pernah saya jawab dan akan ditampilkan oleh Admin II untuk anda,

    3. saya risau jika yg menghujat adalah muslimin, sebab kita sengaja mensyiarkan nama Rasulullah saw dipakai orang hingga tersebar, semua yg membacanya mendapat pahala jika tak mencelanya, dan itu mensyairkan nama Rasul saw.

    tentunya jika jaket bertuliskan Garley davidson, atau honda, atau nokia, muslimin tak menghujatnya…

    mengapa..??, semoga Allah melimpahkan hidayah..

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a\’lam

     

     

    #176273588

     


    mfd

     

    Participant

     

    Berikut Jawaban Habibana atas pertanyaan anda yang sudah ada sebelumnya di forum :

    [b]1.Apa hukumnya bersalaman setelah sholat?[/b]

    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Limpahan rahmat dan keindahan Nya swt semoga melimpah pada hari hari anda dengan kebahagiaan

    saudaraku yg kumuliakan,

    1. bersalaman merupakan hal yg sunnah, dilakukan oleh para sahabat, maka boleh saja dilakukan kapanpun dan dimanapun, dan sebaiknya adalah selepas dzikir shalat[/quote].

    Berikut Linknya :
    [url]http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=3169[/url]

    [b]dan benarkah memakai kain/calana dibawah mata kaki itu haram?[/b]

    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

    Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang berhubungan dengan hukum memanjangkan kain/celana saat shalat yang sudah ada di forum :

    Isbal (tidak membuat pakaian menjela/memanjang dibawah mata kaki) adalah sunnah Rasul saw dalam sholat dan diluar shalat,

    Rasul saw bersabda : \"Barangsiapa yg menyeret nyeret pakaiannya (menjela pakaiannya/jubahnya krn sombong maka Allah tidak akan melihatnya dihari kiamat (murka)\" lalu berkata Abubakar shiddiq ra : Wahai Rasulullah…, pakaianku menjela.., maka berkata Rasul saw : \"Sungguh kau memperbuat itu bukan karena sombong\" (Shahih Bukhari Bab Manaqib).

    berkata AL Hafidh Imam Ibn Hajar mengenai syarah hadits ini : \"kesaksian Nabi saw menafikan makruh perbuatan itu pada ABubakar ra\" (Fathul Baari bisyarh shahih Bukhari Bab Manaqib).

    jelaslah sudah bahwa perbuatan itu tidak makruh apalagi haram, kecuali jika diperbuat karena sombong,
    dimasa itu bisa dibedakan antara orang kaya dg orang miskin adalah dilihat dari bajunya, baju para buruh dan fuqara adah pendek hingga bawah lutut diatas matakaki, karena mereka pekerja, tak mau pakaiannya terkena debu saat bekerja,

    dan para orang kaya dan bangsawan memanjangkan jubahnya menjela ketanah, karena mereka selalu berjalan diatas permadani dan kereta, jarang menginjak tanah,

    maka jadilah semacam hal yg bergengsi, memakai pakaian panjang demi memamerkan kekayaannya, dan itu tak terjadi lagi masa kini, orang kaya dan miskin sama saja, tak bisa dibedakan dengan pakaian yg menjela.

    jelas dibuktikan dengan riwayat shahih Bukhari diatas, bahwa terang2an abubakar shiddiq ra berpakaian spt itu tanpa sengaja, namun Rasul saw menjawab : \"Kau berbuat itu bukan karena sombong\"

    berarti yg dilarang adalah jika karena sombong.[/quote]

    berikut linknya:
    [url]http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=103〈=id#103[/url]

    [b]2.haramkah memakan kepiting?karna menurut ulama salaf haram[/b]

    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Limpahan Rahmat Nya semoga selalu mencurah pada anda dan keluarga,

    mengenai kepiting ini ikhtilaf para ulama kita mengenai halal dan haramnya, karena sebagaimana Nash syariah bahwa hewan yg hidup di dua alam adalah haram hukumnya,

    nah.. berkenaan dengan kepiting ini sebagian mengatakan bahwa ia tak hidup didaratan, ia tak bertahan lama di daratan dan ia adalah hewan laut.

    namun pendapat lain mengatakan bahwa kepiting ini hidup dan makan pula di daratan,
    maka batas kemampuan bertahan hidupnya didaratan inilah yg menjadi sumber perbedaan pendapat antar ulama.

    namun kita tak bisa menemukan kepastiannya karena hewan ini tak tersebutkan dalam pembahasan bahasa arab ada di zaman nabi saw, oleh sebab itu hukumnya tak dapat dipastikan halal dan haramnya, maka pendapat saya, kepiting ini syubhat, karena ada pendapat yg mengharamkannya dan ada pendapat yg menghalalkannya.

    dan rujukan utama adalah hidup di dua alam, inilah yg memisahkan antara halal dan haramnya.

    rajungan pun demikian, selama tidak hidup didua alam maka halal hukumnya

    demikian saudaraku yg kumuliakan,

    wallahu a\’lam
    [/quote]
    berikut linknya:
    [url]http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=3753〈=id#3753[/url]

     

     

© http://carauntuk.com/apa-hukumnya-bersalaman-setelah-sholat

wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur


dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.
Posted in forum.majelisrasulullah.org Tagged with:

Mengangkat tangan waktu doa sesudah shalat

AL Maghfurlah Habibana Munzir AL Musawa
  • Author
    Posts
  • #77756037


    Abu Afidita

    Participant

    Assalamu\’alaikum wr.w.b

    Habib Munzir yang saya muliakan, Semoga selalu dalam lindungan ALLAH swt selalu.., amiin.

    Saya ingin menanyakan apakah dalilnya mengangkat tangan ketika doa sesudah shalat, yang menurut temen2 salafi dikatakan bid\’ah. Padahal itu dilakukan mungkin oleh semua muslim kecuali mereka, saya tidak tahu kalau berdoa tangan mereka ngapain. Apakah ada dasarnya berdoa sambil mengangkat tangan sesudah shalat? Karena menurut mereka, tidak ada dasarnya.

    Mohon penjelasannya, terima kasih.

    #77756059


    Munzir Almusawa

    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

    Rahmat dan kesucian Jiwa semoga selalu menaungi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    saya belum sempat mencari dalil mengangkat kedua tangan dalam berdoa selepas shalat, namun larangan akan hal itu adalah mungkar, sebab asal muasal mengangkat tangan dalam doa adalah sunnah, maka hal itu merupakan hal yg mustahab,

    Qiasnya adalah sebagaimana ketika Al Hafidh Al Muhaddits Imam Nawawi menjawab masalah puasa di bulan rajab, beliau berkata :
    [size=4][b]ولم يثبت في صوم رجب نهى ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه
    [/b][/size]
    “Tiada hukum yg menguatkan puasa di bulan rajab, akan tetapi asal muasal hukum puasa adalah hal yg baik dilakukan” (Fathul baari Almasyhur Juz 8 hal.38),

    jelaslah sudah bahwa Imam Nawawi berpendapat semua hal yg baik dan sunnah, jika dilakukan diwaktu kapanpun, maka boleh saja dilakukan diwaktu yg dipilih.

    Juga sebagaimana diriwayatkan ketika ada Imam masjid Quba yg selalu membaca surat Al Ikhlas disetiap habis fatihah, ia selalu menyertakan surat Al Ikhlas lalu baru surat lainnya, lalu makmumnya protes, seraya meminta agar ia menghentikan kebiasaanya, namun Imam itu menolak, silahkan pilih imam lain kalau kalian mau, aku akan tetap seperti ini!, maka ketika diadukan pada Rasul saw, maka Rasul saw bertanya mengapa kau berkeras dan menolak permintaan teman temanmu (yg meminta ia tak membaca surat al ikhlas setiap rakaat), dan apa pula yg membuatmu berkeras mendawamkannya setiap rakaat?” ia menjawab : “Aku mencintai surat Al Ikhlas”, maka Rasul saw menjawab : “Cintamu pada surat Al Ikhlas akan membuatmu masuk sorga” (Shahih Bukhari hadits no.741).

    Nah.. bukankah Nabi saw tak pernah mengajarkan membaca surat Al Ikhlas setiap rakaat?, bukankah kebiasaan itu Bid’ah? (hal yg baru tanpa diajarkan oleh rasul saw), namun Rasul saw mengakuinya bahkan memujinya,

    Demikian pula mengangkat tangan ini, Nabi saw saat berdoa sering mengangkat tangannya, maka mengangkat tangan setiap ba’da shalat dalam doa merupakan hal yg baik, bahkan pada setiap kita berdoa.

    Aduh.. mereka itu padahal mereka itu membaca Alqur’an ya, padahal Alqur’an itu belum dijilid di masa nabi saw, dan jelas2 Abubakar shiddiq ra awalnya menentang dg ucapan : “Bagaimana aku melakukan hal yg tak pernah dilakukan Rasulullah??”, namun akhirnya ia menerimanya, peristiwa itu riwayat Shahih Bukhari, (rujuk artikel saya di web ini atau di buku saya : kenalilah akidahmu).

    demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    wallahu a\’lam

    #77756896


    MK Mattawaf

    Participant

    Assalaamu `alaikum wr. wb.
    Habib Yang kami cintai, semoga dalam keadaan sehat selalu beserta seluruh keluarga, dan seluruh anggota MR, dan seluruh kaum muslimin.

    Kami masih menyimpan file diskusi kami tahun lalu dengan Wahabi
    di suatu milis, dan teman kami terpaksa bersusah payah mencarikan dalilnya
    untuk disampaikan kepada mereka agar hati mereka bisa terbuka.
    namun tetap saja seolah hati mereka terkunci mati dari menerima
    pemahaman dari yang tidak sesuai dengan pemahamannya.

    Kami maklum Bib, atas kesibukan Habib untuk menghabiskan waktu
    mencarikan dalilnya hanya untuk mereka yang menentang,
    padahal dari dulu para Imam dan Guru-guru Ahlusunnah Waljamaah
    melakukannya.

    Ini Dalilnya untuk saudara kita yang bertanya, ini kami copi-kan,
    mohon Habib di-cekkan kembali siapa tau ada yang keliru:

    ~~~
    Dari Sahabat Salman RA berkata : Nabi SAW bersabda : bahwa
    sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Hidup dan Maha Mulia, Alloh malu
    terhadap hambaNYA yang menadahkan tanganya dalam berdo\’a kemudian
    mengembalikannya dalam keadaan kosong . Hadits Rowahu Imam Arba\’ah
    selain Imam Nasa\’i ( Subulus Salam IV/429).

    Sahabat Umar RA berkata, adalah Rosululloh SAW bila mengangkat kedua
    tangannya dalam berdo\’a, beliau tidak menurunkannya sebelum menyapu
    dengan kedua tangan beliau wajahnya. Hadits Rowahu Tirmidzi ( Kitab Al
    Adzkar hal 344, dan Subulus Salam IV / 430)

    Dari Abdullah bin Abbas RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda : Janganlah
    kalian menutupi dinding-dinding (dengan kain) barang siapa melihat
    kitab saudaranya tanpa seijinnya, maka sesungguhnya dia melihat dalam
    neraka. Mintalah kepada Alloh dengan telapak tangan kalian dan jangan
    meminta dengan punggungnya. Jika kalian telah selesai berdo\’a, maka
    usapkanlah telapak tanganmu ke wajah kalian. HR Abu Dawud dalam
    Sunannya II/1485 , dan Imam Baihaqi dalam Al Kubro II/212

    ~~~

    Bib, saya pernah terpengaruh dengan pelajaran Salafy dua tahun lalu,
    saya tidak mengusap muka setelah solat, tidak mengangkat tangan
    ketika berdoa setelah solat dll., lalu saya melirik kepada jamaah disamping
    yang mengusap muka, lalu dalam hatiku ada muncul cacian kepada mereka
    bahwa mereka itu salah, dll.
    Saya banyak merenung setelahnya, lalu saya sadari bahwa mengikuti ajaran ini
    semakin menenggelamkan diri saya kepada kesombongan dalam ibadah,
    ini saya rasakan sendiri, lalu saya cepat-cepat lari darinya sebelum terlambat.
    Kita lihat sendiri, orang yang terlanjur masuk ke dalam, begitu sulitnya
    keluar darinya, saya perhatikan teman bahkan ada salah satu keluarga saya.
    QS,al-Mu`min, 60:
    [color=#FF0000]Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya
    orang-orangyang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk
    neraka jahannam dalamkeadaan hina dina.\"(QS,al-Mu`min:60)[/color]

    Demikian Bib mohon koreksinya, dan kepada saudara kami yang lain.

    Wassalaamu `Alaikum wr. wb.

    #77756915


    Munzir Almusawa

    Participant

    Jazakumullah khair atas artikel anda, semoga Allah mencurahkan hidayah atas mereka, amiin.

    #77762897


    Munzir Almusawa

    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Keindahan Anugerah Nya swt semoga selalu terlimpah pada hari hari anda dan keluarga,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    Rasul saw mengangkat tangannya dalam berdoa, sebagaimana hadits yg dipakai oleh mereka : \"Rasul saw tak mengangkat tangannya dalam doa kecuali pada shalat Istisqa\" (Shahih Muslim)

    hadits ini dijelaskan oleh Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy dalam syarah shahih Bukhari : \"riwayat ini melarang mengangkat tangan dalam doa, namun sungguh adalah kebalikannya, karena banyak hadits shahih yg teriwyatkan bahwa Rasul saw mengangkat tangannya dalam doa, dan yg dimaknakan dalam riwayat itu adalah mengangkat tangan setinggi2nya hingga terlihat kedua ketiak beliau saw yg bercahaya, maka hal ini hanya sekali saja dilihat oleh Anas bin Malik ra dalam istisqa, namun tidak menafikan orang lain yg melihatnya selain anas pada kesempatan lain. (Fathul Baari Bisyarh shahih Bukhari Nawawi ala shahih Muslim Bab Aljum\’ah).

    berkata pula Imam Nawawi dalam hadits ini : \"Tidak terhitung banyaknya hadits shahih yg meriwayatkan Rasul saw mengangkat tangannya saat doa selain pada istisqa, aku menghitungnya sekitar 30 hadits lebih, dan sungguh permasalahannya bukan seperti yg teriwayatkan….\". lalu imam nawawi meneruskan dg penjelasan semakna dg penjelasan Imam Ibn Hajar diatas (Syarh Nawawi ala shahih Muslim Bab Shalat Istisqa).

    diriwayatkan pula pada shahih Bukhari Rasul saw berdoa dg mengangkat tangannya saat melempar jamrah, dan banyak lagi.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

© http://carauntuk.com/mengangkat-tangan-waktu-doa-sesudah-shalat

wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur


dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.
Posted in forum.majelisrasulullah.org Tagged with:

solat sunnah kalau duduk tahiyat akhirnya seperti duduk tahiyat awal hukumnya gimana? boleh tidak? dasarnya apa?

AL Maghfurlah Habibana Munzir AL Musawa
  • Author
    Posts
  • #76494303


    TRI MULYADI

    Participant

    Assalamualika yaa habib munzir

    cahaya keberkahan solawat semoga selalu menyehatkan habib untuk berjuang demi tegaknya aqidah kami

    bib mau nanya nih

    pertanyaanya : solat sunnah kalau duduk tahiyat akhirnya seperti duduk tahiyat awal hukumnya gimana? boleh tidak? dasarnya apa?

    terima kasih banyak atas perhatiannya jawabannya !

    #76494321


    Munzir Almusawa

    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

    Rahmat dan kesucian Jiwa semoga selalu menaungi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    hal itu diperbolehkan, dijelaskan dalam madzhab Syafii bahwa posisi duduk yg sunnah adalah sebagaimana yg kita ketahui saat ini, berbeda antara tasyahhud awal dan akhir, namun bila kita duduk dg posisi lain, misalnya bersila, maka duduknya itu tetap sah, walaupun tak mendapat pahala sunnah,

    demikian pula duduk tahiyyat akhir dg posisi duduk tahiyyat awal, hal itu boleh saja, namun biasanya hal itu dilakukan oleh orang yg ada udzur syar\’i, saya pun demikian, karena pernah kecelakaan pada tahun 2003 dan tumit saya remuk, sekarang sudah pulih, namun saya tak bisa duduk dg posisi tahiyyat akhir,

    mengenai sumber penjelasan saya dapat dirujuk pada Busyral karim Bab duduk antara dua sujud.

    demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    wallahu a\’lam

© http://carauntuk.com/solat-sunnah-kalau-duduk-tahiyat-akhirnya-seperti-duduk-tahiyat-awal-hukumnya-gimana-boleh-tidak-dasarnya-apa

wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur


dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.
Posted in forum.majelisrasulullah.org Tagged with:

PARTNERSHIP

Jadwal Sholat

blog list Check Page Rank

Recent Posts

Posts Tags

Categories

Arsip Bulanan

Blogroll

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 19 other subscribers

Web Reputation and Safety

Rating for carauntuk.com